adro @$2 M … 090514_251014


JAKARTA. PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO) melakukan percepatan pembayaran utang. Utang ini merupakan milik anak usaha perseroan, PT Adaro Indonesia (AI).

David Tendian, Direktur Keuangan ADRO mengatakan, nilai utang yang dipercepat sebesar US$ 800 juta. Utang ini merupakan kewajiban yang timbul dari hasil penerbitan obligasi oleh AEI pada 22 Oktober 2009 lalu.

“Sumber pendanaan pelunasan sebagian dari pinjaman US$ 1 miliar serta (sebagian dari) kas internal,” ujarnya dalam pernyataan resmi.

Adapun, ADRO memperoleh pinjaman tersebut berdasarkan perjanjian pemberian pinjaman tertanggal 25 Agustus 2014. Lebih lanjut, David bilang, adanya percepatan pelunasan akan memperbaiki struktur utang perseroan.

Selain itu, pembayaran dipercepat ini juga bisa menurunkan biaya pendanaan, dan mempertahankan struktur permodalan yang kuat. Menurut hitungan manajemen ADRO, adanya penyelesaian utang ini bisa menghemat beban bunga hingga US$ 40 juta per tahun.

“Refinancing ini sejalan dengan strategi kami mempertahankan neraca yang kuat dan likuiditas yang fleksibel,” imbuh David.

Di tengah kondisi harga batubara yang belum stabil, perseroan fokus untuk menjaga tingkat permodalan, efisiensi biaya, dan pengurangan jumlah hutang.
Editor: Barratut Taqiyyah

Jakarta – PT Adaro Energy Tbk (ADRO) pada kuartal II berhasil membukukan produksi batu bara sebanyak 13,76 juta ton, atau naik 2 persen dari periode yang sama tahun 2013.

Mulai beroperasinya tambang batu bara Balangan oleh anak usaha PT Semesta Centramas diyakini mampu membuat perseroan mencapai target produksi.

“Kami menargetkan hingga akhir tahun ini produksi bisa mencapai 54-56 juta ton,” kata Head of Investor Relation and Corporate Secretary Adaro Energy, Cameron Tough dalam keterangan tertulisnya, Selasa (5/8).

Dia mengatakan, pada kuartal II-2014, tambang batu bara Balangan mulai beroperasi secara komersial dengan produksi 77.355 ton. Dari total produksi tersebut, sebesar 53.274 ton dijual ke pelanggan di Thailand.

Selama kuartal II-2014, penjualan Adaro mencapai 14,47 juta ton, naik 4 persen dari periode yang sama tahun sebelumnya. Dari total raihan tersebut, penjualan domestik mencapai 22 persen, disusul India 16 persen, Tiongkok 13 persen dan Jepang 10 persen.

Adaro juga berhasil melampaui target nisbah kupas konsolidasi tahunan sebesar 5,78x seiring pemindahan lapisan penutup yang mencapai 81,31 juta bank cubic meters (mbcm), naik 2 persen dari tahun sebelumnya. Nisbah kupas konsolidasi aktual Adaro pada kuartal II-2014 tercatat sebesar 5,85x.

“Pemindahan lapisan penutup dapat dilakukan dengan porsi yang lebih besar akibat berakhirnya musim hujan,” tambahnya.

Pada kuartal II-2014, perseroan juga melanjutkan ekspansi terminal khusus batu bara Kelanis. Perseroan akan melanjutkan tahap kedua proyek peningkatan Kelanis yang akan meningkatkan total kapasitas menjadi 70 juta ton per tahun.

Sementara eksplorasi pada kuartal ini difokuskan pada aktivitas pengeboran untuk mendapatkan data geologi, geo-hidrologi, dan Acid Mine Drainage (AMD) pada 154 lubang dengan total kedalaman 17.879 meter, dan total biaya US$ 635,288, atau turun 26 persen dari US$ 863,146 pada periode yang sama tahun lalu.

Adaro merupakan salah satu produsen batu bara terbesar di Indonesia. Per akhir Juni 2014, kapitalisasi pasar Adaro tercatat sebesar US$ 3,27 miliar, naik 18 persen dari US$ 2,76 miliar pada kuartal I-2014.

Harga saham ADRO berkisar antara Rp 940 sampai Rp 1.325. Secara rata-rata, volume perdagangan harian ADRO pada kuartal ini mencapai US$ 6,5 juta, atau 17 persen lebih tinggi dari kuartal sebelumnya sebesar US$ 5,6 juta dan bertahan sebagai salah satu saham batu bara Indonesia yang paling likuid.

http://www.beritasatu.com/pasar-modal/200719-produksi-batu-bara-adaro-naik-tipis-capai-1376-juta-ton.html

 

Sumber : BERITASATU.COM

Adaro Energy (ADRO) siap untuk melunasi utang senilai US$2 miliar yang sebagian dana pelunasan berasal dari kas internal. Perseroan menunjukan kinerja yang baik pada kuartal I-2014, sehingga saat ini memiliki kas sebesar US$830 juta. Selain untuk melunasi utang, perseroan juga akan menggunakan kas untuk pembayaran dividen. Dana untuk pelunasan utang tidak cukup hanya dari kas. Saat ini perseroan menjajaki opsi untuk refinancing tetapi masih belum tahu berapa kebutuhan refinancing tersebut. (Bisnis Indonesia)

Sumber : IPS RESEARCH

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: