adro beraksi korporasi … 181010_180915


Bisnis.com, JAKARTA – PT Adaro Energy Tbk., kelompok bisnis pertambangan yang dikendalikan oleh Garibaldi Thohir, mengakhiri kerja sama dengan PT Shell Indonesia terkait pasokan dan pengelolaan infrastruktur bahan bakar minyak.

Melalui keterangan resmi yang dikutip dari Bursa Efek Indonesia pada Rabu (16/9/2015), Adaro Energy melalui anak usahanya PT Adaro Indonesia dan PT Indonesia Bulk Terminal telah mengakhiri kerja sama dengan perusahaan minyak itu yang berlaku efektif pada 1 November 2015.

“Terkait dengan adanya kesepakatan pengakhiran kerja sama, pada 1 November 2015 PT Shell Indonesia akan mengalihkan kepada PT Indonesia Bulk Terminal seluruh kepemilikan dan penguasaan atas fasilitas infrastruktur bahan bakar minyak milik Shell Indonesia,” penjelasan resmi Sekretaris Perusahaan Adaro Energy, Mahardika Putranto.

Fasilitas infrastruktur bahan bakar minyak tersebut terletak di Pelabuhan Mekar Putih.

JAKARTA, KOMPAS.com – Presiden Direktur PT Adaro Energy Tbk Garibaldi Thohir mengatakan, dalam kondisi ekonomi dunia kurang menentu seperti saat ini, kerjasama antara sektor privat dan BUMN sangat membantu. Hal tersebut dia lakukan sebagaimana arahan Presiden RI Joko Widodo dalam kesempatan pertemuan dengan pelaku usaha pada pelaku usaha. Jokowi menghimbau agar pelaku usaha dan BUMN bisa saling bersatu dan berikan kontribusi kepada perekonomian negara.

“Saya itung-itung, yang tadinya kita beli dari asing fuel sebesar 330 juta-340 juta dollar AS per tahun, sekarang kita beli dari saudara tua, Pertamina. Dan transaksinya ini di dalam negeri. Ini kita sama dengan kita sudah membantu pemerintah,” kata dia di Kantor Pusat Pertamina, Jakarta, Jumat (11/9/2015).

Garibaldi berharap kerjasama antar privat dan BUMN bisa semakin banyak. Dia pun berharap setelah Pertamina, makin banyak perusahaan BUMN dan swasta nasional termasuk Adaro yang bisa terdaftar dalam Fortune 500.

Direktur Pemasaran dan Niaga PT Pertamina (Persero) Ahmad Bambang menuturkan, hari ini disepakati dua kerjasama dengan Adaro, yakni Fuel Supply Agreement dan Fuel Facilities Agreement.

“Suplai BBM (biosolar) Pertamina ke Adaro minimal 550.000 kiloliter per tahun,” kata Ahmad.

Tidak hanya untuk mencukupi kebutuhan Adaro, kerjasama tersebut juga akan memberikan manfaat kepada Pertamina untuk menjangkau konsumen kawasan Timur Indonesia.

“Bagi Pertamina, kenapa Adaro menang bersaing? Karena dia terintegrasi, bukan cuma suplai,” kata Ahmad.

Penulis : Estu Suryowati
Editor : Erlangga Djumena

JAKARTA-PT Pertamina (Persero) akan memasok bahan bakar minyak (BBM) biosolar untuk Adaro Energy dan afiliasinya.

Kerjasama ini ditandai dengan penandatangan kerjasama strategis di bidang infrastruktur, transportasi dan pemenuhan kebutuhan biosolar antara Pertamina dan Adaro di kantor pusat Pertamina, Jumat (11/9).

Volume jual beli BBM sesuai yang disepakati adalah sekitar 400.000 – 550.000 KL/ tahun, dengan jangka waktu perjanjian hingga tahun 2022. Kedua, kerjasama Fuel Facilities Agreement (FFA) dengan PT Indonesia Bulk Terminal (IBT), anak usaha Adaro.

Kerjasamanya adalah sewa dan pemanfaatan Terminal BBM milik IBT di Mekar Putih, Pulau Laut, Kota Baru, Kalimantan Selatan, yang terdiri dari storage tank dengan kapasitas total sebesar 60.000 MT dan 2 fasilitas jetty dengan total kapasitas sebesar 1.4 Juta KL/ tahun.

“Kesepakatan ini tentu saja merupakan milestone penting, dimana dua perusahaan besar nasional, BUMN dan swasta yang bergerak di bidang energi telah melakukan sinergi yang sangat strategis, tidak hanya menguntungkan bagi kedua perusahaan tetapi juga bermanfaat bagi negara, khususnya terkait dengan penguatan stok BBM untuk ketahanan energi nasional,” kata Direktur Pemasaran Ahmad Bambang melalui siaran pers.

Diakuinya, optimalisasi pemanfaatan Terminal BBM milik Indonesia Bulk Terminal melalui skema sewa akan membantu pemerintah dalam menambah ketahanan stok BBM nasional dan juga sebagai supply point strategis Pertamina untuk memasarkan produk BBM.

Sementara itu, Direktur Utama Adaro Garibaldi Thohir mengatakan inisiasi kerjasama untuk meningkatkan ketahanan energi nasional. Storage untuk penampungan BBM milik Adaro di Pulau Laut merupakan bagian penting dari kegiatan operasional, dari tambang hingga ketenagalistrikan.

“Oleh karena itu, kami percaya bahwa infrastruktur logistik yang kami miliki siap untuk memberikan dukungan bagi ketahanan energi nasional, selain juga tentu saja akan menjamin ketersediaan BBM untuk mendukung kegiatan operasional Adaro Energy Group,” tutur Giribaldi.

Adapun bagi Adaro, sambung dia, dengan pembelian BBM dari Pertamina sebagai perusahaan yang memiliki sarana dan fasilitas penimbunan dan penyaluran BBM terintegrasi di seluruh Indonesia, Adaro mendapatkan jaminan kualitas dan kontinuitas pasokan.

Pembelian Biosolar dari Pertamina, dapat meningkatkan skor Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) Adaro, seperti dipersyaratkan oleh pemerintah serta sejalan dengan kebijakan mandatory BBN yang digariskan pemerintah sebesar B-15 tahun ini.(Imq/ant)

http://id.beritasatu.com/energy/pt-pertamina-pasok-biosolar-ke-adaro-energy/127052

Sumber : INVESTOR DAILY

Mandiri Sekuritas merekomendasikan :
PT Adaro Energy Tbk (ADRO)
Buy
sasaran harga:
Rp 2.500
2010-10-13 04:38 PM
ADRO Menyatakan Sedang Bernegosiasi Untuk Mengakuisisi Perusahaan Batubara PT Bhakti Energi Persada (BEP), ADRO Menyatakan Berniat Masuk Ke Proyek Pembangunan Rel Kereta Api Di Kalteng Dengan Nilai Proyek Ini US$ 2,2 Miliar

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: