strategi saham batubara @bumi, adro, BRAU … 311012


Inilah Strategi Trading Saham-saham Batu Bara

INILAH.COM, Jakarta – Secara teori, pelemahan harga minyak bakal berimbas pada pelemahan saham-saham di sektor komoditas. Tapi, hal ini belum tentu berlaku untuk saham-saham batu bara. Mengapa?

Pada perdagangan Selasa (30/10/2012) saham PT Aneka Tambang (ANTM) ditutup menguat Rp20 (1,57%) ke angka Rp1.290; PT Timah (TINS) menanjak Rp40 (2,83%) ke posisi Rp1.450;

PT Indo Tambang Raya Megah (ITMG) turun Rp1.500 (3,54%) ke posisi Rp40.800; PT Tambang Batubara Bukit Asam (PTBA) menguat Rp200 (1,27%) ke level Rp15.850; PT Adaro Energy (ADRO) turun Rp10 (0,71%) ke Rp1.380; PT Eksploitasi Energi Indonesia (CNKO) naik Rp5 (1,38%) ke angka Rp365; dan PT Berau Coal Energy (BRAU) melandai Rp5 (2,27%) ke posisi Rp215 per saham.

NS Aji Martono, Direktur PT Capital Bridge Indonesia mengatakan, secara teori, memang pelemahan harga minyak dunia berimbas pada penurunan saham-saham di sektor komoditas termasuk batu bara. Tapi, jika melihat saham-saham batu bara yang stagnan dalam beberapa bulan terakhir, teori tersebut belum tentu berlaku.

Terutama, kata Aji, pada emiten yang punya diversifikasi ke batu bara seperti saham ANTM dan TINS. Dua saham ini sangat layak diakumulasi, meski tidak murni batu bara. “Secara keseluruhan, saya melihat positif akumulasi saham-saham batu bara untuk disimpan hingga 2013,” katanya kepada INILAH.COM.

Pembelian saham batu bara, kata dia, juga akan berimbal dividen yield terutama untuk saham ITMG dan PTBA. “Sedangkan ADRO, CNKO dan BRAU, benar-benar spekulatif. Saham-saham tersebut tidak masuk kategori dividend yield melainkan gain dari laju sahamnya,” ujarnya.

Karena itu, lanjutnya, investor bisa selektif dalam memilah saham-saham batu bara. Strategi bauran antara fundamental dan teknikal tetap diutamakan. “Misalnya, jenuh beli di ITMG, bisa sell untuk dipindahkan ke keranjang PTBA,” tuturnya.

Dengan cara ini, kata dia, menjual satu lembar saham bisa kembali membeli dua lembar saham. “Tapi, saat ITMG turun, juga jadi kesempatan untuk akumulasi bargaining di saham tersebut,” ungkap dia.

Untuk saham berkapitalisasi besar, ITMG sudah mengalami penurunan terbatas. Karena itu, investor akan menerapkan pola akumulasi beli jika saham ini mengalami penurunan kembali. “Sebab, dilihat dari tren teknikalnya, ITMG sudah jenuh jual sehingga ruang penguatan cukup terbuka,” tandas dia.

Memang, Aji mengakui posisi support ITMG masih jauh. Hanya saja, rentang harga yang akan dilalui saham ini tidak akan lebar. Seharusnya, level Rp42.100 sudah menjadi support dan resistance Rp43.700. “Karena itu, akumulasi beli masih memungkinkan pada ITMG,” paparnya.

Dia menegaskan, penurunan ITMG justru jadi ruang untuk melakukan akumulasi beli oleh sebagian investor. “Hingga akhir tahun, batas bawah ITMG di Rp42.000 dan batas atas Rp44.000 yang akan jadi patokan,” tuturnya. “Jadi, kisarannya tidak terlalu pendek.”

Apalagi, kata dia, investor juga menunggu akhir tahun dan melihat kinerja emiten untuk kuartal III-2012. “Investor juga bisa melihat investasi di ITMG bisa memberikan dividen yield yang cukup bagus. Saya rekomendasikan hold untuk middle-long term. Untuk jangka pendek, saya rekomendasikan sell on strength, jual saat terjadi penguatan,” ungkapnya.

Sementara itu, dari sisi kinerja, saham PTBA masih cukup menarik sehingga masih mengalami akumulasi beli. Tapi, penguatan PTBA masih sangat tebatas. Dalam situasi ini, trader bisa berposisi speculative buying dengan potensi gain 1-2% yang bisa diraih dalam sehari.

Menurutnya, PTBA memiliki support Rp15.850 dan resistance Rp17.100 dalam sepekan ke depan. “Tapi, bagi yang sudah punya, lebih baik hold,” ungkap dia.
BUMI
Lebih jauh Aji melihat harga saham ADRO sudah terpinggirkan. Padahal, dilihat dari posisi teknikalnya, saham ini sudah laik akumulasi beli dengan harga saat ini. “Apalagi, setelah investor mengalihkan posisi dari saham PT Bumi Resources (BUMI) yang gonjang-ganjing, salah satunya ke saham ADRO,” ucap dia.
button type=”button”>ADRO
Pada saham ADRO, kata dia, pasar sudah pegang posisi untuk persiapan jika harga komoditas dunia mengalami kenaikan. Kenaikan ini tentu akan dikonpensasikan pada pembelian saham batu bara. Karena itu, ADRO masih punya peluang menguat ke Rp1.600-an.

Tapi, untuk jangka pendek (sepekan ke depan), ADRO punya support di Rp1.380 dan resistance Rp1.440. “Jadi, penurunan ADRO di ke bawah 1.400, sangat dinanti-nanti investor. Tapi, saat naik ke Rp1.420-1.430, mereka cenderung profit taking terlebih dahulu,” timpal dia.

Hanya saja, Aji menegaskan, bagi middle and long investment, saham ADRO sangat laik diakumulasi dengan target Rp1.600-an hingga akhir 2012.
BRAU
Aji juga merekomendasikan positif emiten yang baru memulai bisnis batu bara yakni CNKO . Saham ini menurutnya, masih cukup menarik dari sisi volume transaksi. Dalam sepekan ke depan, dia memperkirakan support CNKO di Rp320 dan resistance Rp375. “Berikutnya CNKO punya peluang untuk tembus Rp500-an, seiring ekspansi usaha dan rencana strategis yang dijalankan emiten. Di Rp320 layak beli,” paparnya.

Sementara itu, dari grup Bakrie, saham BRAU juga menarik untuk akumulasi jika terjadi koreksi. Menurutnya, penantian investor hingga level Rp200 yang menjadi level support-nya dan resistance Rp265dalam sepekan ke depan. “Jadi, intuk investor jangka pendek, bisa trading pada CNKO dan BRAU. Jadi, itulah saham-saham batu bara yang saya lihat menarik,” imbuhnya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: