brau @ASEAN … 051212_130115


JAKARTA kontan. Produsen batubara, PT Berau Coal Energy Tbk (BRAU) melalui anak usahanya PT Berau Coal bersiap membeli dua kapal tongkang atau barge pada tahun ini. Pembelian tersebut untuk mendukung aktivitas pengangkutan batubara Berau Coal di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur.

Presiden Direktur PT Berau Coal Energy Tbk Amir Sambodo dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia, Senin (12/1) menyatakan, pihaknya telah mengalokasikan belanja modal sebesar Rp 84 miliar untuk membeli dua kapal tongkang tersebut.

Uang sebesar Rp 84 miliar itu berasal dari dana hasil Initial Public Offering (IPO) perusahaan. Dia menjelaskan, penggunaan dana hasil IPO ini sudah disetujui oleh pemegang saham Berau Coal Energy. “Dengan pembelian dua tambahan barge ini, maka total barge yang sudah dibeli dengan menggunakan dana hasil IPO menjadi delapan,” tegas dia.

Sementara itu, General Manager Corporate Communications PT Berau Coal Energy Tbk Singgih Widagdo menambahkan, pembelian barge baru itu bertujuan untuk mendukung transhipment atau pengangkutan batubara di dalam negeri. “Untuk penjualan ke pasar ekspor atau ke luar negeri tentu saja tidak bisa memakai kapal tongkang atau barge, yang terbuka,” ujar Singgih kepada KONTAN, Senin (12/1).

Amir juga menambahkan bahwa awalnya perusahaan berencana membeli sebanyak 25 unit barge dengan menggunakan dana IPO. Tetapi karena harga batubara yang melorot, manajemen memutuskan untuk hanya membeli delapan barge. Dengan demikian, sekarang, perusahaan ini sudah mengoperasikan sekitar 37 barge untuk mendukung distribusi batubara mereka.

Singgih melanjutkan, pada tahun 2015, Berau Coal menargetkan produksi batubara sebanyak 27 juta ton. Angka produksi ini lebih tinggi dibandingkan dengan produksi batubara perusahaan pada 2014 yang sekitar 24,5 juta ton. Kenaikan produksi itu tujuannya untuk menjaga pertumbuhan pendapatan meskipun harga batubara masih rendah.

“Target produksi yang meningkat ini tidak menjadi masalah karena kapasitas produksi Berau saat ini mencapai 29 juta ton,” terang Singgih.

Editor: Yudho Winarto

 

Berau Alihkan Ekspor dari China ke ASEAN
Selasa, 4 Desember 2012 | 15:43 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com – PT Berau Coal Energy Tbk (BRAU) cukup kelimpungan dengan penurunan permintaan batubara dari China yang menyebabkan kinerjanya terpangkas. Untuk menyiasatinya, Berau berencana mengembangkan pemasaran batubara ke Asia Tenggara.

Direktur Utama BRAU Rosan Perkasa Roeslani mengungkapkan, ekspor batubara Berau ke China sepanjang tahun 2012 terus turun, hingga kini hanya mencapai kurang dari 45 persen dari total ekspor perusahaan. Padahal, Berau mengekspor hampir seluruh produksinya, dan sebagian besar untuk pasar China.

Maka, perusahaan hendak mengalihkan ekspornya ke pasar negara tetangga. “Selain kembali mengembangkan pemasaran di Thailand, kami juga akan mengembangkan diversifikasi pasar ke negara ASEAN seperti Filipina, Vietnam dan Malaysia,” kata Rosan.

Namun Rosan mengungkapkan, perseroan saat ini masih memiliki kontrak penjualan jangka panjang ke negara Taiwan, India, Hongkong dan Indonesia. “Dan masih berjalan dengan baik,” imbuhnya.

Pada tahun depan, Rosan mengatakan bahwa BRAU akan menaikkan produksinya menjadi 23,5 juta ton dengan target penjualan 23 juta ton. “Sedikit naik dibanding produksi BRAU tahun 2012 yang sebesar 21 juta ton,” jelasnya. (Dyah Ayu Kusumaningtyas/Kontan)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: