Perawatan jaringan listrik PLN (sumber: Antara/Adeng Bustomi)

Bandung – PT PLN (Persero) dan PT Len Industri (Persero) menandatangani perjanjian jual beli tenaga listrik (Power Purchase Agreement/PPA) Pusat Listrik Tenaga Surya (PLTS) Kupang dengan kapasitas 5 Mega Wattpeak (MWp) yang merupakan proyek terbesar di awal tahun 2015.

“Dalam jangka panjang, sesuai arahan dari pemerintah, PLN akan membeli listrik dari PLTS tersebut,” kata Direktur PT Len Industri (Persero) Abraham Mosse di Bandung, Jumat (9/1).

Penandatanganan perjanjian jual beli listrik itu dilakukan di Kantor Pusat PLN di Jakarta yang dilakukan oleh General Manager PLN Wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT), Richard Safkaur bersama Direktur Utama Len, Abraham Mose.

Acara tersebut dihadiri pula oleh Kadiv EBT PLN, Joko R Abumanan, Kadiv Distribusi & Pelayanan Pelanggan, Nyoman Astawa dan Jajaran Direksi Len lainnya.

Biaya investasi yang akan ditanamkan Len dalam proyek PLTS Kupang itu sebesar Rp  120 miliar yang berlokasi di Desa Oelpuah, Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur dengan luas lahan sekitar 7,5 hektare.

“Len saat ini juga sedang mengembangkan kapasitas produksi modul surya dari 10 MWp menjadi 60 MWp per tahun dengan membangun pabrik di Subang,” kata Abraham Mose.

Ia menyebutkan langkah itu signifikan untuk menghemat biaya pokok penyediaan (BPP) listrik di daerah tersebut dibandingkan menggunakan Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) yang berbahan bakar minyak.

Listrik yang dihasilkan PLTS Kupang akan disalurkan melalui jaringan transmisi 20 kilo Volt (kV) dan memperkuat pasokan listrik ke sistem kelistrikan Kupang.

Penandatanganan perjanjian ini merupakan bukti komitmen kuat Pemerintah dan BUMN, khususnya PLN dan Len untuk terus mengembangkan penggunaan energi terbarukan dalam rangka diversifikasi energi juga untuk mengurangi penggunaan bahan bakar minyak.

Penulis: /FQ

Sumber:Antara