buktikan merahmu, bangkitkan energi terbarui : 211009_230814


sindo SURABAYA – Anak perusahaan PT Perkebunan Nusantara (PTPN) X yakni PT Energi Agro Nusantara menunjukan kineja membanggakan. Perusahaan ini berhasil memproduksi bioethanol sebagai pengganti bahan bakar solar.

Hingga saat ini, pemesanan bahan bakar alternatif dari luar negeri terus mengalami peningkatan. seperti di Filipina, Singapura, Thailand, dan negara-negara eropa menjadi langganan negara yang pesan produk dalam negeri ini.

Negara dengan pemesan terbaru adalah Singapura. Perusahaan dengan nama Vermogen Oil Pte Ltd, melalui PT Bumi Makmur Bersatu menjalin kerja sama.

Dalam kontrak kerja sama ini, Energi Agro Nusantara menyediakan 12.000 kilo liter bioethanol. Dalam kontrak kerja sama itu menyebutkan, pembelian dilakukan selama enam bulan, atau tiap bulan pihak Enero mengekspor 2.000 kl ke Singapura.

Diprediksi, jumlah negara yang melakukan pemesanan akan mengalami peningkatan secara drastis, karena manfaat yang diperoleh lebih besar.

“Sebagai tahap awal kita menjual 12.000 KL, terhitung mulai September 2014 hingga Februari 2015,” kata Direktur Utama PT Enero Agus Budi Hartono setelah kontrak kerja sama di kantor PTPN X, Surabaya, Jumat (22/8/2014).

Agus mengatakan, kontrak kerja ini berjalan selama enam bulan karena menyesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan produksi.

Sebab tahun ini PT Enero ditargetkan bisa memproduksi 10 juta kl dari total kapasitas produksi 30 juta kl. Jika kapasitas sudah maksimal, PT Enero akan memenuhi semua keinginan pemesan.

Sesuai target, pada 2014 target Enero bisa memproduksi 10 juta liter, target tersebut akan mengalami peningkatan pada 2016 menjadi 20 juta liter, dan pada 2016 akan meningkat menjadi 30 juta liter.

“Proses pengirimannya bertahap, menyesuaikan kebutuhan dari Vermogen Oil Pte Ltd. Kalau kita siap saja, mengirim berapapun. Tetapi kebutuhan ekspor tidak jauh dari yang sudah disepakati melalui kontrak,” ungkapnya.

Pasar global bioethanol, terutama di Asia cukup besar dan terbuka lebar. Dengan patokan harga USD65-USD85 sen per liter, memungkinkan Enero untuk menggenjot pasar internasional.

Terlebih harga bioethanol di dalam negeri berkisar antara Rp9.500-Rp10.000 per liter. Tetapi Enero berkeinginan mendorong produksinya dikenal di dalam negeri.

Pasalnya, perusahan pemerintah seperti Pertamina masih enggan menggunakan produk ini. Padahal, PTPN X bersedia memenuhi semua keinginan yang diinginkan Pertamina. Selain itu, proses pengiriman di bea cukai juga terkesan menganak tirikan produk ini.

Mereka mempersulit proses pengirikan barang-barang ini. “Saya lebih suka produk ini dinikmati di dalam negeri, bukan luar negeri seperti saat ini,” katanya.

Hendra Ali, Representatif Vermogen Oil Pte Ltd menyebut tahap pertama ini baru membeli 12.000 kl. Namun, jumlahnya akan mengalami peningkatan. “Ke depan akan kita perbaiki kontrak kerjanya, berdasarkan kebutuhan. Jika kebutuhan bertambah, tentu kontrak kerja akan kita perbaiki,” jelasnya.

Komisrais Utama Enero, Dolly P Pulungan menambahkan, saat ini ada sejumlah negara yang mengincar produk hasil olahan dari tetes tebu ini.

Ada sejumlah perusahaan seperti Daewo (Korea Selatan), Alcotra (Swiss), Rudolph Prenh (Jerman), dan Lomac (Belanda) yang sudah melirik produk tersebut.

(izz)

 

INILAHCOM, Jakarta – PT Sekawan Intipratama Tbk (SIAP) akan membangun pabrik etanol dengan nilai investasi mencapai €180 Juta Euro.

“Akan bangun pabrik ethanol, lahan sudah dibebaskan sekitar 60 ha dari 5000 ha di dekat sungai Mahakam,” ujar Presiden Komisaris SIAP, Rennier AR Latief saat paparan di Jakarta, Selasa (19/8/2014).

Menurut Latief, perseroan mengolah etanol yang berasal dari produksi batubara PT Indo Wana Bara, yang berlokasi di Kabupaten Kutai Barat, Kalimantan Timur. Perseroan mengakuisisi perusahaan tersebut.

Rencananya, lanjut Latief, perseroan yang akan menjadi kontraktornya ProCone GmbH akan menjadi kontraktor Engineering, Procurement, and Construction (EPC).

“Konversi batu bara menjadi ethanol Mine mouth project, untuk menghindari transportasi batu bara karena sebagian besar dari batu bara adalah air.Project ini sudah cukup lama dibicarakan,” katanya.

Latief menjelaskan akan membangun pabrik etanol pada January 2015 dan ditargetkan operasi di akhir 2016. Dana untuk membangun pabrik, Latief menjelaskan berasal dari 70% pinjaman dan 30% kas internal.

“Sekarang sudah ada 3 bank di procone, Swis, Jerman dan Cheko khusus mendanai industrin kimia dasar, bunga di Eropa sekarang hanya empat persen,” jelasnya. [hid]

 

21/10/2009 – 17:50
Darwin Utamakan Konservasi & Diversifikasi Energi

Darwin Saleh
(inilah.com/Dokumen)
INILAH.COM, Depok – Calon Menteri ESDM Darwin Zahedy Saleh menyatakan kesiapannya jika dipercaya menjadi menteri.

“Saya siap mengabdi di manapun diminta,” kata Darwin, di Depok, Rabu (21/10).

Sebagai seorang ekonom dan juga dosen Manajemen Strategi pada Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (FEUI), Darwin ternyata cukup peduli terhadap perkembangan dan ketersediaan energi Indonesia dan dunia di masa mendatang.

Ia mengatakan bahwa ekspor minyak mentah Indonesia jika dibandingkan dengan impornya memang lebih banyak dan berpotensi mengisi kantung devisa negara.

Namun dalam hal minyak siap guna (minyak jadi) Indonesia lebih banyak mengimpor, sehingga jika dibandingkan dengan ekspor minyak mentah, negara ini masih bergantung pada luar negeri.

Guna menghadapi tantangan tersebut, kata pria yang baru saja menyelesaikan program Doktor pada Ilmu Manajemen Keuangan, diversifikasi dan konservasi merupakan alternatif terbaik dalam menghadapi kondisi energi saat ini.

Dikatakannya, dengan menggunakan energi yang dapat diperbaharui, seperti bioetanol dan panas bumi diharapkan mampu memenuhi tuntutan pasokan energi seperti pembangunan listrik yang berkapasitas 10.000 MegaWatt. “Diharapkan melalui penggunaan energi alternatif seperti batu bara dapat mengurangi ketergantungan terhadap penggunaan minyak bumi,” katanya.

Dengan komposisi pendayagunaan energi, 30 persen gas, 20 persen, minyak, 33 persen batu bara, dan sisanya pada energi lain, seperti panas bumi, Indonesia diharapkan dapat memenuhi seluruh kebutuhan energi yang dibutuhkan.

Lebih lanjut ia mengatakan banyak pertimbangan yang harus dijadikan acuan dalam melihat perkembangan sumber energi dunia.

Terlepas dari pencalonannya sebagai menteri, dia berharap setiap departemen maupun lembaga negara mampu melakukan reformasi birokrasi di segala bidang. [*/cms]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: