energi terbarukan : now or NEVERRRRRRrrr @batubara CA1R… 170211_150415


 https://i0.wp.com/patentimages.storage.googleapis.com/pages/US4335684-1.png

Jakarta beritasatu – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyatakan investasi fasilitas pengolahan dan pemurnian mineral (smelter) dan peningkatan nilai tambah batu bara akan mendapatkan tax allowance.

Hal tersebut tercantum dalam Revisi Peraturan Pemerintah No. 52 Tahun 2011 tentang Fasilitas Pajak Penghasilan (PPh) untuk Penanaman Modal di Bidang Usaha Tertentu dan Daerah Tertentu (Tax Allowance).

Kepala Subdirektorat Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Mineral dan Batu bara Kementerian ESDM, Syamsu Daliend, mengatakan peningkatan nilai tambah mineral dan batu bara sudah diamanatkan dalam UU No.4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara. Revisi PP 52 ini diharapkan mampu menarik minat investor untuk menanamkan modalnya pada bidang usaha tersebut.

“Jadi dalam Revisi PP 52 itu disebutkan untuk sektor pertambangan yang mendapat tax allowance itu smelter untuk mineral dan coal gasification and coal to liquefaction,” kata Syamsu di Jakarta, Rabu (15/04).

Syamsu menuturkan pihaknya sudah meminta masukan dari asosiasi pertambangan terkait besaran minimal investasi smelter dan coal gasification serta coal to liquefaction. Pasalnya dalam Peraturan teknis yang akan diterbitkan oleh ESDM akan memuat kriteria investasi yang bisa mendapatkan tax allowance.

“Mereka sudah menyampaikan usulannya. Hasilnya itu akan kami kirimkan ke Biro Hukum Kementerian ESDM,” ujarnya.

Syamsu menjelaskan smelter yang akan mendapatkan tax allowance ialah smelter yang sudah beroperasi, smelter yang baru dibangun serta ekspansi smelter yang beroperasi. Namun dia menegaskan tax allowance hanya diberikan bagi smelter yang diberada di luar pulau Jawa.

Sekedar catatan, di pulau Jawa ada smelter yang sudah beroperasi dan akan melakukan ekspansi yakni PT Smelting di Gresik, Jawa Timur. Selain itu PT Freeport Indonesia juga akan membangun smelter tembaga di Gresik, Jawa Timur. Apabila mengacu pada Revisi PP 52 itu maka Smelting dan Freeport Indonesia tidak akan mendapatkan tax allowance.

Rangga Prakoso/AF

PLN Mulai Gunakan Batu Bara Cair untuk Pembangkit Listrik

By

on Peb 15, 2015 at 19:42 WIB

Liputan6.com, Jakarta – PT PLN berencana menggunakan batu bara yang dicairkan melalui proses upgrading (coal slurry) sebagai bahan bakar pembangkit listrik menggantikan Pembangkit Listrik Tenaga Disel (PLTD).

Dikutip dari Rencana Usaha Penyediaan Listrik (RUPTL) 2015-2024, Minggu (15/2/2015), coal slurry digunakan untuk pembangkit termal melalui proses pembakaran dengan mekanisme penyemprotan.

Coal slurry digunakan sebagai pembangkit skala kecil pengganti PLTD untuk beban dasar. PLN sudah membangun sebuah pembangkit yang dijadikan pilot project berkapasitas 500 kilo Watt (kW) di Karawang, Jawa Barat. Pembangkit ini akan digunakan untuk mengaliri listrik di kepulauan pada tahun 2015 ini.

Dalam rencana jangka panjang, PLN memang merencanakan untuk mengimplementasikan pembangkit dengan bahan bakar coal slurry di sistem kecil yang tersebar terutama di wilayah Papua dan Maluku.

Penggunaan batu bara yang dicairkan sebagai bahan bakar pembangkit listrik lebih ramah lingkungan serta lebih mudah ditransportasikan karena bisa disimpan dalam tangki.

Menurut Handbook of Energy and Economic Statistic of Indonesia 2013 yang diterbitkan oleh Pusdatin Kementerian ESDM pada tahun 2013, sumber daya batu bara Indonesia mencapai 119,4 miliar ton yang tersebar terutama di Kalimantan sebanyak 55,8 miliar ton, Sumatera sebesar 63,2 miliar ton dan daerah lainnya 0,4 miliar ton.

Cadangan batu bara dilaporkan sebesar 29 miliar ton dengan rincian untuk Kalimantan sebesar 16,3 miliar ton, Sumatera sebanyak 12,7 miliar ton. Karena ketersediaannya yang sangat banyak, maka dalam RUPTL diasumsikan bahwa batu bara selalu tersedia untuk pembangkit listrik.

Sekitar 22 persen dari batu bara Indonesia berkualitas rendah (low rank) dengan kandungan panas kurang dari 5.100 kkal per kg. Sedangkan sebagian besar atau 66 persen berkualitas medium antara 5.100 kkal per kg dan 6.100 kkal per kg. Sisanya sebesar 12 persen yang berkualitas tinggi dengan kandungan panas antara 6100 kkal per kg hingga 7100 kkal per kg. (Pew/Gdn)

 

Senin, 14/02/2011 10:35 WIB
Cadangan Minyak RI Hanya Cukup Untuk 12 Tahun
Syubhan Akib – detikFinance

Jakarta – Makin menipisnya cadangan minyak bumi Indonesia menjadi perhatian semua pihak. Cadangan minyak bumi di Indonesia ternyata hanya cukup untuk 12 tahun saja.

Direktur Pembinaan Usaha Hilir Migas Kementerian ESDM Saryono Hadiwidjoyo mengungkapkan dengan makin menipisnya cadangan minyak bumi yang ada, masyarakat diminta sadar untuk lebih efisien menggunakan bahan bakar khususnya untuk di kendaraan mereka.

Berbagai cara bisa dilakukan mulai dari memilih mobil yang lebih efisien hingga menggunakan bahan bakar yang lebih bagus untuk memaksimalkan pembakaran mobil.

“Saya rasa gas bumi bisa jadi solusi murah kalau bisa dikembangkan. Karena selain ramah lingkungan dan murah, stok kita juga masih cukup banyak. Kita punya cadangan gas bumi sampai 59 tahun sementara minyak bumi hanya 12 tahun saja,” paparnya di Jakarta, Senin (14/2/2011).

Sebagai gambaran, minyak bumi di 2005 masih mendominasi konsumsi bahan bakar dengan persentase sebesar 51,66% sementara batubara 15,34%, gas alam 28,57%, panas bumi 1,32%, dan tenaga air 3,11%.

Di 2025 mendatang pemerintah menargetkan akan mereduksi peran bahan bakar minyak tersebut hingga ke angka 20%.

Setelah itu konsumsi gas alam akan ditingkatkan menjadi 30% dan batubara 33%. Sedangkan bahan bakar terbarukan seperti bahan bakar nabati, panas bumi, biomassa, nuklir, tenaga air, tenaga angin, tenaga matahari dan batubara cair akan mengambil porsi 17% dari konsumsi.

(syu/dnl)

 

Running Diesel Engine With a Coal Slurry, By EDMUND L. ANDREWS
Published: September 9, 1989

An engineer at Defense Research Technologies Inc. of Rockville, Md., a research concern specializing in fluid control, has patented a device that makes it possible to power a diesel engine with a coal slurry.

An engineer at Defense Research Technologies Inc. of Rockville, Md., a research concern specializing in fluid control, has patented a device that makes it possible to power a diesel engine with coal slurry.

The inventor, Allen B. Holmes, said the device could be an economical alternative to petroleum fuels for large engines like those used in ships and locomotives.

The coal slurry consists of roughly equal parts of water and coal dust, and it must be sprayed into a combustion chamber as a fine mist in order to be burned. Mr. Holmes said the problem was that the slurry is a balky fluid that comes out of a nozzle as a mist only under very high pressure. The pressure of the streaming coal particles, however, wears out nozzles almost immediately.

Mr. Holmes’s invention resolves that with a new nozzle that spews out liquid as a conical sheet, like a witch’s hat. As the cone spreads out, the sheet becomes thinner and the particles separate into droplets. By applying comparatively small amounts of pressure, Mr. Holmes said, the liquid becomes a mist virtually as soon as it leaves the nozzle.

The device is being incorporated in an experimental engine being built by Adiabatics Inc. of Columbus, Ind.

Mr. Holmes received patent 4,862,837.

Sources:

Running Diesel Engine With a Coal Slurry, By EDMUND L. ANDREWS
Published: September 9, 1989, New York Times, Wednesday, August 27, 2008
http://query.nytimes.com/gst/fullpage.h … A96F948260

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: