adro @$41,6 Jt … 300413


Adaro Raup Laba Rp 395 Miliar, Anjlok 66%
Angga Aliya – detikfinance
Selasa, 30/04/2013 13:58 WIB
Jakarta – PT Adaro Energy Tbk (ADRO) meraup laba US$ 41,6 juta (Rp 395,2 miliar) di triwulan I-2013. Laba ini anjlok 66% dari laba tahun sebelumnya US$ 121,8 juta. Laba anjlok sejalan dengan turunnya pendapatan perseroan.

Pendapatan usaha bersih perseroan menurun 19% year over year (y-o-y) dari US$ 915,9 juta menjadi US$ 740,6 juta. Penurunan harga batubara berdampak terhadap harga jual rata-rata Adaro.

“Kondisi pasar saat ini merupakan koreksi yang sehat terhadap pertumbuhan pasokan yang tidak disiplin dan kami memperkirakan bahwa permintaan yang kuat di wilayah Asia-Pasifik untuk batubara peringkat menengah dan rendah akan terus berlanjut pada jangka menengah,” kata Presiden Direktur Adaro Energy Garibaldi Thohir dalams siaran pers, Selasa (30/4/2013).

Adaro mencatat pertumbuhan produksi 4% menjadi 11,42 juta ton dan volume penjualan relatif stabil dan mencapai 11,23 juta ton. Selama triwulan pertama ini, produksi batubara dari Paringin melonjak 310% menjadi 0,9 juta ton dan Wara meningkat 7% menjadi 1,77 juta ton, sementara Tutupan menurun 4% menjadi 8,75 juta ton.

Harga jual rata-rata pada triwulan pertama 2013 menurun 18% y-o-y karena pengaruh melemahnya indeks harga batubara global. Biaya kas batubara Adaro Energy (tidak termasuk royalti) menurun 4% menjadi US$ 37,10 per ton.

(ang/dru)
Laba Bersih Adaro Energy Turun 66%

Oleh: Agustina Melani
pasarmodal – Selasa, 30 April 2013 | 10:39 WIB

INILAH.COM, Jakarta – PT Adaro Energy Tbk (ADRO) membukukan laba bersih turun 66% menjadi AS$41,6 juta pada kuartal pertama 2013 dari periode sama tahun sebelumnya AS$121,8 juta.

Laba bersih yang turun diikuti pendapatan usaha bersih perseroan turun 19% menjadi AS$740,6 juta pada kuartal pertama 2013 dari periode sama tahun sebelumnya AS$915,9 juta. Hal itu karena penurunan harga batu bara berdampak terhadap harga jual rata-rata Adaro. Meski demikian, Ebitda perseroan pada kisaran AS$850 juta-AS$1 miliar pada 2013.

Selain itu, perseroan mencatatkan pertumbuhan produksi 4% yoy menjadi 11,42 juta ton. Volume penjualan relatif stabil yoy dan mencapai 11,23 juta ton. Adapun hara jual rata-rata turun 18% yoy pada kuartal pertama 2013. Hal itu karena pengaruh melemahnya indeks harga batu bara global.

“Kondisi pasar saat ini merupakan koreksi yang sehat terhadap pertumbuhan pasokan yang tidak disiplin, dan kami memperkirakan pertumbuhan yang kuat di wilayah Asia-Pacifik untuk batu bara peringkat menengah dan rendah akan terus berlanjut pada jangka menengah,” ujar Presiden Direktur Adaro Energy, Garibaldi Thohir dalam keterbukaan informasi ke Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (30/4/2013).

Pada perdagangan saham hari ini, saham ADRO bergerak melemah 1,63% ke level Rp1.210 per saham.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: