minyaaa($102)AAk … 060614


INILAHCOM, New York – Persediaan bensin danminyakdistilasi AS dilaporkan naik. Namun minyak mentah mampu bertahan di atas level USid=”mce_marker”02 pada hari Kamis (Jumat, 6/6 WIB) walau ada tekanan tersebut. Minyak mentah ditutup pada level USid=”mce_marker”02,46 per barel. Saat itu harga tertinggi harian berada di US$102,69 dan terendah USid=”mce_marker”01,60.

PresidenUkrainaterpilih, Petro Poroshenko, menyatakan dia mungkin akan mendiskusikan rencana untuk mengakhiri kerusuhan di timur Ukraina dengan Presiden Rusia, VladimirPutin. Pernyataan tersebut setidaknya mampu meredam kekhawatiran akan berlarutnya kondisi geopolitik yang dapat menggangu pasokan minyak dan gas.

Dari pasar uang dilakporkan euro mulai kembali menguat terhadap dollar. Sebelumnya euro memang sempat sebelumnya melemah setelah European Central Bank mengumumkan kebijakan suku bunga deposito negative. Penguatan kembali euro terhadap dollar Amerika ini mampu menahan penurunan minyak.

Euro pada mulanya melemah hingga di bawah area U$1,36. Indeks ICE dollar juga menguat. Namun keputusan ECB tersebut dianggap belum mampu melemahkan euro. Akibatnya mata uang kawasan dengan 18 negara anggota itu berbalik menguat terhadap dollar.

Seperti diketahui, transaksi minyak mentah dilakukan dengan mata uang berdenominasi dollar. Itulah sebabnya penguatan dollar cenderung menekan harga minyak. Sebaliknya pelemahan dollar dapat menopang harga minyak. (edm)

 

http://ekonomi.inilah.com/read/detail/2107064/euro-rebound-minyak-bertahan-di-atas-us102#.U5Eb53bajl0

 

Sumber : INILAH.COM
China Melambat, Harga Emas Hitam Langsung Lesu
Sabtu, 01 Februari 2014 11:09 wib | Martin Bagya Kertiyasa – Okezone

NEW YORK – Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) turun dari level tertingginya, karena kekhawatiran pertumbuhan negara-negara berkembang akan terus menyusut. Akibatnya, premi patokan antara Brent dengan WTI menyempit ke level terendahnya, setidaknya dalam lebih dari tiga bulan terakhir.

Penurunan terjadi, setelah pertumbuhan ekonomi salah satu emerging market terbesar, China, melambat. Di sisi lain, adanya pengurangan stimulus Federal Reserve sebesar USD1,8 triliun di seluruh ekuitas dunia pada Januari menambah kekhawatiran tersebut.

“Kami melihat korelasi sedikit antara minyak dan pasar global. Beberapa kekhawatiran tentang pasar negara berkembang telah menyebabkan bleeding pada minyak mentah,” kata senior ekonom di Seattle US Bank Wealth Management, Rob Haworth, seperti dilansir dari Bloomberg, Sabtu (1/2/2014).

WTI untuk pengiriman Maret turun 74 sen dan menetap di USD97,49 per barel di New York Mercantile Exchange. Volume kontrak yang diperdagangkan adalah 9,7 persen lebih tinggi dari rata-rata 100 hari perdagangan.

Sementara Brent untuk pengiriman Maret turun USD1,55 atau 1,4 persen dan berakhir di USD106,40 per barel di London berbasis ICE Futures Europe. Volume perdagangan sebesar 3,6 persen di atas rata-rata 100 hari perdagangan.

Data pemerintah China besok mungkin menunjukkan indeks manufaktur, negara konsumen minyak terbesar di dunia setelah Amerika Serikat (AS), jatuh ke level terendah dalam enam bulanan. Sedangkan Indeks Manajer Pembelian (PMI) mungkin meluncur ke 50,5. ()

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: