energi alternatif is A MU$+ (00002) … 200610_081214


 

INILAHCOM, London – Baterai laptop bekas ternyata memiliki daya yang cukup untuk menerangi rumah di permukiman kumuh.

Sebuah penilitian dari IBM menganalisa sampel baterai laptop yang dibuang dan ternyata 70 persen di antaranya memiliki daya yang cukup untuk menghidupkan lampu LED lebih dari empat jam sehari selama satu tahun.

Para peneliti mengatakan menggunakan baterai yang dibuang lebih murah daripada menggunakan opsi yang lain dan juga membantu menangani masalah sampah elektrik.

Konsep tersebut diuji coba di kota Bangalore, India, pada tahun 2014 ini.

Tindakan ini populer di kalangan pedagang kaki lima yang tidak tersambung dengan listrik, dan juga di kalangan keluarga miskin yang tinggal di permukiman kumuh.

Penelitian yang berasal dari tim riset IBM India ini, akan dibahas pada konferensi di San Jose, California, AS, demikian menurut Technology Review dari Massachusetts Institute of Technology.

Para peneliti menargetkan untuk membantu sekitar 400 juta orang di India yang tidak mendapatkan listrik. [bbc/ikh]

20/06/2010 – 14:40
Mendesak, Pembangunan Energi Alternatif
Rosdianah Dewi

INILAH. COM, Jakarta – Pengembangan energi alternatif tampaknya sudah tidak dapat ditunda lagi. Pasalnya dalam beberapa tahun ke depan planet bumi akan mengalami krisis energi.

“Dalam 50 tahun ke depan manusia harus melakukan perubahan mendasar untuk energi,” ucap Director del Centro Tridimensional, Francois Haufart, dalam diskusi yang bertajuk, The Political Economy of Global

Crisis And Alternatives, di Jakarta, Minggu (20/6).

Ia mengatakan, bahan bakar akan habis dalam jangka 40 tahun kedepan. Sedang bahan tambang lainnya seperti uranium dan besi juga akan habis dalam hitungan tahun. “Sumber Daya Alam semakin terbatas, bukan hanya minyak tapi juga besi dan alumunium,” jelasnya.

Lebih lanjut, Francois mengatakan, kelangkaan tersebut disebabkan karena pemanfaatn yang berlebihan terutama setelah berakhirnya Perang Dunia ke II.

Selain itu Francois juga menyayangkan masih minimnya penggunaan energi altenatif. Masyarakat masih menyukai untuk mengerug lahan-lahan pada sumber daya yang ada.

“Karena pemanfaatn kendaraan bermotor lebih banyak dan mengeluarkan banyak emisi. Selain itu, karena kontribusi energi terbarukan masih sangat marginal, hanya 4 persen dari energi yang ada,” sesalnya. [hid]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: