k3rug1an BRAu @ Jan-Jun 2013 : 300813


Friday 30/Aug/2013 at 07:19
RUGI BERAU COAL ENERGY TURUN DI PERIODE HINGGA JUNI 2013.

IQPlus, (30/08) – Rugi periode berjalan yang dapat didistribusikan kepada pemilik entitas induk PT Berau Coal Energy Tbk (BRAU) per Juni 2013 turun 55,81 persen menjadi US$42,49 juta dibandingkan dengan rugi periode sama tahun sebelumnya yang US$96,18 juta.

Laporan keuangan perseroan Jumat menyebutkan, pendapatan perseroan turun menjadi US$722,11 juta dari pendapatan tahun sebelumnya yang US770,45 juta dan beban pokok meningkat menjadi US$535,01 juta dari beban pokok tahun sebelumnya yang US$503,12 juta.

Laba kotor turun menjadi US$187,09 juta dari laba kotor tahun sebelumnya yang US$267,33 juta. Beban pokok turun menjadi US$183,67 juta dari beban tahun sebelumnya US$274,07 juta membuat laba sebelum pajak dirah US$3,48 juta dari rugi sebelum pajak tahun sebelumnya US$6,73 juta.

Total liabilitas per Juni 2013 menjadi US$1,91 miliar naik dari total liabilitas per Desember 2012 yang US$1,90 miliar. Total aset per Juni 2013 menjadi US$2,12 miliar turun dari total aset per Desember 2012 yang US$2,15 miliar. (end)
Harga batubara rendah, BRAU masih rugi US$ 38 juta
Oleh Veri Nurhansyah Tragistina – Jumat, 30 Agustus 2013 | 06:01 WIB

kontan

JAKARTA. Kinerja PT Berau Coal Energy Tbk (BRAU) belum juga pulih. Emiten batubara ini masih belum mampu meraih laba, lantaran anjloknya harga jual batubara atau average selling price (ASP).
Berdasarkan laporan kinerja semester I-2013 yang dirilis situs resmi sang induk, Bumi Plc, Kamis (29/8), BRAU masih membukukan rugi senilai US$ 38 juta di semester I 2013. Namun kerugian ini menyusut dibanding semester I 2012 yang sebesar US$ 96 juta.
BRAU masih bisa menekan angka kerugian setelah pajak, padahal pendapatan BRAU di semester I-2013 menurun. Per 30 Juni 2013, BRAU hanya meraih penpdatan sebesar US$ 722 juta, dari periode yang sama di 2012 yang tercatat US$ 770 juta.
Dari sisi operasional, kinerja BRAU masih tumbuh, dengan memproduksi 11,5 juta ton batubara, naik 19% year on year (yoy). Ini mendongkrak volume penjualan BRAU sebesar 17% yoy menjadi 11,5 juta ton di akhir Juni 2013.
China dan Hong Kong menyerap 32% dari total volume penjualan BRAU, dan menjadi pasar utama BRAU. Setelah itu, India yang menyerap 27% produksi batubara BRAU. Kontribusi segmen Asia termasuk Taiwan dan Korea Selatan mencapai 26%. Sementara pasar domestik menyerap 15% saja.
Sayang, ASP BRAU di semester I-2013 hanya US$ 61,4 per ton, anjlok 19,84% yoy dari sebelumnya US$ 76,6 per ton. Untungnya, strategi efisiensi BRAU mulai menuai hasil. Terlihat dari penurunan nisbah kupas (stripping ratio) dari 10,4 bank cubic meter per ton (bcm/ton) menjadi 8,7 bcm/ton. Dampaknya, biaya produksi lebih efisien, menjadi US$ 37,1 per ton alias turun 9,73% yoy.
Biaya produksi yang lebih efisien menjadi berkah dari strategi efisiensi yang diterapkan BRAU. BRAU punya program mengoptimalkan aset di seluruh area tambang. Misalnya saja efisiensi beban kontraktor dan manajemen, bahan bakar, maupun biaya pemasaran.
BRAU juga terus mengembangkan alur produksi batubara lebih efisien. “Fokusnya adalah untuk memangkas jarak jalan pengupasan tanah yang menjadi kontributor utama biaya produksi,” tulis Nick von Schrinding, CEO Bumi Plc dalam keterangan resminya, Kamis (29/8).
Strategi efisiensi bertujuan mengerem laju penurunan kinerja. Terlebih, ASP dari 90% penjualan batubara BRAU tahun ini sudah dipatok di level rendah, US$ 61 per ton.

Kamis (29/8), harga BRAU anteng di Rp 141 per saham.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: