energi terbarukan: Gelombang lauT … 210111_230415


INILAHCOM, Ambon – Pemerintah Provinsi Maluku berniat menjadikan program pengembangan energi litrik dengan menggunakan arus air laut di Kabupaten Kepulauan Aru sebagai model percontohan.“Kalau program ini berjalan sukses, kami akan menjadikannya sebagai proyek percontohan untuk dikembangkan di kabupaten/kota lain di Maluku yang memiliki arus laut besar dan bisa bertahan di atas 12 jam,” kata Gubernur Maluku, Said Assagaff di Ambon, Rabu (22/4/2015).

Upaya ini dilakukan sebagai salah satu langkah mencegah krisis energi listrik secara umum di tanah air, maupun secara khusus di Maluku dengan karakteristik wilayah yang didominasi pulau-pulau dan laut. Menurut gubernur, saat ini pemprov sedang melakukan kerja sama dengan sejumlah ahli dari Universitas Pattimura (Unpatti) Ambon untuk kegiatan penelitian pengembangan energi listrik memanfaatkan kekuatan arus air laut.

Program penelitian potensi arus air laut ini difokuskan pada wilayah bagian selatan Kabupaten Kepulauan Aru yang ternyata memiliki potensi besar karena arusnya bisa berlangsung selama 24 jam.

“Kita di Maluku juga mengalami krisis energi listrik jadi pemprov dorong Unpatti melakukan penelitian untuk kembangkan listrik tenaga arus air laut yang saat ini masih berlangsung di wilayah Kabupaten Kepulauan Aru,” katanya.

Untuk mendukung kegiatan tersebut, Pemprov Maluku telah mengalokasikan dana senilai Rp600 juta dalam APBD 2015, dan diharapkan kegiatan penelitiannya dalam tahun ini sudah bisa rampung.

“Daerah lain di Maluku juga memiliki potensi serupa, namun kekuatan arus airnya bisa bertahan antara 12 hingga 16 jam, tetapi khusus untuk Aru punya potensi besar selama 24 jam bertahan,” ujar gubernur.

Selain memanfaatkan potensi arus air laut, Pemprov Maluku juga berkeinginan menggunakan kekuatan arus angin sebagai pembangkit energi listrik, terutama di wilayah selatan, dan direncanakan mulai tahun 2016 diteliti para ahli dari Unpatti Ambon. [tar]
– See more at: http://ekonomi.inilah.com/read/detail/2198112/listrik-arus-laut-di-ambon-jadi-percontohan#sthash.cp34UCqH.dpuf

 

MINGGU, 06 OKTOBER 2013 | 06:13 WIB
Minyak Mahal, Energi Laut Dilirik

TEMPO.CO, Nusa Dua – Banyak negara mulai melirik potensi energi yang dimiliki laut manakala harga minyak dunia terus melonjak. Laut disebut-sebut sebagai salah satu sumber energi berkelanjutan dan terbarukan terutama karena menyimpan potensi energi dalam gelombang, arus dan temperaturnya

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Jero Wacik mengungkapkan, meski potensi tersebut masih dalam proses penelitian, namun beberapa di antaranya sudah mulai diproduksi.

“Yang dilaut, kebanyakan masih penelitian. Yang temperatur kami sudah mulai ada produksi dengan kerjasama dengan Jepang,” kata Jero Wacik dalam acara Blue Connectivity Networking Event, Konferensi Tingkat Tinggi Asia Pasific Economy Coorporation (KTT APEC) di Nusa Dua, Bali, Sabtu. 5 Oktober 2013.

Sebelumnya, dalam pertemuan Energi setingkat Menteri di ASEAN ia mengatakan semua negara merasa beban impor minyak menekan ekonomi ASEAN. “Semua negara merasa tertekan oleh impor minyak. Jadi kita harus segera meninggalkan minyak itu,” kata politisi asal Bali ini.

Dia berharap semua negara beralih kepada energi terbarukan. Di Indonesia sendiri, ada sekitar 30 ribu megawatt dan hidro power sebanyak 75ribu megawaat. “ini harus dikerjakan. Semua berminat itu. Jepang, Korea, India juga berminat,” katanya.

Wacik mengabarkan, bulan ini Perdana Menteri India berencana untuk berkunjung ke Indonesia membahas tentang investasi energi tersebut.

PUTU HERY
Peneliti: Gelombang Laut Bisa Menjadi Listrik
Ide listrik dari gelombang laut diperoleh secara tidak sengaja di Mentawai.
JUM’AT, 21 JANUARI 2011, 12:06 WIB Elin Yunita Kristanti

VIVAnews — Gelombang laut akan menjadi alternatif pilihan untuk pemenuhan kebutuhan listrik di tanah air. Ini berdasarkan penelitian yang dilakukan Zamrisyaf, pegawai pusat penelitian dan pengembangan Perusahaan Listrik Negara (PLN).

Sejak tahun 2002, Zamrisyaf telah memulai penelitian pemanfaatan energi gelombang untuk menghasilkan listrik. “Lamanya penelitian ini dikarenakan tidak adanya sponsor bahkan beberapa penelitian menggunakan uang saya sendiri,” kata Zamrisyaf saat wawancara khusus dengan VIVAnews.com, Jumat 21 Januari 2011.

Zamrisyaf memulai penelitiannya saat masih bekerja di PLN Wilayah Sumatera Barat. Sejumlah uji coba telah dilakukannya sebelum karyanya tersebut dipatenkan sentra HAKI Universitas Andalas tahun 2002.

Ide memanfaatkan gelombang laut, cerita dia, muncul secara tidak sengaja saat dia diminta pihak Yayasan Pembangunan Mentawai untuk mencari sumber pembangkit listrik mikro hidro (PLTMH) pertengahan tahun 1990.

Perjalanannya ke Mentawai tersebut tidak membuahkan hasil karena tak satu pun sumber air yang bisa dijadikan sebagai pembangkit listrik.

Namun, perjalanan dengan kapal laut dari Mentawai ke Padang memberikan inspirasi baginya tentang kekuatan gelombang. “Dalam perjalanan tersebut saya merasakan goyangan kapal terombang ambing dengan gelombang laut. Alam pikiran saya berbicara, kapal yang begini berat dan sarat muatan terombang ambing dengan gelombang laut, berarti energi gelombang laut cukup besar,” katanya.

Sejak itu, ia berpikir, untuk mengakomodasi energi gelombang menjadi energi mekanik yang menghasilkan listrik.
Meskipun belum menemukan teknologi yang tepat, perjalanan lautnya dari Padang ke Jakarta memberikan penemuan baru terkait teknologi bandul untuk menghasilkan listrik.

Alat ini dinamakannya Pembangkit Listrik Tenaga Gelombang Laut-Sistem Bandulan (PLTG-SB). Ia mengaku telah melakukan penelitian sebanyak empat kali mulai tahun 2002, 2003, 2006, dan 2007. Saat uji coba tahun 2007 di Pantai Ulak Karang Padang, alat yang dibangunnya mampu menghasilkan listrik sebesar 300 watt meskipun belum bisa dikatakan berhasil.

”Insya Allah tahun ini (2011) kita uji labor di lab Perkapalan dan Kelautan ITS (Insititut Teknologi Surabaya),” katanya. Ia menargetkan, tahun 2012, PTGL-SB temuannya ini bisa digunakan untuk skala industri.

Dibanding dengan PLTGL-SB serupa yang berkembang di luar negeri, menurutnya, alat yang dihasilkannya memiliki per bedaan mencolok.
Turbin maupun bandul yang terpasang pada ponton sebagai wadah pengapung pembangkit tersebut tidak satu pun yang terkena air laut. Hal ini memberikan efektifitas mencolok tentang ketahanan alat yang digunakan.

Cara kerja alat ini cukup menarik. Ponton yang berfungsi sebagai kapal mengangkut bandul yang terintegrasi dengan dinamo. Untuk menghasilkan putaran dinamo yang maksimal, bandul dibantu dengan alat transmisi double-freewheel dan dintegrasikan dengan bantuan rantai.

Setiap gerakan air laut akan menggoyangkan bandul sehingga menggerakkan double-freewheel untuk memutar dinamo menghasilkan listrik. ”Jika telah telah berhasil dengan baik secara ekonomi investasinya akan sama dengan pembangkit PLTA,” kata Zamri.

Ia mencatat, alat ini sangat ramah lingkungan dan bisa bergerak kapan saja sesuai dengan keinginan (mobile). Terkait daya yang dihasilkan, ia mengaku, alat ini diharapkan mampu menghasilkan daya hingga mencapai 100.000 watt untuk satu unit pembangkit.

Alat ini telah dipresentasikan Zamrisyaf di hadapan Presiden SBY beberapa waktu lalu.

Laporan: Eri Naldi| Padang
• VIVAnews

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: