adro BERUTANk lewat anak … 220211-231215


Topsaham- PT Adaro Energy Tbk (ADRO) menyatakan telah meraih pinjaman dari 12 bank sebesar US$3,552 miliar . Nilai penawaran pinjaman tersebut lebih tinggi 11 kali dibandingkan dengan pinjaman yang diajukan oleh anak usaha Adaro.

Sekretaris Perusahaan Makardika Putranto dalam suratnya yang disampaikan ke BEI, Rabu (23/12) memaparkan, fasilitas pinjaman tersebut akan ditandatangani oleh dua anak usaha yaitu PT Saptaindra Sejati (SIS) dan PT Maritim barito Perkasa (MBP) dengan 12 bank pada 21 Desember 2015.

Fasilitas kredit ini untuk berjangka waktu enam tahun. SIS akan menerima pinjaman sekitar US$200 juta dan ASid=”mce_marker”20 juta untuk MBP. Nilai penawaran pinjaman tersebut lebih tinggi 11 kali dibandingkan dengan pinjaman yang diajukan oleh entitas usaha Adaro.

Kedua fasilitas pinjaman yang diajukan oleh SIS dan MBP untuk membiayai kembali utang atau refinancing fasilitas pinjaman SIS tertanggal 18 Februari 2011 serta fasilitas pinjaman MBP tertanggal 29 Mei 2015.

Pada periode Januari-September 2015, perusahaan batubara terbesar kedua di Indonesia ini mencatat penurunan laba bersih setelah pajak sekitar 19% menjadi USid=”mce_marker”81 juta, dari US$ 224 juta di periode yang sama 2014.

Total aset Adaro juga turun 17% menjadi US$ 6,21 miliar. Aset lancar melemah 45% menjadi USid=”mce_marker”,24 miliar karena periode serupa tahun lalu terdapat peningkatan kas dari penerimaan porsi fasilitas pinjaman bank yang baru, yang telah digunakan untuk pembiayaan ulang surat utang dan fasilitas pinjaman bank 2011.

http://www.topsaham.com/index.php?option=com_content&view=article&id=5203:adaro-energy-raih-pinjaman-dari-12-bank-us3552-miliar&catid=35:finansial&Itemid=55
Sumber : TOPSAHAM.COM

 

Anak Usaha Adaro Raih Pinjaman US$400 Juta

Oleh: Charles MS
Pasar Modal – Selasa, 22 Februari 2011 | 15:26 WIB

INILAH.COM, Jakarta – Anak usaha PT Adaro Energy Tbk (ADRO), PT Saptaindra Sejati (SIS) telah menandatangani Facilities Agreement senilai UUS$400 juta dari sejumlah bank.

Hal ini disampaikan Devindra Ratzarwin, Sekretaris Perusahaan Adaro dalam keterbukaan informasinya ke BEI, Selasa (22/2). Adapun para bank seperti PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, Singapore Barnch, The Hongkong and Shanghai Banking Corporation Ltd., Oversea-Chinese Banking Corporation Ltd., PT Bank UOB Buana, DBS Bank Ltd., Sumitomo Mitsui Banking Corporation, The Bank of Tokyo-Mitsubishi UFJ Ltd, Jakarta Branch, PT ANZ Panin Bank, Credit Agricole Corporate and Investment Bank, Standard Chartered Bank bertindak sebagai Mandated Lead Arrangers.

Sedang Chinatrust Commercial Bank Co., Ltd, Singapore Branch, Sociate Generale, Singapore Branch bertindak sebagai Lead Arrangers. Sementara yang bertindak sebagai Facility Agent adalah The Hongkong and Shanghai Banking Corporation Ltd. Sebagai Account banknya adalah Oversea-Chinese Banking Corporation Ltd dan PT Bank OCBC NISP Tbk.

Pinjaman tersebut disebutkan akan digunakan Perseroan untuk melunasi seluruh pinjaman dan membiayai pembelanjaan modal (capex). Utang tersebut jatuh temponya 7 tahun setelah tanggal Facilities Agreement dengan bunga LIBOR + Applicable Margin.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: