LABA @adro … 12 Maret 201empat_011116


dollar small

 

INILAHCOM, Jakarta-PT Adaro Energy Tbk (ADRO) mencatatkan laba bersih naik 23% menjadi AU$281 juta pada kuartal III-2016.

Presiden Direktur dan CEO Adaro Energy Bapak Garibaldi Thohir mengatakan selain laba, pendapatan usaha mencapai AU$1.778 juta, turun 16% dari periode yang sama tahun lalu, karena harga jual rata-rata menurun 14% dan volume penjualan sedikit menurun hingga mencapai 40 Mt.

Produksi batubara tercatat 39,3 Mt pada Sembilan bulan terakhir posisi yang baik untuk mencapai target produksi yang ditetapkan sebesar 52 sampai 54 Mt untuk tahun 2016.

Pemulihan yang terjadi di pasar batubara adalah hal yang menggembirakan, di mana reaksi suplai masih berlanjut dan permintaan bergerak menyusul suplai untuk mendukung pergerakan pasar menuju penyeimbangan kembali.

“Kami meyakini bahwa Adaro berada di waktu dan tempat yang tepat untuk menangkap momentum ini karena perusahaan telah meningkatkan basis sumber daya dan portofolio produknya. Kami juga optimis dengan prospek batubara di jangka panjang, terutama di Indonesia dan wilayah Asia Tenggara lainnya. Kinerja perusahaan yang positif mencerminkan ketahanan model bisnis dan upaya efisiensi yang berkelanjutan, serta kesempurnaan operasionalnya,” ujar dia di Jakarta, Selasa (1/11/2016).

Menurut dia, Adaro melanjutkan upaya-upaya disiplin dan efisiensi biaya pada operasinya, sehingga pada periode ini, beban pokok pendapatan turun 22% dari periode yang sama tahun lalu. Perusahaan juga telah melakukan lindung nilai terhadap sekitar 30% kebutuhan bahan bakarnya untuk sisa tahun ini pada harga yang lebih rendah daripada harga yang dianggarkan untuk tahun 2016.

Sementara, kata dia, EBITDA operasional tetap kuat pada angka US$625 juta, atau naik 10% dibandingkan tahun lalu, sehingga menunjukkan ketahanan kinerja laba dari operasi. Marjin EBITDA operasional

tercatat sebesar 35,2%, yang tetap merupakan salah satu yang tertinggi di antara para produsen batubara Indonesia. Adaro berada di posisi yang baik untuk mencapai target EBITDA operasional sebesar US$450 juta sampai US$700 juta.

“Total aset turun 1% menjadi US$6.134 juta. Aset lancar naik 14% menjadi US$1.422 juta, terutama akibat kenaikan saldo kas. Aset non lancar turun 5% menjadi US$4,712 juta.

Perusahaan menerapkan strategi untuk terus menjaga kas dan mempertahankan arus kas yang solid,” jelas dia. [jin]

– See more at: http://pasarmodal.inilah.com/read/detail/2335692/kuartal-iii-2016-laba-adaro-tumbuh-23-persen#sthash.8Hb3V1lr.dpuf

ets-small

PT Adaro Energy Tbk (ADRO) mencatatkan kenaikan laba bersih kuartal III-2016. Laba bersih Adaro tercatat naik USD29,09 juta atau sekira 16,16%.

Melansir keterbukaan informasi yang diterbitkan perseroan di Jakarta, Selasa (1/11/2016), laba bersih Adaro kuartal ini adalah sebesar USD209,10 juta atau Rp2,71 triliun dari sebelumnya USD180,01 juta atau Rp2,34 triliun jika mengacu kurs Rp13.000 per USD.

Kenaikan laba bersih ini, tidak lepas dari untung selisih kurs karena penjabaran laporan keuangan sebesar USD3.490 adapun pada periode sebelumnya, Adro tercatat mengalami kerugian akibat selisih kurs ini sebesar USD10.004.

Pasalnya, pendapatan usaha perseroan mengalami penurunan menjadi USD1,77 juta dari sebelumnya sebesar USD2,11 juta. Meski demikian, Adaro berhasil mendapatkan pendapatan tambahan dari lini bisnis lainnya sebesar USD24.752 dari sebelumnya rugi USD10.059.

Perseroan juga mencatatkan adanya kenaikan utang meski tipis menjadi USD2.605.709 dari sebelumnya USD2.605.586. Adapun utang tersebut, terdiri dari utang jangka pendek sebesar USD579,56 ribu dan utang jangka panjang sebesar USD2,02 juta.

http://economy.okezone.com/read/2016/11/01/278/1530016/untung-kurs-bawa-laba-bersih-adaro-naik-16
Sumber : OKEZONE.COM

lol

 

Bisnis.com, JAKARTA–Emiten tambang batu bara PT Adaro Energy Tbk. mencatatkan laba bersih US$59,68 juta pada kuartal I/2016, naik tipis 1,05% dari periode yang sama tahun lalu US$59,06 juta.

Dalam laporan keuangan perseroan yang dirilis akhir pekan ini, Jumat (29/4/2016), disebutkan pendapatan usaha emiten bersandi ADRO itu terkoreksi 17,4% menjadi US$586,4 juta dari tahun sebelumnya US$710,94 juta.

Beban pokok pendapatan berhasil ditekan 20,7% menjadi US$432,36 juta dari US$545,3 juta. Sehingga, laba kotor hanya terkoreksi 6,6% menjadi US$154,07 juta dari US$165,6 juta.

Presiden Direktur dan CEO Adaro Energy Garibaldi Thohir mengatakan pasar batu bara masih tetap sulit selama tiga bulan pertama tahun ini. Sebab, pasar masih dilanda kelebihan suplai dan pertumbuhan permintaan melambat.

“Kinerja Adaro yang solid mencerminkan ketahanan model bisnisnya yang terintegrasi secara vertikal. Baik EBITDA operasional maupun laba inti tetap kuat karena bisnis inti tetap menghasilkan kinerja yang baik,” katanya.

Adaro mencatat harga jual rata-rata yang 17% lebih rendah dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu serta volume penjualan yang stabil, yaitu sebesar 13,5 juta ton, karena pasar batu bara masih sulit.

Akibatnya, pendapatan usaha turun 18% dari tahun ke tahun (y-o-y) menjadi US$586 juta. Kegiatan operasional tetap berjalan dengan baik dan perusahaan berada pada posisi yang baik untuk mencapai target produksi tahun 2016 yang telah ditetapkan pada rentang 52-54 ton.

butterfly

Bisnis.com, JAKARTA – Emiten tambang PT Adaro Energy Tbk. (ADRO) membagikan dividen tahun buku 2015 senilai US$75,49 juta setara dengan Rp996,76 miliar (kurs Rp13.204 per dolar AS).

Direktur Utama PT Adaro Energy Tbk. (ADRO) Garibaldi Thohir menuturkan perseroan membagikan dividen tunai senilai US$75,49 juta setara dengan Rp996,76 miliar. Adaro membagikan dividen sebesar 49% dari laba bersih US$152,44 juta.

Pemegang saham dalam RUPS Tahunan memutuskan cadangan dialokasikan US$1,52 juta dan US$75,43 juta sebagai saldo laba. Perseroan telah membagikan dividen interim US$35,18 juta dan US$40,30 juta sebagai dividen final.

“Tahun 2015 merupakan tahun yang sulit. Kondisi kelebihan pasokan dibarengi dengan pertumbuhan permintaan yang lemah menyebabkan harga batu bara terus jatuh. Kami selalu berupaya keras untuk dapat memberikan tingkat pengembalian yang baik kepada pemegang saham dengan membayar dividen tahunan,” kata dia, Senin (18/4/2016).

Tidak hanya itu, dalam RUPS Tahunan yang digelar Senin (18/4/2016), pemegang saham juga menyetujui untuk memberhentikan dan mengangkat kembali direksi perseroan hingga 2021.

Berikut susunan direksi Adaro Energy:

Direktur Utama: Garibaldi Thohir
Wakil Direktur Utama: Christian Ariano Rachmat
Direktur: David Tendian
Direktur: Chia Ah Hoo
Direktur: M. Syah Indra Aman
Direktur: Julius Aslan
Direktur: Siswanto Prawiroatmodjo

Emoticons0051

JAKARTA. Kinerja emiten pertambangan, PT Adaro Energy Tbk (ADRO) sepanjang tahun 2015 melambat seiring jebloknya harga batubara. Laba bersih perseroan turun 14% year on year (yoy).

Berdasarkan laporan keuangan yang dirilis ADRO, Senin (14/3), perusahaan pelat merah ini hanya berhasil mencetak laba bersih US$ 152,4 juta, atau turun 14% dari periode tahun 2014 yang mencapai US$ 177,8 juta. Penurunan laba seiring menyusutnya pendapatan sebesar 19,2% dari US$ 3,32 miliar menjadi US$ 2,68 miliar.

Kerjasama patungan perseroan juga menorehkan rugi bersih sebesar US$ 3 juta pada tahun lalu. Tak hanya itu, pendapatan keuangan ADRO juga turun dari semula US$ 25,2 juta menjadi US$ 11,8 juta.

Hanya saja, perseroan masih mampu menekan beban keuangan dari US$ 189,7 juta menjadi US$ 60,7 juta pada 2015.

Per akhir tahun 2015, total aset ADRO juga turun 7,8% jadi US$ 5,9 miliar. Lalu, liabilitas turun 17,4% yoy menjadi US$ 2,6 miliar. Ini setelah adanya penurunan utang bank jangka panjang setelah dikurangi bagian yang akan jatuh tempo setahun dari US$ 1,61 miliar menjadi US$ 1,38 miliar.

Sementara ekuitas ADRO naik 4,6% dari US$ 3,2 miliar jadi US$ 3,35 miliar. Adapun kas dan setara kas per akhir tahun lalu tercatat sebesar US$ 702,4 miliar.

spiral

JAKARTA kontan. PT Adaro Energy Tbk (ADRO) akan membagikan dividen interim tahun buku 2015 sebesar US$35,18 juta. Angka ini setara dengan Rp 481,96 miliar bagi 31,98 miliar saham ADRO.

Dalam keterbukaan infoemasi, Senin (21/12), direksi Adaro Energy menyatakan keputusan pembagian dividen interim disetujui dalam rapat direksi dan dewan komisaris tanggal 17 Desember 2015 lalu.  “Setiap pemegang saham mendapatkan US$ 0,00110 per saham yang berasal dari laba bersih perseroan dalam periode sembilan bulan yang berakhir pada 30 September 2015,” tulis manajemen ADRO dalam pengumuman yang sama.

Jadwal pembagian dividen interim tanggal 22 Desember 2015. Sementara tanggal pencatatan pemegang saham yang berhak atas dividen tunai interim tersebut pada 4 Januari 2016. Dividen akan dibagikan pada 15 Januari 2016 dengan kurs konversi yang digunakan perusahaan ini adalah kurs tengah Bank Indonesia pada tanggal 4 Januari 2016.

Bisnis.com, JAKARTA–PT Adaro Energy Tbk. (ADRO) membagikan dividen interim tahun buku 2015 senilai US$35,18 juta setara dengan Rp481,96 miliar bagi 31,98 miliar saham.

Direksi Adaro Energy menyatakan keputusan pembagian dividen interim disetujui dalam rapat direksi dan dewan komisaris pada 17 Desember 2015.

“Setiap pemegang saham mendapatkan US$0,00110 per saham yang berasal dari laba bersih perseroan dalam periode sembilan bulan yang berakhir pada 30 September 2015,” tulis manajemen dalam keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia, Senin (21/12/2015).

Jadwal pembagian dividen interim pada 22 Desember 2015. Tanggal pencatatan pemegang saham yang berhak atas dividen tunai interim pada 4 Januari 2016.

Adapun, kurs konversi menggunakan kurs tengah Bank Indonesia pada 4 Januari 2016. Dividen akan dibagikan pada 15 Januari 2016.

big-dancing-banana-smiley-emoticon

Jakarta  detik-

Harga jual batu bara di pasar internasional masih lesu. Hal ini mempengaruhi kinerja perusahaan-perusahaan batu bara dalam negeri.

Salah satunya adalah PT Adaro Energy Tbk (ADRO). Perusahaan tambang swasta itu mencatat penurunan kinerja di kuartal III-2015.

Meski kinerja melambat, Direktur Adaro Syah Indra Aman mengatakan Adaro tidak melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap pegawainya.

“Nggak ada PHK sama sekali,” katanya di acara Investor Summit, Gedung BEI SCBD, Jakarta Selatan, Selasa (10/11/2015).

Ia pun optimistis ke depan kinerja perusahaan akan membaik. Penurunan harga jual batu bara yang terjadi saat ini karena suplai yang berlebih.

“Ke depan optimis, permintaan terhadap batu bara terus naik. Soal penurunan harga itu kebanyakan karena over suplai. Kalau misalnya kita bisa secara disiplin melihat produksi batu bara tanggung jawabnya berapa, saya kira bisa melakukan efisiensi di segala bidang. Kita secara agresif menurunkan segala biaya, mengajak para kontraktor menurunkan biaya, menunda capex,” katanya.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Adaro Julius Aslan mengatakan, perusahaan akan melakukan efisiensi di segala bidang untuk memperbaiki kinerja perusahaan. Namun PHK menjadi opsi terakhir.

“Sampai hari ini belum ada rencana mengurangi jumlah tenaga kerja karena yang kita lakukan adalah cost efisiensi di segala bidang misalnya travel, training kita potong. Jadi PHK itu opsi yang paling akhir, sampai akhir ini kita belum ada rencana,” ujarnya.

(ang/feb)

doraemon

PT Adaro Energy Tbk (ADRO) membukukan laba bersih pada Quarter 3 2015 sebesar 2,64 triliun. Turun bila di bandingkan dengan periode yang sama di tahun 2014 sebesar  2,69 triliun. Dengan demikian, laba bersih per saham setara dengan Rp 82.45 per lembar.

Berikut Laporan keuangan ADRO Quarter 3 2015 :

Account Quarter 3 2015
Last Price          610
Share Out 32,0 B
Market Cap. 19.511,4 B
Balance Sheet
Cash               11.512,8 B
Total Asset 91.096,8 B
S.T Borrowing 2.641,5 B
L.T Borrowing 22.311,6 B
Total Equity 49.824,7 B
Income Statement
Revenue           30.957,9 B
Gross Profit 6.401,5 B
Operating Profit 4.696,2 B
Net. Profit        2.638,5 B
EBITDA         8.136,7 B
Interest Exp. 632,9 B
Ratio
EPS                 82,45
PER                 7,40x
BVPS                 1.557,71
PBV                 0,39x
ROA                 2,90%
ROE                 5,30%
EV/EBITDA 4,05
Debt/Equity 0,50
Debt/TotalCap 0,33
Debt/EBITDA 3,07
EBITDA/IntExp. 12,86

Sumber : IPS RESEARCH

doraemon

TEMPO.CO, Jakarta – Presiden Direktur PT Adaro Energy Tbk Garibaldi Thohir mengatakan perusahaan mampu menjaga tingkat likuiditas meskipun mengalami penurunan profitabilitas. Pendapatan yang turun ini disebabkan penurunan volume penjualan dan harga jual rata-rata.

“Saat ini profitabilitas Adaro sedang mengalami tekanan yang cukup kuat karena harga batu bara yang terus menurun,” kata Thohir dalam keterangan laporan keuangan konsolidasi unauditedperiode sembilan bulan sepanjang 2015, Sabtu, 31 Oktober 2015.

Ia menjelaskan, pendapatan perusahaan turun sebesar 16 persen menjadi US$ 112 juta. Penurunan volume penjualan juga terjadi sebesar 3 persen menjadi 41,2 juta ton dan penurunan harga jual rata-rata sebesar 14 persen.

Akan tetapi, kata Thohir, dalam kondisi ini, bisnis model Adaro telah teruji dan pencapaian menunjukkan ketangguhan model bisnisnya. Ia optimistis dapat mencapai target EBITDA tahun 2015 sebesar US$ 550-800 juta. “Kini kami terus menjalankan bisnis dan menerapkan strategi untuk memperkuat keberlanjutan bisnis inti Adaro.”

Menurut Thohir, ada tiga motor penggerak pertumbuhan perusahaan yang meliputi pertambangan batu bara, jasa pertambangan dan logistik, serta ketenagalistrikan. “Kami meningkatkan efisiensi biaya di sepanjang rantai pasokan batu bara, memperkuat unit logistik, bergerak lebih jauh ke hilir memasuki bisnis ketenagalistrikan, dan tetap membayar dividen tunai tahunan,” ujarnya.

Dalam kinerja keuangan, struktur permodalan tetap kokoh dengan rasio utang bersih sebesar 1,18 kali dan rasio utang bersih terhadap modal sebesar 0,26 kali pada September. “Kami menjaga likuiditas yang kuat dengan saldo kas US$ 785 juta untuk mengantisipasi kondisi yang sedang turun,” tuturnya.

Selain itu, Adaro dapat menurunkan biaya kas batu bara sebesar 12 persen menjadi US$ 28,73 per ton pada periode ini. Penurunan ini, kata Thohir, disebabkan nisbah kupas, biaya penanganan dan pengangkutan batu bara, serta harga bahan bakar yang lebih rendah.

Pada sembilan bulan, pendapatan bersih Adaro turun sebesar 19 persen menjadi US$ 181 juta. Adapun laba inti yang tidak termasuk komponen akuntansi non-operasional turun 21 persen menjadi US$ 228 juta. Adaro menghasilkan arus kas bebas yang positif sebesar US$ 356 juta.

ARKHELAUS WISNU

dollar small

Jakarta -Perusahaan batu bara nasional, PT Adaro Energy Tbk (ADRO) mengalami penurunan kinerja di kuartal I-2105. Ini akibat rendahnya harga batu bara.

Sepanjang kuartal I-2105, atau Januari-Maret 2015, laba bersih Adaro turun 55% menjadi US$ 59 juta, dari periode yang sama tahun sebelumnya, US$ 132 juta.

Dalam keterangan Adaro yang dikutip, Sabtu (2/5/2015), pendapatan usaha bersih Adaro turun 16% menjadi US$ 711 juta, dari periode yang sama tahun sebelumnya US$ 845 juta.

“Kesulitan dan tantangan yang terjadi di pasar baru bara masih berlanjut. Pasar masih dilanda kelebihan pasokan dan juga mencatat pertumbuhan permintaan yang terendah dalam lima tahun terakhir. Ini mengakibatkan harga batu bara tetap rendah,” kata Presiden Direktur dan CEO Adaro Energy, Garibaldi Thohir.

Pria yang akrab disapa Boy Thohir ini mengatakan, pasar batu bara diperkirakan masih akan sulit sepanjang 2015 ini. Namun dia yakin, dalam jangka panjang, bisnis batu bara dan energu tetap kuat.

Di tengah harga batu bara yang rendah ini, Boy mengatakan, Adaro akan fokus menjaga modal, melakukan efisienai, dan mengurangi utang.

“Strategi yang diambil untuk mengembangkan bisnis non pertambangan batu bara telah membantu untuk bertahan dalam kondisi pasar batu bara yang masih lemah. Kondisi sulit ini semakin memotivasi kami untuk mengembangan bisnis non pertambangan batu bara, serta meningkatkan kontribusinya terhadap perusahaan,” papar Boy.

(dnl/dnl)

gifi

 

JAKARTA kontan. Melemahnya harga batubara pada tahun 2014 membuat kinerja PT Adaro Energy Tbk (ADRO) tertekan. Pada tahun 2014, pendapatan usaha ADRO hanya naik 1% year on year (yoy) menjadi US$ 3,3 miliar. Padahal volume penjualan masih naik sebesar 7% menjadi 57 juta ton. Sepanjang tahun lalu, harga jual rata-rata turun 5% dibandingkan tahun sebelumnya.

Pelemahan industri batubara ini membuat laba bersih ADRO merosot dalam sebesar 23,59% yoy menjadi US$ 178,16 juta, dibandingkan tahun 2013 yang sebesar US$ 233,9 juta. Di sisi lain, ADRO mencatatkan kenaikan EBITDA sebesar 7% menjadi US$ 877 juta. Angka itu masih mencapai target EBITDA ADRO tahun lalu yang sebesar US$ 750 juta sampai US$ 1 milliar. Kenaikan tersebut disebabkan adanya peningkatan volume penjualan dan penurunan biaya.

Direktur Utama ADRO, Garibaldi Thohir menuturkan, harga batubara internasional mengalami penurunan 17% pada tahun lalu dengan harga rata-rata batubara di kisaran US$ 70,95 per ton. Hal ini karena adanya kelebihan pasokan batubara yang masih berlanjut.

Melemahnya permintaan domestik china dan depresiasi mata uang negara eksportir batubara terhadap dollar Amerika Serikat (AS) juga menjadi faktor melemahnya harga batubara internasional.

Menurutnya,, di tahun ini, harga batubara masih akan tertekan karena kelebihan pasokan di pasar. Namun, ia bilang, permintaan impor batubara dari India masih akan tumbuh di tahun 2015 karena tingginya pemanfaatan pembangkit listrik tenaga uap di wilayah tersebut.

“Kami akan fokus menjaga kas dan pengembangan bisnis termasuk bisnis logistik dan kelistrikan,” ujar Garibaldi dalam keterangan resmi, Rabu (11/3). Pada tahun lalu, total kas ADRO naik 9% menjadi US$ 745 juta seiring dengan upaya ADRO untuk menekan ekspansi dan menjaga dana kas.

Editor: Yudho Winarto

Emoticons0051

Laba Adaro Turun 29% Jadi Rp 2,7 Triliun

Angga Aliya – detikfinance
Jumat, 31/10/2014 16:59 WIB

Jakarta -PT Adaro Energy Tbk (ADRO) mencatat laba bersih US$ 225 juta (Rp 2,7 triliun) di triwulan III-2014. Labanya turun 29% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya US$ 315 juta.Turunnya laba karena keuntungan dari akuisisi Balangan pada sembilan bulan pertama tahun 2013 dimasukkan ke dalam komponen ini. Laba inti perseroan, yang tidak termasuk komponen akuntansi non operasional, naik 36% menjadi US$ 291 juta.”Bisnis Adaro berjalan dengan baik sepanjang tahun ini walaupun pasar batu bara masih diliputi situasi yang sulit. Kinerja perusahaan mencerminkan kekuatan dan efisiensi bisnis inti serta ketahanan model bisnisnya,” kata Presiden Direktur Adaro Energy, Garibaldi Thohir, dalam siaran pers, Jumat (31/10/2014).Pendapatan usaha Adaro naik 3% menjadi US$ 2,5 miliar karena ditopang oleh peningkatan volume penjualan sebesar 8% sementara harga jual rata-rata (average selling price – ASP) turun 5%.

Beban pokok pendapatan relatif stabil pada US$ 1,921 miliar, sehingga EBITDA naik 11% menjadi US$ 701 juta. EBITDA operasional tidak termasuk keuntungan satu kali yang diperoleh dari penjualan 35% kepemilikan atas PT Servo Meda Sejahtera (SMS) dan beban yang terkait dengan penilaian pajak sebelumnya untuk tahun keuangan 2012.

Permintaan terhadap batu bara Adaro tetap tinggi dengan volume penjualan yang meningkat 8% menjadi 42,4 Mt. Volume produksi juga meningkat sebesar 8% menjadi 41,9 Mt dan Adaro berada pada jalur yang tepat untuk mencapai panduan produksi tahun 2014 sebesar 54-56 Mt.

(ang/dnl)

big-dancing-banana-smiley-emoticon

investor daily JAKARTA – Meski mencatat penurunan laba bersih 31% menjadi US$ 172 juta selama semester I 2014, perusahaan tambang batubara PT Adaro Energy Tbk meraih kenaikan pendapatan sebesar tujuh persen pada periode yang sama.

“Laba bersih turun terutama karena dimasukannya keuntungan dari akuisisi Balangan yang dilakukan pada semester I 2013,” kata Head of Investor Relations and Corporate Secretary Division Adaro Energy, Cameron Tough dalam keterangan persnya di Jakarta, Jumat.

Ia mengatakan pendapatan Adaro pada semester pertama tahun 2014 mencapai US$ 1,69 miliar yang didukung kenaikan volume penjualan.

Selama semester I tahun 2014, volume penjualan naik 13% menjadi 28,2 juta ton karena permintaan batubara yang tetap kokoh walaupun harga jual rata-rata turun lima persen. Sementara volume produksi Adaro mencapai 27,8 juta ton atau naik 12% dibandingkan periode sama tahun 2013.

Cameron Tough menjelaskan bahwa likuiditas perusahaan tetap kuat dengan akses kas dan total fasilitas pinjaman jangka panjang yang belum digunakan mencapai US$ 1 miliar sehingga diyakini mampu menghadapi kondisi siklus yang menurun. Pencapaian ini membuat struktur modal meningkat empat persen dan kas naik 68% menjadi US$ 938 juta.

Adaro juga telah menyelesaikan fasilitas pinjaman unsecured amortizing yang baru sebesar US$ 1 miliar. “Digabungkan dengan saldo kas internal, kami berencana menggunakan dana pinjaman itu untuk pembayaran obligasi sebesar US$ 800 juta yang dikeluarkan bulan Oktober 2009 serta pembiayaan kembali fasilitas pinjaman US$ 750 juta yang ditandatangani pada Juli 2011,” ungkap Cameron Tough. (ant/gor)

Metrotvnews.com, Jakarta: PT Adaro Energy Tbk (ADRO) mencatat penurunan laba bersih sebesar 31 persen menjadi USid=”mce_marker”72 juta selama semester I-2014. Kendati laba menurun, perusahaan tambang batu bara itu meraih kenaikan pendapatan sebesar tujuhpersen pada periode yang sama.

“Laba bersih turun terutama karena dimasukannya keuntungan dari akuisisi Balangan yang dilakukan pada semester I-2013,” kata Head of Investor Relations and Corporate Secretary Division Adaro Energy, Cameron Tough, dalam siaran persnya di Jakarta, Jumat (29/8/2014).

Ia mengatakan, pendapatan Adaro pada semester pertama 2014 mencapai USid=”mce_marker”,69 miliar yang didukung kenaikan volume penjualan.
Selama semester I-2014, volume penjualan naik 13 persen menjadi 28,2 juta ton karena permintaan batu bara yang tetap kokoh walaupun harga jual rata-rata turun lima persen. Sementara volume produksi Adaro mencapai 27,8 juta ton atau naik 12 persen dibandingkan periode sama di 2013.

Cameron menjelaskan bahwa likuiditas perusahaan tetap kuat dengan akses kas dan total fasilitas pinjaman jangka panjang yang belum digunakan mencapai USid=”mce_marker” miliar, sehingga diyakini mampu menghadapi kondisi siklus yang menurun.

Pencapaian ini membuat struktur modal meningkat empat persen dan kas naik 68 persen menjadi US$938 juta. Adaro juga telah menyelesaikan fasilitas pinjaman “unsecured amortizing” yang baru sebesar USid=”mce_marker” miliar.

“Digabungkan dengan saldo kas internal, kami berencana menggunakan dana pinjaman itu untuk pembayaran obligasi sebesar US$800 juta yang dikeluarkan Oktober 2009 serta pembiayaan kembali fasilitas pinjaman US$750 juta yang ditandatangani pada Juli 2011,” ungkap Cameron.

(Ahl)

 

http://ekonomi.metrotvnews.com/read/2014/08/29/284488/laba-bersih-adaro-jeblok-31

Sumber : METROTVNEWS.COM

JAKARTA. Kinerja PT Adaro Energy Tbk (ADRO) selama Januari-Juni 2014 merosot dibanding periode yang sama tahun lalu. Emiten batubara ini membukukan penurunan laba bersih semester I-2014 sebesar 32% menjadi US$ 167,9 juta dari sebelumnya US$ 247,96 juta.

Manajemen ADRO dalam keterangan tertulisnya mengatakan, terlihat penurunan lantaran  pada pembukuan semester I-2013 silam ada keuntungan hasil akuisisi Balangan yang dicatat kedalam laporan keuangan perseroan. Toh, perusahaan mengklaim, inti bisnisnya masih memberi pemasukan US$ 210 juta, lebih tinggi 59% year on year.

Adaro mencatat, sepanjang paro pertama tahun ini mengumpulkan kenaikan pendapatan 7% menjadi US$ 1,69 miliar. Volume penjualan naik 13%, meski tergerus harga rata-rata jual yang turun 5%.

Produksi batubara Adaro naik sebesar 12% menjadi 27,8 metrik ton (MT) sepanjang Januari-Juni. Volume penjualannya juga naik 13% menjadi 28,2 MT.

Adaro juga melakukan penurunan biaya kas batubara, tidak termasuk royalti), mulai dari nisbah kupas yang lebih rendah, penurunan beban pengangkutan dan perawatan, serta pengurangan biaya penggunaan bahan bakar.

http://investasi.kontan.co.id/news/semester-i-laba-adaro-susut-32

Sumber : KONTAN.CO.ID

Adaro Energy (ADRO) mencatatkan laba bersih sebesar US$131 juta pada kuartal I-2014, melesat 336% dibandingkan periode yang sama tahun 2013 sebesar US$30 juta. Adapun pendapatan usaha pada kuartal I-2014 sebesar US$845 juta, tumbuh 14% dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya Rp741 juta. Beban pokok pendapatan turun menjadi US$599 juta. Perseroan berhasil menurunkan biaya kas batubara, hal tersebut dipacu oleh turunnya biaya angkut, biaya penanganan, harga bahan bakar yang lebih rendah, serta indikatif penurunan biaya lainnya. Dari segi operasional, perseroan berhasil membukukan peningkatan volume produksi sebesar 22% menjadi 14 juta ton pada kuartal I-2014. Sedangkan volume penjualan meningkat 23% menjadi 13,9 juta ton, seiring kuatnya permintaan batubara. (Investor Daily)

Sumber : IPS RESEARCH
PT ADARO ENERGY Tbk ( ADRO) membukukan laba bersih pada Quarter 1 2014 sebesar 1,46 triliun. Naik bila di bandingkan dengan periode yang sama di tahun 2013 sebesar 395,8 miliar. Dengan demikian, laba bersih per saham setara dengan Rp 45.73 per lembar.

Berikut Laporan keuangan ADRO Quarter 1 2014 :

Account Quarter 1 2014
Last Price          1165
Share Out 32,0 B
Market Cap. 37.263,6 B
Balance Sheet
Cash               9.456,0 B
Total Asset 78.628,2 B
S.T Borrowing 2.111,3 B
L.T Borrowing 23.996,2 B
Total Equity 37.944,4 B
Income Statement
Revenue           9.632,9 B
Gross Profit 2.797,5 B
Operating Profit 2.754,2 B
Net. Profit        1.461,2 B
EBITDA         3.609,1 B
Interest Exp. 347,9 B
Ratio
EPS                 45,73
PER                 25,48x
BVPS                 1.186,28
PBV                 0,98x
ROA                 1,86%
ROE                 3,85%
EV/EBITDA 14,94
Debt/Equity 0,69
Debt/TotalCap 0,41
Debt/EBITDA 7,23
EBITDA/IntExp. 10,37

Sumber : IPS RESEARCH
Bisnis.com, JAKARTA- Sepanjang kuartal I/2014 PT Adaro Energy Tbk. (ADRO) membukukan lonjakan pendapatan sebesar 344% dari US$30 juta atau sekitar Rp347,67 miliar menjadi US$131 juta atau setara Rp1,51 triliun secara year-on-year (y-o-y).

Dalam keterangan pers yang dirilis perseroan, Rabu (30/4/2014, ) ADRO mencatatkan kenaikan pendapatan 14% menjadi US$845 juta dari periode yang sama tahun lalu US$741. Sementara itu, pendapatan lain-lain perseroan meroket 1.107% secara y-o-y.

Mengutip laporan keuangan interim perseroan, total pendapatan lain-lain ADRO mencapai US$30,5 juta sedangkan pada triwulan I/2013 pendapatan lain-lain hanya senilai US$2,5 juta.

Hal ini disebabkan oleh keuntungan sebesar US$11,4 juta yang diperoleh dari penjualan saham PT Servo Media Sejahtera (SMS) melalui anak perusahaan Adaro, PT Alam Tri Abadi (ATA). Perseroan menjual kepemilikan sahamnya sejumlah 360.500 saham di SMS atau senilai US$25 juta.

Selain itu perseroan juga mengantongi keuntungan selisih kurs sebesar US$11,2 juta karena adanya revaluasi aset keuangan berdenominasi rupiah dan kewajiban Adaro. Pada laporan keuangan ini perseoan mencatat nilai tukar rupiah terhadap dolar AS menguat 6,4%. Padahal pada periode yang sama tahun lalu perusahaan justru merugi akibat selisih kurs hingga US$1,6 juta.

Adapun volume produksi dan penjualan batubara perseroan tercatat naik. Selama 3 bulan pertama tahun ini volume produksi perseroan meningkat 22% dari 11,4 juta ton menjadi 14 juta ton. Sementara itu volume penjualan menguat 23% ke level 13,9 juta ton dibandingkan tahun sebelumnya 11,2 juta ton.

Editor : Linda Teti Silitonga
ADARO ENERGY (ADRO) Bagikan Dividen Rp872 miliar
Ardhanareswari AHP – Minggu, 27 April 2014, 17:00 WIB

bisnis.com
Pada 2013 EBITDA (laba sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi) operasional turun 23% menjadi US$860 juta.
Bisnis.com, JAKARTA – PT Adaro Energy Tbk. (ADRO) membagikan dividen tunai sebesar 32,15% laba bersih tahun 2013 senilai US$75,17 juta atau setara dengan Rp872,04 miliar (kurs tengah Rp11.601 per dolar AS).

Jika dibandingkan dengan 2012, dividen yang dibagikan ADRO merosot 35,8%. Untuk tahun buku 2012 Adaro membagikan dividen hingga US$117,07 juta. Kala itu laba tahunan perseroan anjlok 30%. Sementara itu tahun 2013 laba Adaro terpuruk hingga 40,18%.

Presiden Direktur Adaro Garibaldi Thohir mengatakan sektor batubara memang tengah menghadapi siklus menurun. Namun, menurutnya Adaro selalu berusaha membagikan dividen. “Sejak IPO pada 2008 sampai dengan saat ini, kami selalu melakukan pembayaran dividen kepada pemegang saham,” katanya.

Adapun dalam rapat itu pemegang saham juga menyetujui alokasi US$153,75 juta dari laba bersih untuk tahun buku 2013 sebagai laba ditahan perseroan. Sementara itu tahun ini perseroan harus menyetorkan royalti sebesar US$348 juta.

Tahun lalu pendapatan perseroan turun 11,82% dari US$3,72 miliar pada 2012 menjadi US$3,28 miliar. Adapun pada 2013 EBITDA (laba sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi) operasional turun 23% menjadi US$860 juta.

Editor : Fatkhul Maskur
Adaro tebar dividen tunai final US$ 75,17 juta
Oleh Veri Nurhansyah Tragistina – Jumat, 25 April 2014 | 11:54 WIB

JAKARTA. PT Adaro Energy Tbk (ADRO) membagikan dividen tunai final US$ 75,17 juta untuk tahun buku 2013. Jumlah tersebut mencerminkan rasio pembayaran dividen 32,15% dari laba bersih 2013 yang US$ 231,23 juta.

Jumlah ini sudah termasuk dividen interim senilai US$ 40 juta yang dibayarkan Adaro pada 16 Januari 2014 lalu. “Sejak IPO (Penawaran Saham Perdana) tahun 2008, kami selalu melakukan pembayaran dividen kepada para pemegang saham,” kata Garibaldi Thohir, Presiden Direktur Adaro, Jumat (25/4).

Kinerja Adaro di tahun lalu sebenarnya jauh dari memuaskan. Laba bersih Adaro turun 40% dari US$ 385,35 juta di 2012 menjadi US$ 231,23 juta. Sementara pendapatan Adaro juga turun 11,56% year-on-year (yoy) menjadi US$ 3,29 miliar di 2013.
Editor: Barratut Taqiyyah
Alami penurunan Laba Bersih, Saham Adaro Juga Ikut Merosot
Selasa, 11 Maret 2014 18:31 WIB

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – PT Adaro Energy Tbk (ADRO) membukukan penurunan laba bersih 2013 sebesar 40 persen menjadi 229 juta dolar AS dari capaian 2012 yang sebesar 383 juta dolar AS.
Presiden Direktur dan CEO PT Adaro Energy Tbk, Boy Garibaldi Thohir mengatakan, penurunan laba bersih karena tekanan harga batu bara pada 2013.
“Penurunan laba bersih 2013 sebesar 40 persen disebabkan oleh penurunan harga jual rata-rata batubara,” kata Thohir dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Selasa (11/3/2014).
saat harga batubara @80 / ton
Pendapatan usaha bersih perseroan juga turun 12 persen dari 3,72 miliar dolar AS menjadi 3,28 miliar dolar AS pada 2013.
Selain itu, laba sebelum pajak atau Ebitda perseroan pada 2013 tercatat sebesar 822 juta dolar AS atau turun 25 persen ketimbang capaian pada 2012.
Praktis saham Adaro juga tergerus saham emiten pertambangan batubara itu juga turun 35 bps atau 3,50 persen dengan berada pada level Rp 965 per saham pada perdagangan hari ini.
Saham Adaro diperdagangkan dengan harga tertinggi Rp 1010 per saham dan harga terendah sebesar Rp 960 per saham.
Ini kurs acuan dividen interim ADRO
Oleh Oginawa R Prayogo – Kamis, 02 Januari 2014 | 17:38 WIB

kontan

JAKARTA. PT Adaro Energy Tbk (ADRO) akan membagikan dividen interim 2013. Nilai dividen yang dibagikan US$ 39,98 juta atau US$ 0,00125 per saham.
Devindra Ratzarwin, Sekretaris Perusahaan ADRO menginformasikan pembagian dividen interim tersebut mengacu pada kurs tengah Bank Indonesia pada 2 Januari 2014 yang sebesar Rp 12.242 per Dollar Amerika.
“Dengan demikian jumlah keseluruhan dividen tunai yang akan dibagikan dalam mata uang rupiah sebesar Rp 489,38 miliar untuk 31,98 juta lembar saham atau setara Rp 15,3 per saham,” ujar Devindra dalam keterbukaan informasinya di Bursa Efek Indonesia, Kamis (2/1).
Adapun pemegang saham yang berhak mendapat dividen harus tercatat per 2 Januari 2014. Masa cum dividen 24 Desember 2013. Sementara, pembagian dividen 16 Januari 2014.

Editor: Asnil Bambani Amri

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: