S. Uno emang numero uno … dah : 050110_111013


Kisah Awal Karir Sandiaga Uno: Ditolak 25 Perusahaan dan Dianggap Anak Kemarin Sore
Zulfi Suhendra – detikfinance
Jumat, 11/10/2013 12:01 WIB

Jakarta – CEO PT Saratoga Investama Sedaya Tbk Sandiaga Uno yang juga merupakan pengusaha muda terkenal, bercerita soal awal karirnya jatuh bangun, hingga menjadi pengusaha sukses. Awal mula dia meniti karir adalah sebagai konsultan finansial atau keuangan.

“Tidak ada yang tahu mungkin saya bermula dari pekerjaan financial consultant,” kata Sandi di acara Inauguration Ceremony The Institute of Financial Consultant di Gedung Perkantoran Boulevard Jalan Fachrudin Raya, Jakarta, Jumat (11/10/2013).

Sandi mengatakan, pada tahun 1997 saat Indonesia dilanda krisis keuangan yang hebat, Sandi menjadi korban PHK tempatnya bekerja. Lalu Sandi harus untuk mencari pekerjaan baru, dan hasilnya nihil.

“Saya tidak bisa mendaftar pekerjaan, ditolak oleh 25 perusahaan. Apalagi ada daerah bakar-bakaran. Akhirnya saya terpaksa banting setir finansial konsultan dan mendirikan sebuah perusahaan dengan teman saya,” kisahnya.

Menurut Sandi, awal mula karirnya sebagai konsultan keuangan tidak mulus. Bahkan tidak jarang Sandi dipandang sebelah mata oleh perusahaan-perusahaan yang menggunakan jasanya.

“Waktu itu sulit. Karena dianggap yang memberikan saran adalah kumpulan anak-anak kepada perusahaan-perusahaan besar, istilahnya kami anak kemarin sore. Satu jam presentasi, 45 menit habis untuk meyakinkan mereka,” katanya.

Hingga akhirnya setelah 6 bulan mengalami kesulitan, ada satu perusahaan yang menggunakan jasa mereka untuk merestrukturisasi perusahaannya.

“Alhamdulillah setelah terseok-seok 6 bulan ada perusahaan yang percaya untuk direstrukturisasi oleh kami,” kata Sandi.
(zul/dnl)
Selasa, 05/01/2010 16:52 WIB

Sandiaga Uno kebanjiran undangan dari para bankir

oleh : Pudji Lestari

JAKARTA (Bloomberg): Sandiaga Uno, pria termuda kedua dalam daftar orang kaya di Indonesia versi majalah Forbes, kebanjiran tawaran dari para bankir swasta untuk mencicip anggur, menghadiri konser, hingga undangan karaoke dan kunjungan judi ke Macau demi mendapatkan kesepakatan bisnis darinya.

“Hampir semua bank yang datang ke sini [Indonesia] membuat kunjungan ramah tamah. Awalnya saya merasa wow [takjub]. Lalu saya mulai menyadari kalau undangan itu bukan cuma buat saya, tapi juga untuk banyak orang [kaya] lainnya,” tutur pria, yang kekayaannya oleh Forbes ditaksir mencapai US$400 juta (setara dengan Rp3,8 triliun, asumsi US$1=Rp9.500), itu kepada Bloomberg.

Bank swasta asing seperti Credit Suisse AG dan Julius Baer Group Ltd melebarkan sayap bisnisnya ke Indonesia menyusul kestabilan politik dan pertumbuhan ekonomi di negara ini membujuk orang kaya untuk menyimpan uangnya tetap tinggal di Tanah Air.

Hal ini menjadi tantangan bagi para pengelola kesejahteraan (wealth manager) di Singapura, apalagi Merrill Lynch & Co dan Capgemini SA memprediksikan nilai kekayaan orang Indonesia mencapai lebih dari US$90 miliar pada 2006.

Pada saat bankir swasta mengubah fokusnya ke pasar berpertumbuhan cepat seperti Asia, orang-orang terkaya Indonesia mengakumulasi kekayaannya lebih cepat dibandingkan dengan kawasan manapun selain China.

Survei kekayaan yang dibuat secara tahunan oleh Merrill dan Capgemini memperkirakan aset para miliuner Asia akan melampaui rekan mereka di Amerika Utara pada 2013.

Perekonomian Indonesia, sebagai negara pengekspor batu bara dan minyak sawit terbesar dunia, diperkirakan tumbuh dua kali lipat dalam enam tahun mendatang dengan adanya lonjakan permintaan dari China dan India.

CLSA Asia-Pacific Markets dalam laporannya pada Juli bahkan menyebut Indonesia, China, dan India sebagai segitiga pertumbuhan Asia berikutnya. Indeks harga saham gabungan (IHSG) melejit 123% dalam ukuran dolar AS, menjadikannya sebagai indeks dengan pertumbuhan terbesar di Asia.

“Dalam jangka waktu 10 tahun, kalau melihat PDB, rata-rata dan konsentrasi kekayaan, maka Indonesia akan menjadi salah satu pasar besar di dunia,” kataFrancois Monnet, Head of Private Banking Credit Suisse untuk wilayah Asia Tenggara dan Australasia.

Bila digabungkan, nilai kekayaan 40 orang kaya Indonesia pada 2009 itu mencapai US$42 miliar. Dari 12 negara Asia Pasifik yang dipantau Forbes, hanya China yang mampu menandingi pertumbuhan kekayaan di Indonesia.

Sebagian besar kekayaan itu tetap tinggal di negaranya karena kondisi politik dinilai stabil. Hal ini berkebalikan dengan apa yang terjadi pada 1998, ketika perekonomian negara terpuruk krisis moneter dan ribuan orang kaya Indonesia pergi ke luar negeri.

“Semakin banyak orang kaya Indonesia yang ingin membawa kembali uangnya masuk ke Indonesia. Saat ini, kecuali sesuatu yang sangat besar terjadi, trennya tidak dapat dibalik,” kata Rizal Prasetijo, Managing Director PT J.P. Morgan Securities Indonesia.

Sampai saat ini masih banyak bank swasta internasional seperti JPMorgan Chase & Co, UBS AG, dan Merrill Lynch & Co yang memberikan jasa kepada orang Indonesia langsung dari Singapura, yang membangun reputasinya sebagai pusat pengelola kesejahteraan di kawasan.

bisnis.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: