energ1 terbarukAn : mob1l L1$tr1K


new-chin-year-dragon-02

Kabar24.com, DEPOK – Jagur atau Jayasatria Garuda merupakan kapal bertenaga surya pertama karya tim Solar Boat Team (SBT) dari program studi Teknik Perkapalan Fakultas Teknik Universitas Indonesia (FTUI) yang siap unjuk gigi dalam kompetisi internasional Dutch Solar Challenge di Belanda Juni mendatang.

Secara fisik kapal ini mengadaptasi salah satu kapal tradisional Indonesia yakni Jukung. Berbalut warna putih, Jagur mengusung konsep Trimara, yaki menggunakan tiga cadik atau “hull samping” serta menggunakan sumber energi ramah lingkungan, yakni tenaga matahari sebagai penggerak kapal.

“Untuk ide model, kami mengambil konsep kapal tradisional Indonesia, Jukung, dari dari daerah Indonesia bagian timur, yang mengusung konsep kapal trimara, yakni kapal yang lambungnya tiga,” ujar salah satu tim SBT, Sigit Yoga kepada di Kampus UI, Depok, Senin (9/5/2016) sore.

Memiliki panjang 6 meter dan lebar 2,2 meter, secara keseluruhan Jagur terbuat dari material serat fiber dan serat karbon. Lalu, sebagai pembentuk rangka tulang kapal dan penguat konstruksi kapal , tim SBT menggunakan PVC form.

Kemudian, untuk mesin, tim SBT memesan khusus dari Austria, karena masalah keterbatasan waktu pengerjaan. Yoga mengatakan, nantinya, UI akan menggunakan mesin ini untuk mengembangkan mesin serupa demi tercapainya kemandirian teknologi.

“Nantinya, mesin itu bisa kami pergunakan untuk mengembangkan mesin untuk proporsi yang sama, agar terjadi kemandirian teknologi, khususnya engine,” kata mahasiswa Teknik Perkapalan 2013 itu.

Bertahan

Secara real time, Jagur mampu bertahan selama tiga jam dalam kondisi matahari terik maksimum. Berbekal “throttle gas” dan mesin yang diyakini mumpuni, Jagur mampu melaju dengan kecepatan maksium 22 km/jam.

Salah satu anggota SBT lainnya, Pradhana Sadhu I  mengatakan, Jagur merupakan kapal yang ringan, bermanuver baik dan rendah resistensinya.

”Kapal dengan panjang 6 meter serta berat 25 kilogram ini menggunakan solar panel 260 WP sehingga mampu mencapai efisiensi solar panel sebanyak 20 persen,” kata dia.

Yoga dan tim optimistis Jagur kompetitif berlaga di kompetisi internasional. Selain karena memiliki mesin yang cukup baik, tim telah mempersiapkan strategi untuk memaksimalkan performa kapal.

“Yakni kapan melakukan full speed, memaksimalkan sailing, namun tidak memacu kapal semaksimum “throttle gas”. Jadi melihat kondisi cuaca, mesin dan baterai kami. Itu menjadiconcerned kami dalam lomba,” kata Yoga.

big-dancing-banana-smiley-emoticon

KOMPAS.com – Mimpi Elon Musk, petinggi Tesla, untuk menghadirkan mobil listrik yang ramah lingkungan, akan mendisrupsi penggunaan minyak sebagai BBM. Tapi juga komoditas lain, platinum.

Namun, tidak hanya Musk yang mempunyai mimpi memasarkan mobil listrik ke seluruh dunia. Banyak pabrik mobil lain juga berupaya membangun mobil listrik untuk mengurangi ketergantungan akan bensin dan diesel.

Seiring dengan beralihnya permintaan konsumen ke produk yang lebih ramah energi, maka permintaan untuk pipa pembuangan gas bakar atau knalpot juga dipastikan akan berkurang.

Industri ini ke depan akan tetap suram, bahkan dengan rencana Arab Saudi, produsen minyak utama dunia, untuk mengurangi ketergantungan minyak dan beralih ke energi terbarukan.

“Ini merupakan risiko jangka panjang untuk platinum. Mobil listrik sama sekali tidak memerlukan platinum,” kata Marc Eliott, analis di Investec Plc yang berbasis di London.

Walaupun begitu, dia melihat dalam 10 tahun ke depan model mobil yang ada masih hybrid, sehingga penggunaan platinum masih ada.

Data tahun lalu, tiap satu dari dua ounce platinum yang digunakan di seluruh dunia dijual ke industri mobil. Rata-rata tambangnya dari Afrika Selatan dan Rusia.

Saat ini, banyak pemerintahan menawarkan subsidi bagi pengendara mobil untuk melakukan perpindahan ke mobil listrik. Produsen mobil juga berencana membangun mobil listrik dengan harga lebih murah dan berjalan lebih jauh.

Dok. Bloomberg/Johnson MattheyKomoditas platinum juga terancam kebangkitan mobil listrik dunia, menurut Johnson Matthey, Bloomberg.

Para konsumen mulai meminati mobil listrik ketika Musk membanderol Model 3 Tesla seharga 35.000 dollar AS. Sementara Cheverolet menjual Bolt seharga 37.500 dollar AS, mobil listrik yang bisa melaju 200 mil sekali charge.

Jerman, negara produsen mobil terbesar di Eropa, bulan lalu mengumumkan insentif sebesar 1,4 miliar dollar AS, dimana seperempatnya digunakan untuk kemudahan kredit mobil listrik sebesar 7.500 dollar AS per konsumen.

“Ekspansi baterai listrik terjadi di berbagai negara. Di China, Korea dan Jepang,” kata Andrew Miller, analis di Benchmark Mineral Intelligence Ltd di London. Menurut dia, mobil hybrid dan mobil listrik akan mencapai pangsa pasar 5 persen dari total pasar mobil dunia di 2020.

solar panel

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: