el$a beraksikorpora$1 … 121113_2901201empat_290916


ezgif.com-resize

JAKARTA ID– PT Elnusa Tbk (ELSA) semakin giat membidik kontrak-kontrak baru untuk menggantikan kontrak dari Total E&P Indonesie yang semakin menurun. Perseroan terkena imbas berkurangnya aktivitas Total E&P, terutama di bidang investasi, karena Total harus menyerahkan ladang minyaknya kepada PT Pertamina tahun depan.

Direktur Keuangan Elnusa Budi Raharjo mengungkapkan, selama bertahun-tahun perseroan mendapatkan kontrak cukup besar dari Total E&P. Perseroan perlu berjuang mencari pengganti kontrak dari Total E&P sejak tahun ini hingga 2017.

“Kami mencari banyak kegiatan. Sebagian telah kami dapatkan penggantinya dengan mendapatkan kontrak operation and maintenance dari Pertamina, BP Indonesia dan Conoco Philips,” ujar Budi di Jakarta, Selasa (27/9) malam.

Dia mengaku bahwa hal itu membuat perseroan kurang optimistis dengan kinerja tahun ini. Selain faktor berkurangnya kontrak dari Total E&P, perusahaan-perusahaan minyak dan gas (migas) lainnya masih menahan ekspansinya.

Di tengah tantangan industri migas, saat ini perseroan berhasil mendapatkan kontrak baru sebesar US$ 60 juta. Kontrak baru Elnusa berasal dari kegiatan drilling and oilfield services (DOS) di dalam negeri dan Brunei. Perseroan akan fokus mencari kontrak baru dari proyek-proyek di regional.

Sebenarnya, pemegang saham perseroan, Pertamina mengajak Elnusa untuk ikut tender di ladang minyak Aljazair. Tetapi perseroan memutuskan untuk tidak berpartisipasi pada tender tersebut.

Di luar pasar regional, Budi menuturkan bahwa perseroan mulai memasuki pasar migas di India. “Tapi itu bukan pekerjaan peralatan, tetapi konsultan teknikal,” ungkapnya.

Dia mengakui bahwa pasar migas di India besar dan prospektif. Namun, Elnusa memilih untuk berhati-hati masuk ke India karena belum memahami benar kondisi pasar di sana.

Lebih lanjut Budi mengungkapkan, India merupakan negara yang paling aktif menggarap pasar migasnya. Harapan pasar migas perseroan sebelumnya, Myanmar, ternyata banyak menunda proyek-proyek migas karena pertimbangan harga minyak yang masih rendah.

Elnusa meraih laba bersih semester I–2016 sebesar Rp 145 miliar, meningkat 9,2% dari realisasi periode sama tahun lalu sebesar Rp 133 miliar. Sementara pendapatan perseroan turun 5,1% dari semester I tahun lalu menjadi sebesar Rp 1,7 triliun.

Budi mengungkapkan, efisiensi struktur biaya menjadi strategi dalam menyikapi situasi industri saat ini. Elnusa mampu menekan beban pokok pendapatan sebesar 8,0% sehingga menghasilkan peningkatan laba kotor Elnusa sebesar 9,7% menjadi Rp 324 miliar.

Laba usaha perseroan meningkat 35,8% menjadi sebesar Rp 232 miliar karena penurunan beban usaha sebesar 35% yang juga menghasilkan peningkatan EBITDA sebesar 23,6% menjadi Rp 377 miliar. Marjin laba kotor, laba usaha dan EBITDA juga membaik menjadi masing-masing 18,9%, 13,6% dan 22,0% pada semester I-2016. (fik)

ets-small

JAKARTA. Tren rendahnya harga minyak global membuat aktivitas pengeboran minyak dan gas menurun. Kondisi ini turut mempengaruhi bisnis PT Elnusa Tbk (ELSA) sehingga perseroan perlu melakukan diversifikasi bisnis guna menjaga kualitas kinerja keuangannya.

Destya Faishal, analis Phillip Securities menjelaskan, selain efisiensi, upaya ELSA untuk mendiversifikasi bisnisnya guna memperkuat performa keuangannya sepertinya menarik. Salah satu hal yang perlu digarisbawahi adalah upaya ELSA untuk meningkatkan pangsa pasarnya.

ELSA akan lebih fokus pada jasa maintenance ketimbang jasa pengeboran di tengah situasi seperti saat ini. Soalnya, rendahnya harga minyak juga sudah diprediksi akan menurunkan pendapatan sisi bisnis upstream ELSA,” jelas Destya.

Dengan rencana itu, pangsa pasar ELSA diprediksi akan meningkat jadi 8% hingga 10% tahun ini. Selama ini, pangsa pasar ELSA sekitar 5%.

ELSA juga membeli kapal seismic untuk keperluan survey bawah laut. “Ini juga bagus untuk menunjang bisnis ELSA karena hanya sedikit perusahaan yang memiliki komptensi melakukan kegiatan ini,” imbuh Destya.

Dengan segala rencana yang dilakukan ELSA, Destya memprediksi ELSA akan mencatat pendapatan Rp 3,68 triliun. Sementara, laba bersihnya diprediksi Rp 577,5 miliar.

Terkait pembelian kapal seismic, analis Trimegah Securities Willinoy Sitorus memprediksi akan ada tambahan pendapatan cukup signifikan dari bisnis ini. Tambahan pendapatannya juga mungkin bisa dirasakan dalam waktu dekat.

Menggunakan asumsi tarif sewa kapal seismic US$ 200.000 per hari, maka ELSA berpotensi meraup pendapatan Rp 964 miliar per tahun melalui bisnis ini.

“Pendapatan dari bisnis ini bisa terefleksikan mulai kuartal kedua tahun ini. Ini juga merupakan efek dari kebijakan pemerintah yang ingin memenuhi konten lokal dan asas cabotage dalam aktivitas kapal, khususnya aktivitas kapal oil & gas dalam negeri,” tulis Willinoy dalam riset 4 April lalu.

Di tengah sentimen positif yang berasal dari faktor internal ELSA, menurut Destya lebih cocok sell ELSA dengan target harga Rp 484 per saham. Belum ada valuasi lanjutan dari Willinoy.

Terakhir dia merekomendasikan buy ELSA dengan target harga Rp 400 per saham. Sementara, analis DBS Vickers Securities William Simadiputra memberikan rating fully valued, target harga Rp 400 per saham.

http://investasi.kontan.co.id/news/prospek-elsa-di-balik-diversifikasi-bisnis
Sumber : KONTAN.CO.ID

new-chin-year-dragon-02

JAKARTA ID – PT Elnusa Tbk (ELSA) bakal mengerem ekspansi akibat berlanjutnya penurunan harga minyak dunia. Pengurangan ekspansi ini sejalan dengan keputusan sebagian besar produsen minyak untuk menurunkan ekspansi tahun ini.

 

Direktur Keuangan Elnusa Budi Rahardjo mengungkapkan, perseroan awalnya berencana mencari dana hingga Rp 1 triliun untuk memenuhi kebutuhan seluruh investasi tahun ini. Namun keinginan ini bakal tertunda akibat industri minyak masih turun. Perseroan juga tidak bisa terlalu agresif membeli aset.

 

“Aset dapat menjadi mesin penghasil uang apabila industri sedang bagus. Sebaliknya saat industri sedang lesu, aset bisa menjadi beban. Oleh karena itu, kami memutuskan tidak agresif membeli aset tahun ini,” ujarnya di Jakarta, pekan lalu.

 

Perseroan, menurut Budi, sudah melakukan penyesuaian nilai aset (impairment) beberapa kali akibat penurunan harga minyak. Tahun ini pun, perseroan akan merealisasikan impairment.

Terkait rencana ekspansinya di Iran, Budi menjelaskan, perseoan tetap berusaha untuk mendapatkan kontrak. Meski, hal tersebut dinilai masih sulit. “Mungkin kontrak luar negeri yang dapat bukan Iran duluan, tetapi Brunei,” ujarnya.

kata tjuta ozSMALL

Di negara ini, perseroan bakal menggarap proyek studi seismic onshore. Sementara itu, Elnusa bakal bekerjasama dengan Chevron dan PT Pertamina untuk mengembangkan pembangkit listrik tenaga flare gas. Kedua perusahaan nantinya menyediakan flare gas dan perseoran menjadi operator pembangkit listriknya.

 

Direktur Utama Elnusa Tolingul Anwar mengatakan, perseroan didorong oleh Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) untuk mengembangkan teknologi tersebut. Selama ini,flare gas adalah limbah yang selalu menjadi isu lingkungan.

 

“Sekarang akan kita manfaatkan menjadi tenaga listrik,” jelasnya.

 

Proses pengembangan pembangkit listrik tenaga flare gas tergolong progresif. Menurut dia, perseroan sedang mempersiapkan administratif dengan pihak-pihak terkait, termasuk dengan perusahaan luar negeri yang menjadi mitra dalam mengembangkan proyek itu.

 

Potensi flare gas di Indonesia mencapai 200 million standard cubic feet of gas per day (mmscfd). Anwar memandang jumlah itu cukup potensial karena setiap 0,5 mmscfd gas flare bisa memproduksi listrik sebesar 700 Kilo Volt Ampere (KvA) – 800 KvA. “Jadi sangat signifikan,” jelasnya. (fik)

Emoticons0051

JAKARTA ID – PT Elnusa Tbk (ELSA) bakal bekerjasama dengan Chevron dan PT Pertamina untuk mengembangkan pembangkit listrik tenaga flare gas. Nantinya, kedua perusahaan tersebut akan menyediakanflare gas dan perseroan menjadi operator pembangkit listriknya.

Direktur Utama Elnusa Tolingul Anwar mengungkapkan, pihaknya didukung oleh Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) untuk mengembangkan teknologi tersebut. Selama ini, flare gas adalah limbah yang selalu menjadi isu lingkungan.

“Sekarang akan kami manfaatkan menjadi tenaga listrik,” jelasnya di Jakarta, Kamis (28/4).

Dia melanjutkan, proses pengembangan pembangkit listrik tenaga flare gas cukup progresif. Perseroan sedang dalam persiapan administratif dengan pihak-pihak terkait, termasuk dengan perusahaan luar negeri yang bakal menjadi mitra dalam mengembangkan proyek tersebut.

Potensi flare gas di Indonesia mencapai 200 million standard cubic feet of gas per day (mmscfd). Anwar memandang jumlah itu cukup potensial karena setiap 0,5 mmscfd gas flare bisa memproduksi listrik sebesar 700 Kilo Volt Ampere (KvA) – 800 KvA. “Jadi sangat signifikan,” jelasnya.

Menurut Anwar, pembangkit listrik tenaga flare gas dapat menggantikan pembangkit listrik tenaga diesel milik perusahaan-perusahaan minyak. Sehingga, perusahaan-perusahaan tersebut dapat lebih efisien dan membuat perusahaan migas bisa lebih kompetitif.

Namun, Anwar mengungkapkan bahwa flare gas terdapat di sumur-sumur terpencil sehingga perseroan membuat pembangkit listrik portable. Selain itu, produksi flare gas juga tidak kontinyu karena cepat habis. Perseroan akan membuat pembangkit listrik jenis itu di berbagai wilayah di Indonesia yang memiliki flare gas.

Apabila flare gas di satu sumur habis, maka perseroan akan memindahkan pembangkit listriknya ke sumur lain yang masih memproduksi flare gas. Elnusa akan membangun pembangkit listrik melalui anak usahanya di sektor pembangkit listrik.

Anwar memandang bahwa kondisi indusri migas global saat ini masih lemah. Tetapi dia optimistis bahwa masih ada peluang di industri tersebut. Sementara itu, pemegang saham sepakat untuk menggunakan 20% dari laba bersih perseroan tahun lalu atau sebesar Rp 75 miliar sebagai dividen. Jumlah itu setara dengan Rp 10,2 miliar per saham. Manajamen perseroan menjelaskan, dividen bakal dibagikan paling lambat pada awal Juni tahun ini.

big-dancing-banana-smiley-emoticon

Logo Baru Elnusa Menuju Energy Services Company
Posted on September 13, 2013 by Eva Martha Rahayu
SWA
Bertepatan dengan hari jadinya yang ke-44 tahun, PT Elnusa Tbk. meluncurkan logo dan identitas baru perusahaan sebagai pertanda perubahan visi – misi dan tekad manajemen untuk menjadi perusahaan terpercaya di bidang jasa industri energi.

Selain peluncuran logo baru, Elnusa pun merilis ‘Elnusa Care’ , ‘Elnusa Office Longue’, ‘Equipment is My Life,‘Elnusa Project Monitoring System, acara talk show HSE Sharing Knowledge dan penganugerahan QHSE Awards, serta program CSR Bantuan Beasiwa dan Santunan Dhuafa.

“Perayaan HUT ke-44 Elnusa ini adalah yang terbesar sepanjang sejarah sejak berdiri dan melibatkan lebih banyak karyawan secara langsung termasuk yang di daerah operasi via video teleconference. Hal ini bukan tanpa alasan, karena pada ulang tahun kali ini meluncurkan logo dan identitas baru perusahaan yang sejalan dengan visi dan misi baru serta memperteguh business repositioning Elnusa sebagai perusahaan jasa energi terpercaya,” kata Elisa Massa Manik, Presiden Direktur PT Elnusa Tbk.

Selain itu, tahun 2013 juga ditetapkan sebagai Tahun Sumber Daya Manusia (Year of HR) yang berfokus pada peningkatan kompetensi, daya saing dan integritas setiap insan Elnusa.

Elnusa Care dengan nomor telepon hotline 500 545, sebuah layanan call center dan informasi untuk seluruh karyawan Elnusa mengenai benefit-benefit yang terkait dengan karyawan, seperti asuransi jiwa dan kesehatan, informasi rumah sakit, bantuan kelahiran, pemakaman, pengembangan SDM, pelatihan, karir, profil kompetensi, kesejahteraan karyawan, penyelesaian perselisihan, dsb.

Elnusa Office Longue adalah sebuah fasilitas berkantor di gedung Graha Elnusa di lantai 8 yang didedikasikan khusus untuk para karyawan yang bekerja di daerah operasi manakala mereka sedang bertugas di kantor pusat Jakarta. Berbagai fasilitas seperti ruang kerja komputer, locker room, family room with cable TV, meeting room, library, pantry, ruang lesehan serta meja kursi ala longue dengan wi-fi untuk mereka rileks sambil berdiskusi.

Dijelaskan Elisa, logo baru Elnusa ini awalnya telah melalui proses survei opini karyawan, direksi dan segenap stakeholder Elnusa yang mengerucut kepada tiga hal pokok yaitu Integritas, Energi, dan Independen.

Struktur bentuk logo bulat, bermakna dinamis dan sempurna. Elnusa sebagai perusahaan jasa, memiliki semangat dan kekuatan besar yang secara dinamis berperilaku responsif, adaptif, dan inovatif untuk memenuhi kebutuhan dan kepuasan pelanggan. Kesempurnaan adalah komitmen dan integritas Elnusa untuk membangun negeri melalui bisnis energy services.

Konfigurasi gradasi ketebalan garis menciptakan impresi kecepatan berputar yang mengartikulasikan continuous improvement dalam penguasaan teknologi, peningkatan mutu sumberdaya insani, yang menghasilkan profesionalisme yang terpercaya guna mengakselerasi pertumbuhan bisnis dan pengembangan usaha.

Logo baru
Komposisi warna yang terdiri dari biru, merah, dan hijau merupakan cerminan karakteristik dan nilai Elnusa. Biru: teknologi, modern, dan synergy. Merah: energi, semangat, dan respectful (dapat diandalkan). Hijau: humanis, ramah lingkungan dan clean (jujur, integritas).

Tulisan ‘elnusa’ sebagai ‘logotype Elnusa’ menggunakan huruf Frutiger SAIN Bd v.1, memberi kesan ramah (lowercase/huruf kecil) dan tegas (bold/tebal).

Elnusa adalah perusahaan jasa energi terpadu, dengan kompetensi inti di jasa hulu migas yaitu jasa seismik (geoscience services), jasa pemboran (drilling services) dan jasa pemeliharaan lapangan migas (oilfield services). Saat ini Elnusa melayani perusahaan migas nasional mau pun multinasional, antara lain Pertamina Group, Total E&P Indonesie, Chevron, dan Vico Indonesia.

Kini, Elnusa memiliki 6 anak perusahaan yang bergerak dalam bisnis jasa hilir migas dan jasa penunjang migas. Saham ELNUSA saat ini dimiliki oleh PT Pertamina (Persero), dan PT Benakat Petroleum Energy Tbk serta sebagian oleh publik. (EVA)

doraemon
Topsaham – PT Elnusa Tbk (ELSA) dan PT Elnusa Patra Ritel mendidrikan anak perusahaan baru bernama PT Elnusa Trans Samudera pada akhir pekan lalu. Anak perusahaan bergerak di bidang jasa marine support, yang secara spesifik memeberikan jasa pendukung operasional kegitan perusahaan yang bergerak di bidang energi lepas pantai, termasuk perusahaan di bidang minyak dan gas (migas).

Kepemilikan saham perseroan di anak perusahaan baru itu sebesar 90 persen. Transaksi pendirian anak perusahaan baru itu merupakan transaksi afiliasi yang dikecualikan sesuai dengan ketentuan dalam Peraturan Bapepam & LK tentang Transaksi Afiliasi dan Benturan kepentingan Transaksi Tertentu.

Dalam keterangannya di keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (12/11/2013) disebutkan, Elnusa sepanjang sembilan bulan pertama tahun ini membukukan laba bersih mencapai Rp117,8 miliar atau naik 48 persen dari Rp79,5 miliar pada kuartal III tahun sebelumnya. Laba bersih tersebut sekitar 85,36 persen dari target perseroan hingga penghujung tahun ini sebesar Rp138 miliar.

Perseroan juga telah mendapatkan total kontrak senilai USD105 juta dari segmen jasa seismik atau eksplorasi. Kontrak baru itu diperoleh pada bulan Agustus 2013. Sebanyak 70 persen nanti carry over ke tahun berikutnya. Dengan adanya tambahan kontrak baru ini, diharapkan seismik tahun depan bisa memperoleh sekitar USD160-180 juta.

http://www.topsaham.com/new1/index.php?option=com_content&view=article&id=9341:elnusa-bentuk-perusahaan-baru-&catid=39:makro

Sumber : TOPSAHAM.COM

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: