ef1s1en$1 @ braU … 020914_230616


lol

Jakarta —  PT Darma Henwa Tbk (DEWA) telah mengakhiri kontrak penambangan di proyek batubara Binungan Timur, Kalimantan Timur, milik PT Berau Coal.

Kontrak yang berakhir sebagai berikut:

1. Overburden stripping work contract for Binungan Mine Operation (BMO) Blok 7 East Pit H number 002/AMD/200/40.M00.620/26/BC/III-11/PP
2. Coal Hauling Contract for Binungan Mine Operation (BMO) Blok 7 East Puit H number 002/AMD/200/40.MOO.620/BC/III-11/PP
3. Heavy equiptment Services Contract for Binungan Mine Operation (BMO) Blok 7 number 021/BC-DH/DIR/AGR-MCM/IX/2012.

“Dalam surat keterbukaan perseroan tertanggal 26 November 2016 dinyatakan bahwa proyek batubara Binungan Timur dianggap kurang feasible untuk dilanjutkan, sehingga perseroan dan Berau sepakat untuk memeroses pengakhiran kontrak tersebut,” kata Direktur Utama Wachjudi Martono melalui keterbukaan informasi BEI, Kamis (23/6).

Saat ini, perseroan dan Berau Coal telah menyelesaikan proses pengakhiran kontrak yang ditandai dengan penyelesaian seluruh kewajiban dari kedua belah pihak.

Menurut dia dengan tidak adanya lagi kewajiban yang ditanggung kedua belah pihak, maka perseroan dan Berau Coal telah menyepakati berakhirnya kontrak penambangan di proyek batubara Binungan Timur menurut periode kontrak yang juga akan berakhir pada 30 Juni 2016.

http://www.imq21.com/news/read/373910/20160623/122439/DEWA-dan-Berau-Akhiri-Kontrak-Penambangan.html

new-chin-year-dragon-02

 

JAKARTA. Harian KONTAN edisi Selasa (2/9) ada banyak berita yang layak Anda simak. Pada halaman lima rubrik rekomendasi kami memiliki berita utama tentang PT Waskita Karya Tbk (WSKT) masuk ke bisnis jalan tol. Di sini, WSKT akan menjadi pemilik konsesi proyek jalan tol. Sehingga WSKT berhak menjual kembali proyek jalan tol tersebut kepada penawar terbaik. Analis menilai, positif strategi WSKT. Pengelolaan jalan tol bisa memberikan payback period tujuh-delapan tahun. Padahal, profit margin perusahaan konstruksi hanya 3%-4% dari nilai proyek. Kalau tidak segera dilepas, bisa terus menekan margin perusahaan. WSKT berencana membangun lima ruas jalan tol selama lima tahun ke depan. Beberapa jalan tol yang akan dibangun WSKT antara lain tol Pejagan-Pemalang, Depok-Antasari, Medan-Tebing Tinggi, Legundi-Bunder dan Penajam-Balikpapan. Analis menilai, bisnis WSKT akan terdorong pendapatan kontrak baru yang bakal diraih di semester II.

Berita kedua tentang strategi PT Berau Coal Energy Tbk (BRAU) melakukan efisiensi melalui negosiasi ulang tarif kontraktor penambangan batubara. Anak usaha Asia Resources Minerals Plc (ARMS) ini mengklaim telah mendapatkan pengurangan tarif sebesar 15% dari kontraktor terbesarnya, yaitu PT Bukit Makmur Mandiri Utama (BUMA). Diskon tersebut berlaku untuk tarif penambangan yang dilakukan BUMA di tambang Lati. Selain Lati, BUMA juga menggarap penambangan batubara di tambang BRAU lainnya, yakni Binungan khususnya di Blok 7. Perjanjian ditandatangani pada Agustus 2014 berlaku surut mulai dari 1 Januari 2014.

Berita ketiga, rencana tukar guling saham antara anak usaha PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA), yakni PT Golden Energy Mines Tbk (GEMS) dengan United Fiber System Ltd (UFS) belum bisa segera terwujud.Pasalnya, batas akhir pemenuhan syarat-syarat pendahuluan untuk transaksi tersebut (long stop date) kembali diperpanjang. Perpanjangan long stop date itu tentunya akan membuat beberapa syarat dan ketentuan yang sebelumnya disepakati menjadi berubah. Kendati demikian, manajemen DSSA memastikan tidak ada perubahan untuk sejumlah syarat pokok transaksinya. Seperti diketahui, DSSA akan mengambilalih 94,06% saham UFS seharga S$ 0,019 per saham. DSSA akan membayar akuisisi tersebut dengan 66,99% saham GEMS. GEMS merupakan anak usaha DSSA yang bergerak di sektor batubara. Harga GEMS dibandrol Rp 3.700 per saham. Awalnya, batas terakhir long stop date jatuh pada 31 Januari. Belakangan, 5 Juli kedua belah pihak kembali menandatangani perpanjangan long stop date hingga 31 Maret 2015.

Berita keempat ada PT J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB) akan membagikan saham bonus. Nantinya, pemegang satu saham lama akan mendapat enam saham bonus. Sehingga saham bonus yang dibagikan maksimal Rp 453,6 miliar setara US$ 50,43 juta. Pemegang saham yang berhak mendapat saham bonus adalah yang tercatat dalam daftar pemegang saham pada 23 September 2014. Pembagian saham bonus akan dilakukan pada 26 September 2014.

Berita kelima tentang anak usaha PT Catur Sentosa Adiprana Tbk (CSAP), PT Catur Mitra Sejati Sentosa (CMSS) mencoba melebarkan sayap ke Sumatera. Salah satu daerah yang menjadi sasaran investasi di Lampung. Dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI) menyebutkan bahwa Citra Mitra menanamkan modal ke bisnis ritel tersebut pada perusahaan yang bernama PT Mitra Hasil Sentosa. Nilai investasi di Citra Mitra pada Mitra Hasil Rp 9,18 miliar.
Editor: Avanty Nurdiana

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: