adro, DICERMATI lage, tukh … 200211_010716


new-chin-year-dragon-02

Jakarta ID- Moratorium atau penghentian sementara pengiriman batu bara dari Indonesia ke Filipina menyusul aksi penyanderaan kelompok separatis Abu Sayyaf terhadap warga negara Indonesia (WNI), tidak berdampak signifikan kepada industri komoditas tersebut di Tanah Air, termasuk pada emiten berbasis batu bara di lantai bursa.

“Filipina mengimpor sekitar 15 juta ton batu bara pada 2015, sekitar 4 persen dari produksi Indonesia 383 juta ton, sehingga dampaknya pada produksi nasional akan terbatas,” kata Retail Research-Technical Analyst PT Mandiri Sekuritas, Hadiyansyah di Jakarta, Selasa (28/6).

Sementara bagi Filipina, impor batu bara dari Indonesia sekitar 70 persen dari total impor negara itu atau senilai US$ 800 juta.

Sebelumnya Indonesia memutuskan melanjutkan moratorium ekspor batu bara ke Filipina hingga ada jaminan keamanan dari pemerintah setempat, setelah tujuh pelaut Indonesia diculik dan disandera di Laut Sulu.

Sementara dampak bagi emiten batu bara di Bursa Efek Indonesia (BEI), Hadiansyah mengatakan, PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) memiliki eksposur terbesar ke Filipina, sekitar 8 persen dari total penjualan, sedangkan PT Adaro Energy Tbk (ADRO) sebesar 2-3 persen, dan PT Tambang Batubara Bukit Asam Tbk (PTBA) kurang 1 persen. “Rata-rata eksposur emiten kita ke Filipina kecil, sehingga pengaruh moratorium sangat terbatas,” kata dia.

Adapun saham ITMG masih berada pada tren bullish (naik) dengan range perdagangan(support-resistance) jangka pendek Rp 8.200-Rp 8.900. Di sisi lain, saat ini saham ADRO masihsideways dengan support-resistance Rp 800-Rp 850 dan PTBA berada pada tren bullish (naik) dengan support-resistance Rp 7.500-Rp 8.000.

Whisnu Bagus Prasetyo/WBP

BeritaSatu.com

lol

ADRO Isyaratkan ‘Rebound’ Jangka Menengah

Oleh: Ahmad Munjin
Rabu, 16 Februari 2011 | 10:49 WIB

INILAH.COM, Jakarta – Laju saham ADRO, Rabu (16/2) diprediksi naik tipis. Tapi, untuk jangka menengah mengisyaratkan rebound. Secara fundamental, punya peluang naik ke level Rp2.850 di 2011.

Praska Putrantyo, analis Infovesta Utama mengatakan, potensi penguatan saham Adaro Energy (ADRO.JK) hari ini didukung faktor teknikal yang menunjukkan penguatan. Apalagi, saham ini memiliki gap di level Rp2.650, sehingga berpotensi rebound menuju level tersebut.

Namun, apresiasi cenderung terbatas karena koreksi harga minyak mentah dunia ke level US$85 per barel akan memicu pelemahan harga batu bara. Meski diperkirakan harga batu bara tidak akan jauh dari level US$120 per metrik ton. “Saya rekomendasikan, trading buy ADRO. Bagi investor jangka panjang, jangan ragu untuk melakukan pembelian di saham ini,” katanya kepada INILAH.COM.

Pada perdagangan Senin (14/2) saham ADRO ditutup menguat Rp50 (2,10%) jadi Rp2.425 dengan intraday tertinggi mencapai Rp2.425 dan terendah Rp2.375. Volume transaksi mencapai 26,6 juta unit saham senilai Rp63,8 miliar dan frekuensi 1.293 kali. Berikut wawancara lengkapnya.

Setelah menguat Rp50, bagaimana Anda memperkirakan, laju saham ADRO hari ini?

Saya melihat potensi penguatan di saham ini. Salah satunya karena faktor teknikal. Saham ini sudah kuat dalam posisi balik arah (reversal) naik. Sebab, ADRO memiliki gap di level Rp2.650.Karena itu, sambil mencermati laporan keuangan kuartal IV/2010, saham ini berpotensi rebound menuju level tersebut.

Akan bergerak di kisaran berapa?

Untuk Rabu (16/2) ini, ADRO.JK akan bergerak terbatas dalam kisaran support Rp2.375 hingga resistance Rp2.450. Setelah itu bisa terjadi profit taking terlebih dahulu di pekan depan. Sedangkan dalam sepekan ke depan, ADRO akan bergerak di kisaran support Rp2.250 dan resistance Rp2.500. Secara fundamental saham ini punya peluang menguat ke level Rp2.850 di 2011 ini.

Bagaimana dengan faktor valuasi?

Potensi penguatan ADRO juga mendapat dukungan dari faktor ini. Memang, Price Earning Ratio (PER) ADRO berada di level 30 kali per September 2010 yang relatif lebih tinggi dibandingkan PER emiten lain di sektor yang sama. Tapi, pasar melihat fundamental ADRO dalam setahun ke depan dari sisi outlook harga batu bara. Karena itu, PE 30 kali belum mencerminkan posisi fundamental ADRO saat ini. PER ADRO bisa berada di bawah 30 kali.

Apa yang menyebabkan PER ADRO bisa turun?

Sebab, ADRO juga akan meningkatkan produksi setelah tahun lalu terhambat faktor cuaca. Perseroan sedang gencar melakukan ekspansi di 2011 ini. Target produksi batu bara perseroan di 2011 naik 9,5-13,7% mencapai 46-48 juta ton ketimbang 2010 yang mencapai 42,2 juta ton.

Sentimen market bagaimana?

Dari sisi ini, juga masih mendukung penguatan ADRO. Sebab, dalam pekan ini, indeks masih akan terus melanjutkan penguatan. Sebab, kerusuhan politik di Mesir sudah berakhir seiring Presiden Mesir Husni Mubarak yang dinyatakan mengundurkan diri. Secara teknikal pun, market berada dalam momentum pembalikan arah menguat setelah sepekan terakhir melemah.

Tapi di sisi lain, seiring berakhirnya krisis politik di Mesir, harga minyak mentah dunia justru turun ke level US$85,17 per barel $. Tapi, harga batu bara tidak turut melemah tajam sehingga harganya relatif stabil di kisaran US$120 per metrik ton. Karena itu, penguatan ADRO Rabu (16/2) ini jadi terbatas. Apalagi, saham ini sudah mengalami penguatan sebelumnya.

Hingga level berapa potensi penurunan harga batu bara sehingga berpengaruh negatif bagi ADRO?

Saya optimistis, harga batu bara tidak akan turun lebih jauh lagi. Sebab, banjir di Australia belum ada penyelesaian lebih lanjut hingga Australia bisa kembali memproduksi batu baranya. Kondisi itu mendongkrak harga batu bara. Dari sisi harga, produsen batu bara Indonesia seperti ADRO diuntungkan. Apalagi, kebutuhan batu bara dari China dan India sangat besar. Selain, dari sisi transportasi, RI sangat diuntungkan karena lebih dekat dengan negara tujuan ekspor dibandingkan Australia.

Apa rekomendasi Anda untuk ADRO?

Untuk jangka menengah, saham ini mengisyaratkan rebound. Saya rekomendasikan, trading buy ADRO. Bagi investor jangka panjang, jangan ragu untuk melakukan pembelian di saham ini. [ast]

TAMBANG, 04 Februari 2011 | 05.10
Siasati Curah Hujan, Produksi ADRO Naik 4%
Abraham Lagaligo
abraham@majalahtambang.com

Jakarta – TAMBANG. Curah hujan yang cenderung abnormal dan mencapai rekor tertinggi pada Kuartal ke-4 2010, berhasil disiasati PT Adaro Energy Tbk (ADRO). Terbukti, perseroan tetap mampu mempertahankan bahkan meningkatkan volume produksi batubaranya pada 2010.

Tercatat pertumbuhan produksi tahunan ADRO untuk tahun ke-19, meningkat sebesar 4% hingga mencapai 42,2 juta ton, atau 94% dari target yang ditetapkan sebesar 45 juta ton.

Seperti disampaikan dalam Laporan Operasional Kuartal IV-2010 ADRO, produksi dari pit yang baru yakni tambang Wara, tidak terpengaruh oleh cuaca buruk tersebut. Karena tambang ini masih berada pada tahap pengembangan awal dan nisbah kupasnya rendah.

Pada 2011, produsen batubara yang terkenal dengan merek dagangnya Envirocoal ini, berencana untuk meningkatkan produksi sekitar 46-48 juta ton, termasuk 4-5 juta ton Envirocoal-Wara. Produk baru ini terus mendapat permintaan yang tinggi dari beberapa negara seperti India, China, Korea Selatan dan dari dalam negeri.

Sepanjang 2010, pemindahan lapisan penutup (overburden removal) mencapai 60,35 juta bcm, yang tercatat sebagai rekor kinerja kuartalan perusahaan yang tertinggi.

Dengan adanya peningkatan fleksibilitas dan tingkat utilisasi yang diperoleh dari tiga kontrak jasa angkutan tongkang ADRO yang baru, biaya angkutan atas tonase yang tercakup dalam kontrak yang baru menurun sebesar 15%.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: