energi terbarukan : PANA$ bumi … 280410_270814


wsj JAKARTA—Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) pada Selasa mengesahkan Undang-undang tentang Panas Bumi yang memungkinkan pembangunan proyek energi geotermal alias panas bumi di lahan konservasi.

Di hadapan anggota DPR, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jero Wacik mengatakan proyek panas bumi tak lagi dikategorikan sebagai kegiatan pertambangan, yang tak boleh dilakukan di lahan konservasi. Jero mengungkap cadangan geotermal Indonesia banyak yang terletak di wilayah konservasi.

Untuk wilayah proyek yang mencakup lebih dari satu provinsi, kewenangan penerbitan izin untuk proyek energi panas bumi akan berada di tangan pemerintah pusat.

Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi di Kementerian ESDM, Rida Mulyana, mengatakan peraturan baru ini dapat membantu mempercepat proses perizinan bagi pihak yang berminat menanamkan modal di pembangkit energi tenaga panas bumi.

Sebagai negara yang terletak di Cincin Api Pasifik, sebuah rangkaian panjang gunung api, Indonesia memiliki cadangan sumber daya geotermal yang melimpah. Namun, peraturan yang tumpang-tindih telah menghambat pengembangan proyek-proyek energi panas bumi. Padahal, banyak wilayah tanah air yang masih kekurangan pasokan listrik.

Pemanfaatan energi geotermal butuh sinergi kuat

NUSA DUA, Bali: Kalangan pengusaha panas bumi menilai dukungan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono untuk pengembangan potensi panas bumi sebagai sumber energi terbarukan tidak akan berjalan optimal, tanpa adanya sinergi dari semua pihak.
Ketua Umum Asosiasi Panas bumi Indonesia Suryadarma mengatakan pengembangan panas bumi terkait berbagai aspek, seperti sektor kehutanan, tata ruang, lingkungan hidup, berbagai aturan pemerintah daerah. Bahkan, keterlibatan masyarakat juga sangat memengaruhi pengembangan energi alternatif tersebut.

“Kita mengharapkan, tidak hanya statement Bapak Presiden saja, tetapi keluar peraturan untuk [pengembangan] panas bumi ini, bagaimana implementasinya di lapangan,” katanya kemarin.

Kendati begitu, dia berharap pernyataan Presiden pada pembukaan World Geothermal Congress 2010 -yang menyebutkan hambatan-hambatan dalam pengembangan panas bumi akan dan sudah ada beberapa yang disingkirkan-dapat memberikan jalan bagi investor untuk masuk dalam bisnis panas bumi.

Dia juga menyebutkan beberapa hambatan pengembangan panas bumi yang sudah disingkirkan itu antara lain menyangkut penggunaan kawasan hutan. Selama ini, pengembangan panas bumi terkendala dengan adanya aturan yang melarang kegiatan nonkehutanan di kawasan hutan lindung atau cagar alam.

Suryadarma mengatakan saat ini sudah peraturan pemerintah yang mengizinkan kegiatan geotermal di kawasan hutan lindung.

Dia merujuk dua proyek panas bumi yang sudah bisa dilakukan di kawasan hutan. “Salah satunya Kamojang. Kehutanan memang sudah dibuka untuk panas bumi, tetapi pelaksanaannya tetap harus diawasi.”

Patokan harga

Selain persoalan hutan, kata Suryadarma, persoalan harga jual listrik panas bumi kepada PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) juga telah teratasi dengan adanya PP soal harga patokan tertinggi (HPT) sebesar US$0,097 per kWh.

Selama ini, ujarnya, faktor ini menjadi salah satu penghambat pemanfaatan energi itu sebagai bahan bakar pembangkit.

Sekarang, lanjutnya, tinggal mencari solusi terbaik bagi PLN karena BUMN listrik itu masih belum bisa menerima sepenuhnya HPT yang telah disepakati itu.

Paling tidak, kata Suryadarma, dengan adanya kongres panas bumi internasional yang akan menghasilkan suatu deklarasi pada penghujung acara, bisa menjadi starting point pengembangan panas bumi dunia, khususnya Indonesia.

Dengan begitu, keinginan kuat dari Indonesia untuk menjadi laboratorium geotermal dunia bisa terealisasi.

Oleh Nurbaiti
Bisnis Indonesia

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: