energi terbarukan: omD0 (10) … 251012


23. October 2012, 18:33:26 SGT

Indonesia Genjot Sumber Energi Terbarukan

wsj
oleh Eric Yep

Seperempat dari kebutuhan listrik Indonesia akan ditunjang dari sumber-sumber energi terbarukan. Saat ini, sumber energi terbarukan hanya menyumbang 7% dari keseluruhan sumber daya energi kita. Lonjakan persediaan energi ini diharapkan dapat dicapai pada 2025, kata Djadjang Sukarna, sekretaris Direktorat Jenderal Energi Terbarukan dan Konservasi Energi (Sesditjen EBTKE), Senin kemarin.

Pada 2025, produksi listrik tahunan yang bersumber dari energi terbarukan akan sebesar 99 juta ton setara minyak. Saat ini jumlah tersebut hanya sekitar 10 juta ton, kata Djadjang Sukarna kepada Dow Jones Newswires.

Pada saat itu, 74% energi akan didapatkan dari bahan bakar fosil dan 26% dari sumber energi terbarukan. Sekitar 8% akan didapatkan masing-masing dari tenaga panas bumi dan biofuel; 3% dari PLTA; 2,4% dari biomassa; 1,1% tenaga matahari, dan sisanya didapat dari sumber energi lain.

Indonesia memerlukan tambahan pasokan listrik sebesar 5.500 megawatt per tahun selama 10 tahun ke depan untuk mencapai pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi dari angka sekarang, yakni 6%. “Untuk menjaga tingkat pertumbuhan di atas 6,5%, pasokan energi harus tumbuh setidaknya 8%-9%,” kata Sukarna.

Kondisi geografi Indonesia berujung kepada mahalnya pengiriman bahan bakar berbasis fosil ke ribuan pulau. Sumber energi setempat seperti tenaga panas bumi dan tenaga air lebih mungkin. Penggunaan sumber energi terbarukan juga mengurangi emisi karbon ke udara dan memperbaiki ketahanan energi, ungkapnya. Indonesia membutuhkan listrik dari tenaga panas bumi sebesar 9.750 megawatt per tahun pada 2025, dibanding yang dihasilkan saat ini sebesar 1.200 megawatt.

Kapasitas PLTA saat ini mencapai 5.700 megawatt sementara listrik dari biomassa mencapai 1.600 megawatt. Tenaga panas matahari dan angin menyumbang kurang dari 17 megawatt.

Sumber tenaga panas bumi di negeri ini dapat menghasilkan energi maksimal sekitar 29 ribu megawatt, sementara PLTA dapat memproduksi 75.670 megawatt. Biomassa sendiri mampu menyumbang listrik sebanyak 50 ribu megawatt.

Indonesia diprediksi memiliki potensi tenaga panas bumi sebesar 40% dari kapasitas dunia. Namun, pengolahan di sektor itu masih minim karena rendahnya investasi. Pemodal asing mengungkapkan regulasi pemerintah yang membingungkan serta kurangnya data ilmiah sebagai sumber masalah.

Pemerintah baru-baru ini menaikkan tarif listrik geothermal, dan sejumlah langkah lainnya, demi menarik perhatian investor. Selain itu, pemerintah menambah 19 proyek pembangkit tenaga panas bumi dengan kapasitas 2.300 megawatt, ujar Sukarna.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: