energ1 terbarukan: @li$tr1k PLN … 311213


Konsumsi Listrik Tumbuh
SENIN, 28 OKTOBER 2013 , 09:36:00

JAKARTA – Kinerja sektor listrik Indonesia akhir-akhir ini terus digoyang dengan defisit pasokan listrik. Namun pemerintah masih optimistis pelayanan kebutuhan listrik kepada masyarakat masih terus berkembang.

Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jarman mengatakan, pertumbuhan konsumsi listrik di Indonesia memang cukup besar. Hal tersebut didorong oleh membaiknya standar hidup masyarakat Indonesia.

Konsumsi listrik per kapita di Indonesia sudah mencapai 900 kilowatt per jam (kwh). Angka tersebut tumbuh dari konsumsi per kapita tahun lalu yang mencapai 815 kwh. “Padahal, masih ada 20 persen dari total populasi yang belum teraliri listrik. Sekitar 40 juta jiwa lah,” ujar di sela peringatan Hari Listrik Nasional di Jakarta kemarin (27/10).

Menurutnya, setiap tahunnya pemerintah melalui PLN sudah menambah 3 juta jaringan baru. “Dalam tiga tahun terakhir, elektrifikasi sudah naik 10 persen. Tahun ini sudah mencapai 79,5 persen. Tahun depan kami targetkan 81,5 persen. Dan kalau bisa dipertahankan, elektrifikasi bakal mencapai 99,9 persen pada 2020,” ungkapnya.

Direktur Utama PLN Nur Pamudji mengatakan, kinerja kelistrikan Indonesia sudah menunjukkan ten yang sangat positif. Dia mencontohkan kapasitas pembangkit listrik di Indonesia. Pada 2009, kapasitas total Indonesia masih ada di angka 30 ribu mw.

Sedangkan tahun ini, kapasitas total sudah bisa mencapai 46 ribu. “Dalam waktu empat tahun saja kapasitas Indonesia bertambah lebih dari 50 persen,” jelasnya.

Sedangkan, elektrifikasi pun dinilai tumbuh cepat. Dari rasio elektrifikasi sebanyak 58 persen pada 2004, saat ini sudah hampir mencapai angka 80 persen. Padahal, lanjut dia, masih ada faktor pertumbuhan penduduk dan konsumsi per kapita yang seharusnya memperlambat pertumbuhan jangkauan listrik.

“Ditambah lagi, penggunaan BBM juga sudah berhasil ditekan. Sekarang penggunaan BBM hanya 12 persen dari bauran energi pembangkit listrik. Tahun lalu hanya 15 persen. Bahkan, tahun sebelumnya baurannya mencapai 23 persen,” ungkapnya. (bil/sof)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: