minya($50++/b)AAAk (ekspektasi 2017)


inves + trading cara maen saham @ warteg (EXCEL FILE)

ikon analisis gw

analisis teknikal sederhana tren harga minyak global 2017:

$40/barel @ wti : lebe tinggi daripada $26/b 2016… pertanda bahwa harga minyak global akan tetap menguat… kesepakatan n rekonfirmasi lewat harga jual riil akan mendorong tren harga di atas $40 bahkan di atas $50/b… moga2 menyentuh $60/barel sebelum bergejolak kuat menuju resistensi terkuat $ 80/b… liat aza ets-small

nozzle

LONDON kontan. Harga minyak menguat didukung oleh meningkatnya kepercayaan bahwa OPEC dan produsen besar lainnya bakal setuju untuk mempertahankan pembatasan produksi untuk sisa tahun 2017 dan memasuki kuartal pertama tahun depan.

Mengutip Reuters, Rabu (24/5), minyak mentah Brent naik 40 sen per barel pada level US$ 54,55 pada pukul 0910 GMT. Sedangkan, minyak West Texas Intermediate (WTI) naik 35 sen ke level US$ 51,82.

BACA JUGA :
Harga minyak tertahan jelang pertemuan OPEC
Rating S&P dan minyak mendukung rupiah
Kedua tolak ukur minyak mentah tersebut telah menguat lebih dari 10% dari level terendah bulan Mei di bawah US$ 50 per barel. Rebound ini ditopang oleh konsensus negara-negara pengekspor minyak (OPEC) dan produsen lainnya yang akan mempertahankan batasan produksi minyak demi menguras kelebihan pasokan global.

OPEC telah berjanji untuk mengurangi pasokan sebesar 1,8 juta barel per hari (bpd) sampai akhir Juni dan diharapkan pada hari Kamis (25/5) sudah ada putusan untuk memperpanjang pemotongan tersebut sampai Maret 2018.

buttrock

NEW YORK, KOMPAS.com – Harga minyak pada perdagangan Selasa atau Rabu waktu Indonesia (12/4/2017) ditutup naik setelah laporan bahwa Arab Saudi menyatakan kepada para pejabat OPEC ingin melanjutkan periode pemotongan produksi untuk enam bulan tambahan.

Harga minyak telah beranjak naik dalam rentang tertentu, yang disebabkan oleh penurunan produksi OPEC dan produsen lain di luar organisasi itu. Namun demikian, penguatan harga komoditas ini dibatasi oleh kenaikan produksi minyak serpih Amerika Serikat (AS).

The Wall Street Journal melaporkan, Arab Saudi mengatakan kepada para pejabat OPEC ingin memperpanjang periode pemotongan produksi. Anggota OPEC sebelumnya menyampaikan telah sepakat melakukan ekstensi pemotongan produksi minyak, asalkan produsen non-anggota OPEC juga terlibat.

Dikutip dari CNBC pada Rabu, patokan minyak mentah AS atau West Texas Intermediate (WTI) naik 32 sen menjadi 53,40 dollar AS per barel. Sementara patokan minyak mentah Brent naik 19 sen menjadi 55,39dollar AS per barel.

Brent telah naik enam sesi sebelumnya, sementara WTI naik dalam lima hari terakhir. Di awal perdagangan harga sempat turun didorong ekspektasi peningkatan persediaan AS. Para analis mengatakan, ada kekhawatiran permintaan berubah, dan indikator lain seperti pasokan.

“Ada banyak ketegangan geopolitik yang meningkat di dua kubu,” kata ahli strategi pasar di Futures RJO Phil Streible.

Menurut dia, meningkatnya kekhawatiran tentang Korea Utara danSuriah dapat menekan permintaan minyak. Media pemerintah Korea Utara memperingatkan, serangan nuklir AS merupakan tanda-tanda agresi AS.

Presiden AS Donald Trump dalam sebuah Tweet mengatakan, Korea Utara mencari masalah, dan AS akan menyelesaikan masalah dengan atau tanpa bantuan China.

“Ketegangan geopolitik buruk bagi pertumbuhan permintaan global,” kata managing director Petromatrix, Olivier Jakob.

buttrock

NEW YORK, KOMPAS.com – Harga minyak pada Kamis (6/4/2017) ditutup lebih menguat, mendekati level tertinggi satu bulan. Meski begitu, pada analis tetap berhati-hati mengenai persediaan minyak mentah Amerika Serikat (AS).

Dikutip dari CNBC, pada Jumat(7/4/2017) patokan minyak mentah berjangka Brent ditutupnaik 58 sen (1,07 persen) ke level 54,94 dollar AS per barel. Sedangkan patokan West Texas Intermediate (WTI) ditutup naik 55 sen (1,08 persen) menjadi 51,70 dollar AS per barel.

Sebagaimana diketahui harga minyak telah pulih dari penurunan tajam pada Maret didorong persediaan bensin yang menurun. Namun, data pemerintah AS masih menunjukkan persediaan minyak mentah yang naik ke rekor tertinggi, mendorong aksi spekulasi.

“Sulit untuk menyebut kenaikan karena fundamental,” kata Robert Yawger, direktur di Future Energy di Mizuho.

Pada Rabu atau Kamis waktu Indonesia, Administrasi Informasi Energi AS (IEA) melaporkan peningkatan mengejutkan persediaan minyak mentah sebesar 1,57 juta barel. Total saham AS menjadi 535,5 juta barel.

Sementara itu, produksi minyak mentah AS naik 52.000 barel per hari (bph) menjadi 9,2 juta bph. Konsultan Petromatrix Olivier Jakob mengatakan, kuartal kedua tahun lalu produksi lebih rendah 600.000 bph dari kuartal pertamanya.

Namun pada tahun ini kondisinya kemungkinan berbalik. “Pada kuartal kedua, Anda bisa melihat produksi AS naik 1 juta bph,” ucap Olivier. Sumber:

buttrock

oilprice.com: The American Petroleum Institute (API) reported a build of 11.6 million barrels in United States crude inventories against expert predictions that domestic supplies would see a much kinder 1.4-million-to 1.66-million-barrel build.

The build in crude oil inventories was almost 10 times what analysts had predicted and marks yet another new high in U.S. inventories. The chart below displays a 10-week cumulative build of 35 million barrels, per API data, since the beginning of the year

Cumulative changes in crude oil stocks since Jan 4, 2017

 

A few hours before the API data release, WTI and Brent benchmarks were both down despite Libya’s recent production woes, which were offset by Russia’s unimpressive less-than-50%-adherence to the production cuts. At 2:11 pm EST, WTI was trading down .04% at $53.18—about $.80 down on the week—while Brent was trading down .11% at $55.95, or $.55 down from this time last week.
Adding to this week’s bad news for oil markets, the API also reported a 788,000-barrel build in inventories at the Cushing, Oklahoma facility.

Gasoline inventories provided significant respite to this week’s crude oil build, falling 5 million barrels, sending gasoline prices for the fuel upwards. The gasoline draw, according to Zerohedge, is the largest draw since April 2014. A half hour after the data was released, gasoline was trading up .79% on the day at $1.6855.

Distillates stocks also saw a draw of 2.9 million barrels.

 

West Texas Intermediate (WTI) prices began to contract after the API report’s release, with WTI trading at $52.83 and Brent trading at $54.64.

Earlier on Tuesday, the Energy Information Administration (EIA) forecast that US crude oil production would reach new heights by 2018, to 9.7 million barrels per day. The market will watch tomorrow’s EIA inventory report at 10:30EST to see whether this week’s massive build as reported by the API is confirmed.

By Julianne Geiger for Oilprice.com

buttrock

NEW YORK kontan. Harga minyak dunia naik selama empat sesi berturut-turut pada Rabu (28/12) kemarin. Bahkan, harga minyak sempat bertengger di posisi tertingginya sejak pertengahan 2015.

Seperti yang dikutip dari CNBC, harga minyak jenis West Texas Intermediate (WTI) naik 16 sen menjadi US$ 54,06 per barel. Ini merupakan posisi tertingginya sejak 2 Juli 2015.

Harga minyak tertekan setelah data American Petroleum Institute menunjukkan terjadinya kenaikan cadangan minyak AS sebesar 4,2 juta barel.

Sementara itu, lima analis yang disurvei CNBC meramal data yang akan dirilis Energy Information Administration Departemen Energi AS menunjukkan cadangan minyak akan turun 1,5 juta barel pada pekan yang berakhir 23 Desember.

Laporan EIA sudah dijadwalkan akan dirilis pada Kamis (29/12) pukul 11.00 waktu setempat.

Sementara itu, harga kontrak minyak Brent turun 15 sen menjadi US$ 55,94 per barel pada pukul 16.41 waktu New York. Pada 12 Desember lalu, harga minyak Brent sempat bertengger di posisi US$ 57,89 per barel, yang merupakan level tertinggi sejak Juli 2015.

Sekadar informasi saja, harga minyak dunia sudah melompat 25% sejak pertengahan November lalu. Pemicunya adalah ekspektasi market bahwa OPEC akan memangkas suplai produksinya.

Memang, OPEC dan negara non-OPEC diharapkan akan memangkas produksi sebesar 1,8 juta barel per hari. Arab Saudi, produsen terbesar OPEC, setuju untuk memberikan kontribusi pemangkasan terbesar.

Sementara, Menteri Perminyakan Irak Jabar Ali al-Luaibi pada Rabu kemarin mengatakan, negaranya akan memangkas produksi minyak sebesar 200.000-210.000 barel per hari yang akan dimulai pada Januari mendatang.

dollar small

Bisnis.com, JAKARTA – Harga minyak mentah menguat pada perdagangan hari ini, Senin (19/12/2016) setelah reli dolar AS terhenti.

Harga minyak West Texas Intermediate menguat 0,46% atau US$0,24 ke posisi US$52,14 per barel di New York Mercantile Exchange pada pukul 6.21 WIB. Pada perdagangan pekan lalu, WTI ditutup menguat US$1% ke posisi US$51,90 per barel.

Sementara itu, minyak Brent untuk pengiriman Februari naik menguat 0,47% atau US$0,26 ke US$55,47 di ICE Futures Europe exchange yang berbasis di London. Pekan lalu, Brent ditutup menguat US$1,19 atau 2,2% ke US$55,21 per barel.

Minyak naik untuk pertama kalinya dalam tiga hari setelah sebelumnya dolar terhenti dan perhatian bergeser kembali ke pemotongan produksi diproyeksikan.

Seperti dilansir Bloomberg, penguatan harga minyak mentah pada Jumat pekan lalu dipicu oleh melemahnya nilai tukar dolar AS. Harga minyak sebelumnya melemah karena dolar AS menguat setelah Federal Reserve menaikkan suku bunga acuan, sehingga mengurangi daya tarik komoditas bagi investor.

“Alasan utama minyak menguat adalah bahwa dolar bergerak datar,” kata Bill O’Grady, kepala strategi pasar di Confluence Investment Management, seperti dikutip Bloomberg, Jumat (16/12/2016).

“OPEC adalah mendapatkan manfaat dari keraguan dan ada harapan bahwa ekonomi akan tumbuh kuat tahun depan, sehingga akan meningkatkan permintaan,” lanjutnya.

Sementara itu, indeks dolar AS yang melacak pergerakan mata uang dolar terhadap mata uang utama lainnya terpantau melemah 0,17% atau 0,17 poin ke level 102,78 pada pukul 6.32 WIB.

lol

JAKARTA kontan. Harga bahan bakar minyak (BBM) kemungkinan besar akan naik pada awal tahun depan. Pasalnya saat ini harga BBM khususnya solar yang dijual PT Pertamina (persero) jauh lebih rendah daripada di pasar internasional.

Wakil Direktur Utama Pertamina, Ahmad Bambang bilang harga solar seharusnya sudah naik sejak Oktober 2016. Harga solar yang dijual Pertamina harusnya lebih tinggi Rp 1.200 per liter dari banderol Rp 5.150 per liter.
Bambang pun klaim Pertamina masih menanggung defisit harga solar sebesar Rp 700 per liter biarpun pemerintah masih memberikan subsidi solar sebesar Rp 500 per liter. Makanya Bambang memproyeksi pada Januari harga solar akan melonjak lebih tinggi mengingat harga minyak secara global mengalami kenaikan. “Nah itu pasti kenaikannya agak besar. Mungkin sekitar Rp 500 per liter,”kata Bambang pada Selasa (13/12).

Harga premium dan pertalite juga kemungkinan besar naik. Namun Bambang bilang kenaikan untuk premium dan pertalite tidak besar dan masih bisa ditanggung dengan keuntungan yang sudah didapat oleh Pertamina dari penjualan premium dan pertalite sampai saat ini.

“Premium masih untung. Biarpun mulai menipis,” ujar Bambang.

Untuk itu Pertamina pun menanti kebijakan pemerintah untuk kenaikan harga BBM pada tahun depan. “Pemerintah berani tidak menaikan harga mengikuti harga minyak pada awal tahun baru. Tabungan laba Pertamina tidak bisa dipakai buat tahun depan,”jelas Bambang.

Direktur Pembinaan Hilir Migas Kementerian ESDM, Setyorini Tri Hutami bilang saat ini harga minyak memang naik. Namun, dia belum bisa menyebut besaran potensi kenaikan harga BBM karena pemerintah masih menghitung kenaikan harga tersebut.

“Kalau keputusan belum tahu tapi trennya naik. Sekarang masih dihitung,”kata Setyorini.

Penentuan harga BBM memang baru akan diputuskan pada akhir Desember 2016 dengan memperhatikan tren harga dalam tiga bulan terakhir.

Direktur Keuangan Pertamina, Arief Budiman pun berharap Pertamina tidak mengalami defisit akibat menanggung harga BBM. “Tahun depan harga ditinjau tiga bulan sekali. Kalau tahun depan kan ada BBM satu harga, tentunya ada tambahan biaya. Formulanya kami lihatlah di Desember ini, Mudah-mudaha tidak ada defisit ya,”imbuhnya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: