energi terbarukan: ini baru $3r1u$ plt$ … 111012_030516


resveratrol dalam anggur merah: amat BERMANFAAT pada kondisi pembuluh darah koroner jantung

INVES + TRADING 20 saham di warteg OTC gw, TELAH MENINGKATKAN LABA gw +34% dalam periode 3 bulan, awal 2016

solar panel

Surabaya detik -Perusahaan dari Jepang CBC Group yang bergerak di bidang bisnis atap tenaga surya dengan menggandeng perusahaan lokal PT Utomodeck, mulai membidik segmen industri di Surabaya dan Jawa Timur.

Katsuhiko Iwamoto, Manager CBC Co. Ltd, CBC Group mengatakan, pembangkit tenaga surya sudah banyak ditemukan di negara asalnya, Jepang. Sedangkan, sumber daya alam berupa energi surya di Indonesia, sangat melimpah, namun belum banyak dimanfaatkan.

“Memang di Indonesia ada musim hujan, tapi dibandingkan dengan di Jepang, Indonesia asupan pengolahan energi surya melimpah dan jauh lebih banyak daripada Jepang, karena mataharinya lebih panjang,” katanya di sela-sela acara MoU Utomodeck dengan CBC Group di Surabaya, Senin (2/5/2016).

Dengan menggandeng perusahaan lokal, pihaknya berharap sampai akhir tahun ini bisa menjual 5 megawatt ke kawasan pabrik. “Kalau 5 megawatt atau setara dengan 10 pabrik,” tuturnya.

Sementara itu, Direktur Operasional dan Marketing Utomodeck, Anthony Utomo menerangkan, dalam perjanjian kerja sama itu, pihaknya menyiapkan atap bertenaga surya. Sedangkan CBC Group menyiapkan pembangkit tenaga suryanya.

“Sasaran kita adalah bangunan pabrik-pabrik,” kata Anthony.

Bagi pabrik yang ingin menggunakan solar emergency rooftop system atau atap bertenaga surya tidak perlu mengeluarkan biaya hingga miliaran untuk membeli komponen hingga pemasangan. Hanya saja, pabrik harus membeli listrik tenaga surya itu dalam jangka waktu tertentu.

“Kita pasang atapnya, sedangkan alatnya (pembangkit tenaga surya) dari CBC. Tapi harus kontrak membeli listrik kita sampai 25 tahun,” tuturnya sambil menambahkan, untuk pembiayaan pemasangan alat sistem tenaga surya ini akan menggandeng perbankan.

Sebagai informasi, biasanya biaya pembangkit listrik tenaga surya membutuhkan dana besar. Estimasi dana yang dikeluarkan sekitar Rp 20 miliar untuk menghasilkan 1 megawatt dengan luas 7.000 meter persegi.

Ia menambahkan, kerja sama dengan CBC Group merupakan salah satu dukungan terhadap program pemerintah terkait energi terbarukan. Menurutnya, dengan menggunakan tenaga surya, pabrik dapat menghemat biaya operasional listrik sekitar 3 sampai 5 persen.

“Kalau dengan energi surya ini lebih green dan tidak polusi. Selain itu, juga menghemat biaya lebih murah sekitar 3-5 persen dibandingkan dengan PLN. Tapi kita ikuti harga dari PLN. Kalau ada kenaikan, ya kita naikan. Kalau ada penurunan tarif dari PLN, kita ikut turunkan dengan selisih antara 3 sampai 5 persen,” tandas Anthony.

(roi/hns)

solar panel

 

Tianjin detik-Indonesia tengah fokus untuk menggenjot pembangunan proyek pembangkit listrik 35.000 Mega Watt (MW) hingga tahun 2019.

Wajar saja, mega proyek tersebut sengaja digeber untuk dapat mengatasi kendala mati listrik di berbagai daerah di Indonesia.

Namun, berbeda dengan China. Negeri Tirai Bambu ini tengah asyik menggalakkan program panel surya, di mana listrik dihasilkan dengan mengandalkan kemampuan sinar matahari.

detikFinance bersama 9 jurnalis dari perwakilan negara-negara ASEAN lainnya berkesempatan menengok langsung cara kerja panel surya ini, di 8Xing an Road, Jiuyuan Industrial Zone, Baodi,District,Tianjin, China, Jumat (22/4/2016).

Lokasi tersebut merupakan markas besar SunCan Co.,Ltd dan juga Beijing Shouhang Resources Saving Co., Ltd (SH Resources Saving).

 

Perjalanan menuju kawasan industri tersebut cukup jauh dari Beijing. Bisa ditempuh sekitar 3 jam dengan kondisi lalu lintas normal.

Sekitar pukul 15.42 waktu setempat, rombongan tiba di lokasi. Udara di lokasi ini cukup dingin seperti kawasan Puncak, Indonesia. Namun, matahari tetap menyingsing.

Kawasan industri Tianjin sangat berbeda dengan kawasan industri di Jakarta, Indonesia. Di kawasan industri ini suasananya sunyi, rapi, bersih, dan tertib. Selain SunCan, tampak berjejer industri lainnya seperti Hitachi.

“Kami fokus di solar power. Menghasilkan listrik dengan tenaga matahari. Produk kami tidak hanya di China tapi internasional termasuk Indonesia,” ujar Founder and CEO SunCan Co., Ltd, Zhihao Yao.

Menurut Yao, solar power merupakan salah satu energi baru terbarukan yang lebih bersih untuk menghasilkan listrik.

Beberapa negara telah menerapkan program ini, di antaranya 10+100MWe Molten Salt Tower Plant di Dunhuang, China, SunCan 10 MW Molten Salt Tower, Solar Thermal Tower Plant 20 MW di Spanyol, Solar Thermal Tower 110 MW di Amerika Serikat, Solar Thermal Tower di Afrika Selatan, Solar Thermal Trough Plant di India, Sola Thermal 160 MW di Moroko.

“Banyak manfaat menggunakan solar power. Sangat bersih. Kita harus melihat jangka panjang. Dalam 5-10 tahun ke depan akan terasa manfaatnya. Keuntungannya bisa terlihat jangka panjang,” ujar Chen Han, Engineer SunCan Co.,Ltd menambahkan.

 

Dia menyebutkan, soal harga solar power memang lebih mahal dibandingkan pembangkit listrik. Namun, ini merupakan investasi jangka panjang. Ke depan, yang akan banyak digunakan adalah energi baru terbarukan.

“Harga tergantung kapasitas. Misal untuk

24 jam beroperasi,

100 MW, menghabiskan biaya 3 miliar RMB (Renminbi). Contoh lain,

1.000 MW bisa mensupport 200.000 jam,” sebut dia.

Bagaimana jika tidak ada matahari alias mendung?

Turbine engineering itu menyimpan listrik. Jadi, kalau tidak ada matahari ya bisa dikombinasi dengan gas. Kita hanya butuh lahan, tidak perlu tower, tidak ada polusi,” ucap Chen.

Setelah berdiskusi, rombongan pun diajak berkeliling melihat surya panel dan cara kerjanya.

Di sekitar markas besar SunCan, tampak berjejer solar power. Solar power di pasang di sisi kanan kiri kantor. Bagian lempengan baja menghadap ke atas menangkap sinar matahari.

Di lokasi dekat solar power tersebut terdapat ruang steam. Sebelum air menuju boiler, terlebih dulu air masuk ruang steam, setelah itu diproses di mesin boiler untuk kemudian diproses hingga menghasilkan listrik.

Informasi saja, SunCan didirikan tahun 2012 dan merupakan perusahaan joint venture dengan Beijing Shouhang Resources Saving Co., Ltd (SH Resources Saving), salah satu perusahaan manufaktur terbesar di China.

Juga merupakan perusahaan teknologi tinggi yang mengkhususkan diri dalam jasa penelitian dan pengembangan, desain, dan sistem pendingin udara pembangkit listrik atau supplier Air Cooling Condenser(ACC) untuk steam power plant di China.

SH Resources Saving tercatat di bursa saham, Shenzen Stock Exchange. SunCan sendiri fokus dalam bisnis R&D, EPC, dan industri solar power, solar fuel, dan solar thermal energy.

(drk/dna)

solar panel

Morotai detik-Presiden Joko Widodo (Jokowi) melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke PLTS Daruba di Pulau Morotai pukul 06.30 WIT pagi ini.

Sidak ini dilakukan, setelah Jokowi mendengar informasi bahwa PLTS ini mangkrak setelah dibangun pada 2012 lalu.

Tetapi, setelah dicek langsung oleh Jokowi, ternyata PLTS ini masih beroperasi dan memasok listrik hingga mendekati kapasitas maksimumnya. Memang ada kerusakan pada alat automatic, sehingga PLTS harus dioperasikan secara manual, tetapi PLTS tidak sampai mangkrak.

“Ada yang rusak, alat automatic-nya,” kata Jokowi usai sidak di PLTS Daruba, Morotai, Rabu (6/4/2016). Dalam sidak ini, Jokowi didampingi antara lain oleh Menteri ESDM Sudirman Said, Jubir Kepresidenan Johan Budi, serta Dirjen Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi Rida Mulyana.

Jokowi menambahkan, sidak seperti ini dilakukannya untuk mengontrol hasil-hasil pembangunan, supaya tidak ada proyek yang sebenarnya bermanfaat tetapi hanya jadi buang-buang uang rakyat akibat tidak dikelola dengan baik.

Dia menyontohkan, ada PLTS yang mangkrak di Halmahera karena tidak dirawat setelah selesai dibangun. “Itu di Halmahera mangkrak, lihat saja sendiri,” ucapnya.

Jokowi juga menyoroti kurangnya sumber daya manusia untuk merawat PLTS. Di PLTS Daruba misalnya, hanya ada 1 orang teknisi yang melakukan perawatan. “PLTS segede ini yang menangani cuma 1 orang. Di daerah banyak yang seperti ini,” tutupnya.

(wdl/wdl)

rose KECIL

Kamis, 11/10/2012 04:21 WIB
Setelah Morotai, Pembangkit Listrik Tenaga Surya Segera Dibangun di 6 Pulau
Moksa Hutasoit – detikNews

Ternate PT PLN sudah merencanakan akan membangun Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di enam pulau di kawasan Indonesia Timur. Pembangunan itu akan mengikuti jejak di Pulau Morotai yang sudah lebih dulu terpasang.

“Tahun ini kita rencanakan bangun PLTS di enam pulau lagi,” kata Manajer PLN Area Ternate, Maluku dan Maluku Utara, Dwi Murwanto, di Ternate, Rabu (10/10/2012).

Enam pulau yang dimaksud adalah Hiri, Moti, Batangdua, Taliabu, Makian dan Kasi Ruta. Rata-rata setiap PLTS di tempat itu bakal bisa menghasilkan listrik sebesar 250 kWp (kilo Watt peak) . Namun belum bisa dipastikan kapan PLTS itu bakal mulai dibangun.

“Yang pasti tahun ini, sekarang prosesnya ada di wilayah,” lanjut Dwi.

Pembangunan PLTS di kawasan ini dirasa sangat tepat. Dengan sinar matahari yang cukup terik di siang hari, PLTS dinilai bakal bisa berjalan maksimal.

Meski biaya investasi PLTS tidaklah sedikit, namun biaya operasionalnya justru nihil. Saat ini, PLN tengah berkoordinasi dengan pemda setempat untuk masalah pembebasan lahan yang juga membutuhkan biaya besar.

Sebagai contoh, PLTS di Morotai yang berdiri sejak 13 Mei 2012 lalu. Biaya yang dikeluarkan PLN untuk membangun PLTS itu sebesar Rp 29 miliar. Namun radiasi matahari yang diharapkan bisa ditangkap sebesar 600 kWp dari 2.640 modul.

Menurut penanggung jawab PLTS Morotai, Rickie Riyadi, perawatan modul-modulnya pun terbilang mudah. Cukup dibersihkan dari kotoran setiap minggunya supaya penyerapan radiasi bisa maksimal.

Saat radiasi matahari diserap, tidak semua energi yang diubah menjadi listrik itu dialiri ke warga. Sebuah mesin bakal mengatur pasokan energi yang terserap.

80 persen listrik segera dapat dinikmati warga. Sisanya tersimpan dalam 540 accu yang ada juga di sekitar wilayah PLTS. Tujuannya, jika penyerapan radiasi tengah minim, giliran accu ini yang bakal bekerja.

(mok/trq)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: