elsa @AK$1 K0RP0RA$1 … 220814_220216


JAKARTA – Meskipun harga minyak mentah dunia tengah anjlok, namun PT Elnusa Tbk (ELSA) optimistis meningkatkan kinerjanya tahun ini. Perusahaan yang bergerak di sektor minyak dan gas (migas) ini, telah meraih kontrak hingga USD317 juta.

Direktur Utama ELSA Syamsurizal Munaf mengatakan, 90 persen nilai kontrak tersebut merupakan proyek untuk jasa operasi dan maintenance kilang minyak. Dia melanjutkan, kontrak tersebut, merupakan kontrak lama yang berhasil diraih kembali. Menurutnya, di tengah anjloknya harga minyak dunia proyek jasa perawatan dan memaksimalkan kilang minyak tersebut jauh lebih menjanjikan.

“Strategi kita dalam menghadapi minyak yang kurang kondusif, dimana aktifitas di sekitar atau di pengeboran mengalami penurunan. Maka Elnusa masih cukup lincah untuk mencari peluang baru yaitu di sisi operation dan maintenance. ini akan kita perkuat,” ujarnya di Gedung BEI, Jakarta, Selasa (16/2/2016).

Menurut Syamsurizal, saat ini banyak kilang minyak di Indonesia yang sudah tua, sehingga produktivitas dan efektivitas produksi kilang migas tersebut menurun. Oleh karena itu, Elnusa pun memanfaatkan peluang ini untuk masuk ke dalamnya.

“Dengan harga minyak yang rendah itu biasanya aktifitas subservice menurun, tapi kan fasilitas sudah ada di atas tanah dan mereka perusahaan migas ingin mempertahankan produksinya. Makanya kita lebih memfokuskan lagi bagaimana mendapatkan pekerjaan di service, salah satunya di operation dan maintenance,” imbuhnya.

Syamsurizal mengungkapkan, dari kontrak proyek yang telah diraih salah satunya berasal dari PT Pertamina (Persero). Namun dirinya enggan mengungkapkn berapa nilai kontrak yang didapat dari peusahaan migas Pelat Merah tersebut.

Selain itu, pihaknya juga yakin, tahun ini Elnusa bisa kembali menambah kontrak baru hingga USD20 juta. “Biasanya dari tahun ke tahun kita berhasil additional sekitar USD10-USD20 juta. Karena ini semua multiyears,” pungkasnya.

(mrt)

 

Jakarta ID – PT Elnusa Tbk (ELSA) optimistis laba bersih dan profitabilitas perseroan akhir tahun ini bakal lebih baik dibandingkan dengn pencapaian yang berasal dari operasi tahun lalu. Perseroan optimistis laba bersih pada akhir tahun mampu mencapai minimal Rp 325 miliar.

Direktur Keuangan Elnusa Budi Rahardjo mengungkapkan, kondisi industri perminyakan global yang belum menunjukkan perbaikan. Ditambah masih flukuatifnya situasi perekonomian, membuat kinerja perusahaan-perusahaan minyak dan gas (migas) tertekan.

“Namun Elnusa tetap percaya diri bahwa proyeksi pada akhir 2015 akan membukukan laba bersih tidak kurang dari Rp 325 miliar dan marjin laba bersih tumbuh 15 persen dibandingkan marjin laba bersih dari operasional bisnis Elnusa,” ungkap Budi dalam keterngan resminya, Selasa (1/12).

Dia melanjutkan, tahun lalu selain mencatatkan laba bersih dari operasional, perseroan juga mendapatkan laba dari hasil penjualan aset.

Kinerja baik perseroan tercermin dari proyeksi pencapaian laba dan profitabilitas yang akan tetap terjaga hingga akhir tahun ini. Marjin laba operasi dan marjin Ebitda diperkirakan juga akan mampu tumbuh dari tahun sebelumnya.

Proyeksi tersebut optimstis tercapai karena semua proyek seismik yang perseroan dapatkan sudah mulai berjalan akhir tahun ini. Seperti diberitakan sebelumnya, Elnusah memenangkan proyek seismik senilai US$ 86 juta pada 2015, untuk jangka waktu proyek paling lama dua tahun dengan marjin laba yag cukup tinggi.

Selain itu, kontribusi dari bisnis utama lain yaitu drilling and oilfield services yang sampai saat ini masih tinggi kebutuhannya di industri migas dalam negeri.

Budi menambahkan, Elnusa sebagai perusahaan jasa migas diyakini memiliki daya saing yang tetap unggul dibandingkan dengan kompetitornya. Hal tersebut membuat perseroan di tengah dinamika industri saat ini masih mampu memberikan nilai tambah kepada pemegang saham.

Investor Daily

Muhammad Rausyan Fikry/FMB

Investor Daily

JAKARTA kontan. Kondisi pertumbuhan ekonomi Indonesia yang masih lesu darah tak menyusutkan upaya korporasi Indonesia untuk mendulang cuan. Lihat saja langkah PT Elnusa Tbk (ELSA) yang terus berupaya mengais kontrak baru untuk mengisi pundi-pundi penghasilan mereka.

Salah satunya adalah penandatangan kontrak bisnis anak usaha, PT Elnusa Fabrikasi Konstruksi. Perusahaan ini baru saja melakukan penandatanganan kerjasama dengan  PT PT Tecnics Offshore Jaya pada Kamis (15/10).

Corporate Secretary PT Elnusa Fajriyah Usman menjelaskan, kontrak kerjasama tersebut menyangkut fabrikasi peralatan minyak dan gas. “Diantaranya adalah pembuatan gas compressor buatan atau produk Indonesia,”
ujar Fajriah pada KONTAN Jumat (16/10).

Ia mengklaim anak usaha Elnusa ini memiliki kompetensi mengerjakan proyek-proyek kerjasama seperti ini. Hanya saja Fajriah enggan memerinci berapa besar nilai proyek yang didapat oleh anak perusahaan ini.

Menurut dia, kerjasama ini tak semata menguntungkan secara finansial. Ia memandang kontrak seperti ini bisa menguntungkan bagi Elnusa secara group. Kerjasama ini bisa melengkapi kapabilitas anak perusahaan, yaitu Elnusa Fabrikasi Konstruksi.

Dengan bisnis fabrikasi, mereka juga bisa menerima transfer teknologi dan peralatan yang dimiliki oleh PT Tecnics Offshore Jaya. “Selain itu, kerjasama ini juga bisa meningkatkan local content atau kapabilitas nasional dalam pembuatan peralatan migas untuk Indonesia,” terang Fajriah.

Sebelumnya Fajriah juga menyatakan di tengah bisnis migas yang tengah lesu seperti sekarang, perusahaan ini tengah berupaya untuk mengembangkan bisnis secara non organik. Nah mumpung banyak perusahaan jasa migas yang memiliki bisnis sejenis dengan Elnusa yang sedang kesulitan, kondisi ini membuka ruang bagi Elnusa untuk menambah protofolio bisnis dengan cara akuisisi.

Elnusa merasa kondisi permodalan mereka saat ini masih cukup sehat, sehingga bisa bisa melakukan aksi akuisisi ini. Hanya saja manajemen perusahaan ini akan tetap berhati-hati dalam memilih perusahaan, agar bisa mendukung bisnis mereka.

Sekedar catatan, sepanjang semester I 2015 pendapatan ELSA hanya mencapai Rp 1,80 triliun. Pendapatan tersebut menurun 10,44% dari periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 2,01 triliun.

Sedangkan laba bersih ELSA sepanjang semester I 2015 mencapai Rp 182,27 miliar. Laba tersebut menurun sebesar 27,14% dari laba semester I 2014 yang mencapai Rp 250,17 miliar.

Editor: Hendra Gunawan.

INILAHCOM, Jakarta – PT Elnusa Tbk (ELSA) mendirikan dua usaha baru bersama dengan anak usahanya yaitu PT Elnusa Patra Ritel (EPR).

Dua anak usaha tersebut adalah PT Elnusa Oilfield Services dan PT Elnusa Geosains Indonesia. Demikian mengutip keterbukaan informasi di BEI, Kamis (21/8/2014).

PT Elnusa Oilfield Services (EOS), perseroan memiliki kepemilikan 99,99%. Usaha baru ini bergerak di bidang drilling dan oilfield services di bidang jasa, perdagangan, pembangunan dan peindustrian. PT EOS memberikan jasa pendukung untuk perusahaan di sektor migas.

Sementara untuk PT Elnusa Geosains Indonesia (EGI) bergerak di bidang seismic services untuk jasa, perdagangan dan pembangunan. PT EGI memberikan jasa pendukung operasional kegiatan perusahaan di sektor migas.

 

Elnusa Akan Akuisisi Perusahaan Biodiesel US$15 Juta
Maftuh Ihsan – Senin, 10 Maret 2014, 14:50 WIB

RENCANA RAKSASA AKSI KORPORASI n ORGAN1K @biodiesel
Bisnis.com, JAKARTA – Perusahaan penyedia jasa energi PT Elnusa Tbk. (ELSA) berencana untuk mengakuisisi perusahaan pengolah biodiesel dengan nilai diperkirakan sekitar US$10 juta – US$15 juta.

Sri Nirbito, Division Head New Venture and Strategic Planning Elnusa, mengatakan rencana akuisisi tersebut dilakukan agar lini usaha perseroan di bidang biodiesel dapat segera mulai berproduksi tahun ini.

“Untuk produksi biodiesel kan tidak hanya butuh CPO saja. Butuh pabrik pengolahannya juga. Supaya lebih cepat rampung mungkin pakai akuisisi,” katanya, Senin (10/3/2014).

Kendati demikian, dia engga merinci lebih detail nama perusahaan dan nilai pasti perusahaan yang akan diakuisisi tersebut.

“Nilainya belum bisa disampaikan sekarang karena masih dalam proses, tetapi kisarannya US$10 juta – US$15 juta,” ujarnya.

Sebagai informasi, perseroan akan membentuk joint venture dengan salah satu perusahaan perkebunan yang juga melantai di bursa saham untuk mengembangkan bisnis biodiesel dengan nilai total investasi diproyeksi mencapai US$20juta atau sekitar Rp220 miliar.

Daerah yang akan dikembangkan adalah Sumatra Selatan. Pada tahap awal, perseroan akan memproduksi 100.000 kiloliter biodiesel.

“Kami sedang kaji teknologinya, feasibility study sudah berjalan. Mudah-mudahan bisa mulai jalan tahun ini,”katanya.

Editor : Rustam Agus

Elnusa Cari Pinjaman Rp840 Miliar
Maftuh Ihsan – Senin, 10 Maret 2014, 15:15 WIB

Bisnis.com, JAKARTA – Penyedia jasa energi PT Elnusa Tbk. (ELSA) tengah mengkaji untuk mencari pinjaman senilai US$840 miliar sebagai upaya membiayai kebutuhan belanja modal tahun ini Rp1,2 triliun.

Nurkholis, Vice President of Corporate Finance Elnusa, mengatakan 30% dari belanja modal yang dibutuhkan atau Rp360 miliar akan dibiayai melalui kas internal dan sisanya Rp840 miliar akan dicari melalui pinjaman bank.

“Debt to equity kami masih 0,9. perbankan kmasih memberikan ruang sampai 3 kali. Jadi capex masih dalam posisi aman,” katanya, Senin (10/3/2014).

Pihaknya juga mengklaim telah mendapatkan komitmen pembiayaan investasi melalui bank sindikasi, a.l. PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA). Namun, dia enggan menyebut detail pinjaman tersebut.

Selain itu, perseroan juga memiliki skema pembiayaan baru yaitu project financing. Skema ini pernah diperoleh dari Bank of Tokyo Mitsubishi UFJ Ltd. senilai US$11,26 juta.

Pada 26 Februari 2014, fasilitas kredit berjangka (term loan) tersebut ditandatangani di Jakarta oleh Direktur Utama Elnusa Elia Massa dan General Manager Bank of Tokyo Mitsubishi UFJ Ltd Yusuke Katsuta.

Fasilitas kredit tersebut bertenor 42 bulan — 60 bulan sejak tanggal penandatanganan kredit. Kredit berjangka ini akan digunakan untuk mendukung investasi satu unit accomodation work barge ‘Elnusa Samudra 8’ dan investasi satu Coiled Tubing Unit.

Editor : Rustam Agus

Elnusa Siapkan Rp400 Miliar Kembangkan Lini Usaha Baru
Maftuh Ihsan – Senin, 10 Maret 2014, 19:16 WIB

Bisnis.com, JAKARTA — Penyedia jasa energi PT Elnusa Tbk. (ELSA) menyiapkan Rp400 miliar untuk pengembangan tiga lini usaha baru yaitu biodiesel, marine support, dan logistik.

Nurkholis, Vice President of Corporate Finance Elnusa, menuturkan akan membentuk joint venture dengan salah satu perusahaan perkebunan yang juga melantai di bursa saham untuk mengembangkan bisnis biodiesel dengan nilai total investasi diproyeksi US$20juta atau sekitar Rp220 miliar.

Daerah yang akan dikembangkan adalah Sumatra Selatan. Pada tahap awal, perseroan akan memproduksi 100.000 kiloliter biodiesel.

“Kami sedang kaji teknologinya, feasibility study sudah berjalan. Mudah-mudahan bisa mulai jalan tahun ini,”katanya, Senin (10/3/2014).

Selain itu, perseroan juga tengah mengembangkan bisnis marine support dan logistik. Pengembangan tiga bisnis baru tersebut diharapkan bisa berkontribusi mencapai 35% dari total omzet perseroan pada 2015.

Dengan adanya ekspansi bisnis baru itu, perseroan juga memperkirakan pendapatan pada 2017 dapat menembus Rp7,8 triliun atau melesat 59% dari perolehan omzet pada tahun ini Rp5 triliun.

Editor : Rustam Agus

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: