elSA(nderA) … 300613_251115


JAKARTA ID – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) diminta untuk menekan PT Bank Mega Tbk supaya segera mencairkanescrow account PT Elnusa Tbk (ELSA) senilai Rp 111 miliar. Hal ini sebagai bentuk perlindungan terhadap investor maupun nasabah.

 

Direktur Centre for Budget Analisys (CBA) Uchok Sky Khadafi mengatakan, OJK memiliki kewenangan untuk menyelidiki dan memutuskan kasus yang merugikan nasabah. “OJK merupakan lembaga tertinggi yang mampu melindungi nasabah di Indonesia, sehingga mereka bisa meminta Bank Mega untuk segera mencairkan dana Elnusa tersebut,” ujarnya di Jakarta, Selasa (24/11).

 

Selain itu, menurut dia, OJK memiliki dasar hokum yang kuat untuk menekan Bank Mega didasarkan pada keputusan Makamah Agung (MA) pada 12 Februari 2014 yang memerintahkan Bank Mega untuk mengembalikan dana deposito Elnusa sebesar Rp 111 miliar ditambah bunga 6 % per tahun.

 

Kuasa Hukum Elnusa Arief Purwadi sebekumnya mengatakan, OJK memiliki kewenangan untuk menginstruksikan Bank Mega guna mencairkan escrow account senilai Rp 111 miliar milik Elnusa. Eksekusi putusan kasasi tidak bisa ditunda akibat pihak yang kalah masih melaksanakan permohonan peninjauan kembali.

 

“OJK bukan hanya mengingatkan Bank Mega, tetapi wajib melaksanakan keputusan Rapat Dewan Gubernur BI pada 24 Mei 2011 yang menyebutkan pencairan dana escrow account dapat dilaksanakan atas persetujuan BI, jika sudah ada keputusan pengadilan yang berkuatan hukum tetap,” ujarnya.

 

Terkait dengan permintaan Elnusa tersebut, Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Nelson Tampubolon mengatakan, OJK telah mengingatkan Bank Mega bahwa MA sudah mengeluarkan keputusan tersebut.

 

“Kami sudah mengingatkan Bank Mega, namun mungkin mereka masih melakukan langkah hukum lanjutan,” ujarnya di Jakarta. (hut)

 

JAKARTA okezone – Saat ini beredar isu tentang PT Bank Mega Tbk (MEGA) yang enggan mencairkan dana milik PT Elnusa Tbk sebesar Rp111 miliar. Padahal hal tersebut merupakan kewajiban perseroan.

Anggota Komisi XI DPR RI M Misbakhun mengatakan, ada indikasi Pemegang Saham Pengendali MEGA yang melarang perseroan untuk mencairkan dana milik Elnusa. “Pemiliknya yang meminta agar tidak membayarkan kewajiban itu,” tuturnya di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (15/10/2015).

Misbakhun mengakui Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memang telah melakukan berbagai upaya persuasif agar MEGA melakukan itikad baik. Hal tersebut dilakukan OJK dengan menjalankan keputusan Peninjauan Kembali Mahkamah Agung terkait dana deposito on call PT Elnusa Tbk di Bank Mega.

“Namun hingga kini belum juga dilaksanakan karena larangan pemiliknya,” imbuhnya.

Oleh karena itu, dirinya meminta kepada PT Bursa Efek Indonesia (BEI) sebagai regulator pasar modal untuk melakukan suspend kepada perdagangan saham MEGA.”Karena sudah melanggar hukum saham mereka harus di-suspend,” pungkasnya.

(rzy)

Elnusa Keluhkan Dana Rp111 M Masih Tersandera

Oleh: Wahid Ma’ruf
pasarmodal – Senin, 10 Juni 2013 | 19:21 WIB

INILAH.COM, Jakarta – PT Elnusa Tbk (ELSA) mengeluhkan dana deposito senilai Rp111 miliar tidak dapat digunakan meskipun telah memenangkan gugatan perdata di PN Jaksel 22 Maret 2012 terhadap PT Bank Mega Tbk (MEGA).

Sebagai nasabah, Elnusa berharap MA memutuskan sesuai dengan fakta hukum yang diajukan di persidangan. Hal tersebut disampaikan Tony Harisman Soetoro selaku Direktur Pengembangan Usaha PT Elnusa Tbk dalam kunjungan kerjanya ke Indonesia Corruption Watch (ICW), Jumat (7/6/2013).

Menurut Tony Harisman, dana Rp111 miliar itu seharusnya dapat digunakan Elnusa untuk mendanai pekerjaan berbagai proyek. Apalagi, jasa kontrak hulu minyak dan gas bumi bersifat jangka pendek, sekitar 3 bulan. Untuk mengerjakan berbagai proyek itu setidaknya Elnusa harus memiliki modal sekitar 30-60 hari.

Toni menambahkan, dana Rp111 miliar itu juga seharusnya bisa mengurangi leverage dan digunakan untuk mendanai kebutuhan investasi. Terlebih, Elnusa juga mengalami kehilangan potensi pendapatan bunga sebesar hampir Rp8 miliar per tahunnya.

“Kasus ini sangat merugikan ELNUSA, kita mengalami potensial lost karena uang yang seharusnya dapat dijadikan modal kerja masih tersandera di Bank Mega,” jelasnya seperti mengutip keterbukaan informasi di BEI, Senin (10/6/2013).
Jual Saham, Elnusa Raih Rp24,4 M

Oleh: Wahid Ma’ruf
pasarmodal – Sabtu, 29 Juni 2013 | 12:51 WIB

INILAH.COM, Jakarta – PT Elnusa Tbk (ELSA) meraih dana sekitar Rp24,4 miliar setelah menjual saham dari ashil pembelian kembali sejak 2 Januari 2012 hingga 26 Juni 2013.

Jumlah saham tersebut mencapai 99.738.000 dengan harga rata-rata Rp244,96 per saham. Dengan demikian, perseroan meraih dana sekitar Rp24.431.820.480. Demikian mengutip keterbukaan informasi di BEI, Jumat (28/6/2013).

Saham ELSA pada 2 Januari 2012 berada di level Rp245 per lembar. Sepanjang tahun 2012 harga saham ELSA tertinggi di Rp245 per lembar. Sementara pada penutupan perdagangan 26 Juni 2013, harga ELSA Rp235 per lembar. Untuk sepanjang tahun ini, harga saham ELSA tertinggi di Rp255 per lembar.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: