energi terbarukan: mobil LI$TR1K … 040113_260216


Jakarta kontan. Para peneliti mobil listrik di Indonesia mengaku sudah siap menyokong industri mobil listrik menuju tahapan manufaktur.

Seluruh pemegang kepentingan di bidang ini, saling bahu-membahu menyiapkan beberapa komponen vital yang ada pada kendaraan listrik.

Para peneliti itu terdiri dari beberapa perguruan tinggi negeri (PTN), yakni Universitas Indonesia (UI), Institut Teknologi Bandung (ITB), Institut Sepuluh Nopember (ITS), Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS), Universitas Sebelas Maret (UNS), dan Universitas Gadjah Mada (UGM) bekerja sama dengan Kementerian Riset Teknologi Pendidikan Tinggi (Riset Dikti) dan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI).

Masing-masing PTN dan lembaga pemerintah saling berbagi tugas.

Setiap kelompok meneliti beberapa komponen utama yang digunakan mobil listrik.

“Di ITS kami sudah bisa membuat prototipe mobil listrik secara penuh. Kalau minus baterai, kesiapan kami bisa dibilang sudah 90%,” ucap Muhammad Nur Yuniarto, Kepala Peneliti Kendaraan Listrik ITS di Jakarta Selatan, Rabu (24/2/2016).

Beberapa komponen utama, seperti motor listrik, modul pengatur daya, transmisi, sampai sistem pengisian sudah berhasil dikuasai.

Sementara komponen umum lain, seperti ban, baut, pelek, lampu, jok, dan sebagainya, bisa memanfaatkan industri yang sudah ada di Indonesia.

“Seluruh hasil penelitian PTN ini adalah milik negara. Jadi, mau diapakan saja terserah negara. Mau didorong ke pelaku industri atau kasarnya dibakar juga terserah pemerintah saja,” kata Nur.

Persepsi Salah

Banyaknya kendaraan prototipe mobil listrik yang dilahirkan PTN di Indonesia, kerap menimbulkan presepsi yang salah dari masyarakat.

Menurut Nur, sudut pandang masyarakat selalu melihat dari produk yang dihasilkan, berupa mobil yang statusnya masih prototipe.

Tentu jika dibandingkan dengan model-model lain yang sudah ada dipasarkan merek asing, terlihat kalah.

“Ini yang salah. PTN itu fokusnya adalah pada knowledge-nya, bukan pada produknya. Dengan menampilkan prototipe ini, artinya kita sudah bisa menguasai knowledge dari teknologi itu. Di sini seharusnya sudut pandang dilihatnya,” ucap Nur.

(Agung Kurniawan)

Sumber Kompas.com
Jum’at, 04 Januari 2013 | 22:29 WIB

Pasar Mobil Listrik Kecil, Pemerintah Tak Ciut

TEMPO.CO, Jakarta – Direktur Jenderal Industri Berbasis Teknologi Tinggi Kementerian Perindustrian, Budi Darmadi, mengatakan pemerintah tak kecil hati dan tetap mendukung sepenuhnya produksi mobil listrik di tanah air walaupun pangsa pasarnya kecil. “Ini ada inovasi baru, jika ada pengusaha yang memiliki cash flow bagus dan siap mengembangkan, siapapun kami akan dukung,” katanya di Jakarta, Jumat, 4 Januari 2013.

Budi mengatakan, produksi mobil listrik di Indonesia siap dilakukan karena adanya permintaan dari pasar dalam negeri. Tapi, ia mengatakan perkembangan pasar mobil listrik tidak akan sebesar mobil konvensional. Kementerian pun menyambut baik munculnya dua produsen mobil listrik di Indonesia.

Hari ini, PT Great Asia Link mengumumkan akan mulai menjual mobil listrik pada Mei mendatang. Perusahaan yang pabriknya terletak di Surabaya, Jawa Timur ini merencanakan akan memproduksi 100 unit mobil listrik. Ada 4 jenis mobil listrik yang ditawarkan yaitu jenis mobil keluarga, pick up, city car, dan Sport Utilitu Vehicle (SUV). Sebelumnya, Kupu-Kupu Malam juga akan memproduksi mobil listrik dengan jenis yang berbeda.

Budi memprediksi pasar mobil listrik dalam negeri akan kurang dari 1 persen. Tapi, produksi akan dilakukan demi mendukung perkembangan teknologi serta adanya permintaan. Kemenperin mengingatkan bahwa pengembangan mobil listrik harus didukung oleh kemampuan memproduksi mobil dan batere. “Ini harus ada atau akan sulit untuk mengembangkan mobil listrik,” katanya.

Menurut dia, sarana pendukung seperti batere serta stasiun pengisian listrik harus disiapkan agar mobil listrik bisa beroperasi dengan baik. Budi mengingatkan bahwa mobil listrik tidak bisa digunakan di sembarang tempat, begitu juga lokasi infrastruktur pendukung seperti tempat pengisian listrik. “Harus diperhatikan apa ini nantinya cocok digunakan di dalam kota atau di kawasan tertentu saja. Untuk infrastruktur, kan tidak mungkin dibuat di Puncak,” katanya.

ANANDA TERESIA

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: