elsa berekspansi, seh @2012, 2017 … 231211_050117


Jakarta ID- PT Elnusa Tbk (ELSA) bakal menyiapkan belanja modal (capital expenditure/ capex) senilai Rp 1 triliun tahun depan. Dana tersebut akan dimanfaatkan mendanai proyek berjalan perseroan tahun 2017.

Direktur Keuangan Elnusa Budi Rahardjo mengatakan, meskipun dianggarkan senilai Rp 1 triliun tahun depan, perseroan kemungkinan tidak menyerap seluruh anggaran tersebut dalam setahun. “Kemungkinan yang terserap tahun depan hanya mencapai Rp 500 miliar,” ungkapnya di Jakarta, baru-baru ini.

Lebih lanjut, dia menjelaskan, perseroan akan berhati-hati dalam berinvestasi tahun depan, menyusul belum adanya tender baru. Hal ini bertujuan untuk meminimalisir kerugian akibat belum pulihnya harga minyak global.

Terkait penyerapan belanja modal tahun ini, dia menjelaskan, hanya mencapai Rp 100 miliar hingga November 2016 dan diharapkan naik menuju level Rp 350 miliar hingga akhir tahun. Minimnya penyerapan tersebut tidak lepas dari belum pulihnya aktivitas migas dipicu penurunan harga minyak dunia.

Dia melanjutkan, penurunan harga minyak tidak membuat perseroan pesimistis terhadap kinerja keuangan. “Dengan keunggulan positioning dan diversifikasi usaha, kami tetap yakin terhadap bisnis perusahaan ke depan,” terangnya.

Diversifikasi terlihat dari pertumbuhan pendapatan jasa seismik, operation maintenance, dan jasa distribusi logistik. Menurut dia, ketiga usaha tersebut menjadi penopang utama bisnis perseroan tahun ini. Hingga kuartal III – 2016, Elnusa sudah mengantongi keseluruhan nilai kontrak jasa hulu migas sebesar US$ 388 juta dengan periode pengerjaan hingga beberapa tahun mendatang.

Sedangkan kontrak baru yang diraih perseroan tahun ini sebesar US$ 77 juta berasal dari jasa operation maintenance dengan kontributor utama sebesar 57% dari total kontrak baru. Jasa seismik darat berhasil membukukan performa baik dengan tumbuh sebesar 8% dari proyek 3D seismik di Jawa Barat.

Tahun depan, Elnusa juga telah siap melakukan pekerjaan seismik di beberapa daerah, di antaranya Jawa Timur, Kalimantan Tengah dan Sumatera Selatan. Jasa seismik laut yang dalam beberapa tahun ke belakang tidak aktif, kini sudah siap kembali beroperasi melalui investasi teranyar Elnusa yaitu kapal seismik ELSA Regent, salah satunya adalah proyek seismik 2D di Laut Jawa.

Dari sisi kinerja keuangan, dia menjelaskam, pendapatan usaha Elnusa terkoreksi sebesar 3,7% menjadi senilai Rp 2,5 triliun dibandingkan periode sama tahun lalu sebesar Rp 2,6 triliun. Laba bersih turun menjadi Rp 178 miliar. Penurunan dipicu atas koreksi pendapatan usaha juga turut dibebani oleh dampak kerugian selisih kurs sebesar Rp 22 miliar, berbanding terbalik dengan periode sebelumnya. “Meskipun demikian, capaian kinerja positif tetap terjaga pada laba usaha dan EBITDA yang tumbuh lebih dari 13% sebagai hasil dari efektivitas dan efisiensi di level operasional,” papar Budi Rahardjo.

 

Investor Daily

Muhammad Rausyan Fikry/MHD

Investor Daily

 

ELSA kembali membidik kontrak baru senilai USD138,74 juta untuk tahun 2012 setelah mendapatkan kontrak sebesar USD182,26 juta untuk tahun 2012.

Sumber : IPS RESEARCH
JAKARTA. PT Elnusa Tbk (ELSA) menganggarkan belanja modal alias capital expenditure (capex) secara konsolidasi untuk 2012 mendatang sebesar US$ 55 juta. “Tapi yang untuk ELSA sendiri hanya US$ 39,5 juta dan sisanya di anak usaha. Dimana mereka sendiri yang mencari pendanaannya,” kata VP Corporate Secretary ELSA Heru Samodra di Jakarta, Jumat (23/11).

Pendanaan bagi capex ELSA akan didanai dari pijaman perbankan serta kas internal. Dari US$ 39,5 juta tersebut, paling tidak ELSA sudah mengamankan dana sekitar US$ 19,5 juta yang berasal dari kas internal dan pinjaman. Sebagai catatan saja, ELSA telah mendapat pinjaman baru senilai US$ 9 juta untuk capex tahun depan dari PT Bank Central Asia Tbk dan sindikasi perbankan separti Indonesia Eximbank selaku lead arranger, Bank Chinatrust Indonesia, Bank Mizuho Indonesia dan Bank of China.

“Untuk sisa US$ 20 juta akan dibiayai dari project financing,” tambah Heru.

Capex milik anak usaha PT Pertamina ini akan lebih banyak digunakan untuk sektor oilfield services sebesar US$ 34,6 juta. Sementara untuk sektor lain yang mendukung diberikan dana senilai US$ 4,9 juta.

Tahun depan ELSA tidak menganggarkan capex bagi sektor geoscience services dan drilling services. Padahal tahun ini, ELSA telah menggunakan capex untuk kedua sektor tersebut masing-masing US$ 22,4 juta dan US$ 3,3 juta. “Kami kan tahun ini sudah fokus ke geoscience dan sekarang biar seimbang ya kami juga berikan ke sektor lainnya,” pungkas Heru.

http://investasi.kontan.co.id/v2/read/1324629838/86062/ELSA-anggarkan-capex-sebesar-US-55-juta-di-2012-

Sumber : KONTAN.CO.ID
Jakarta – PT Elnusa Tbk (ELSA) telah mengantongi kontrak sebesar US$182,26 juta untuk tahun 2012. Kontrak tersebut merupakan proyek jasa hulu migas.

“Ada tiga kontrak proyek jasa hulu migas di tahun 2012, kontrak tersebut sudah kita dapatkan sekitar 57 persen atau sama dengan 182,26 juta dolar AS,” ujar Sekretaris Perusahaan Elnusa Heru Samodra di Gedung Elnusa, Jakarta, Jumat, (23/12).

Adapun tiga kontrak proyek hulu migas tersebut, lanjutnya, didapat dari jasa geoscience (geoscience services) sebesar US$97,46 juta, untuk jasa pengeboran (drilling services) sebesar US$16,66 juta, dan jasa lapangan migas (oildfield services) sebesar US$68,14 juta.

“Kita harapkan supaya kontrak yang sudah didapatkan sebesar 57 persen dapat terlaksana dari target revenue (pendapatan) hulu migas di tahun 2012 mendatang,” tandasnya.

http://pasarmodal.inilah.com/read/detail/1811125/elsa-sudah-kantongi-kontrak-us182-jt-untuk-2012

Sumber : INILAH.COM

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: