brau berAKSIorganik TURUN … 150812


Hemat Biaya, Berau Akan Garap 2 Proyek Besar

Oleh: Charles MS
pasarmodal – Rabu, 15 Agustus 2012 | 07:17 WIB

INILAH.COM, Jakarta – PT Berau Coal Energy Tbk (BRAU) akan menggarap dua proyek besar November 2012 mendatang untuk menghemat biaya.

“Kita punya dua proyek cukup signifikan untuk menekan cost ke depan,” ujar Presiden Direktur Berau Coal Rosan P. Roeslani di Jakarta, Selasa (14/8/2012) malam.

Adapun dua proyek yang akan digarap Berau Coal tersebut terdiri dari proyek conveyor belt (ban berjalan) dan proyek power plant. “Total investasi untuk dua proyek ini mencapai US$280 juta. Ini proyek jangka panjang dan akan menghemat cost kita,” tukasnya.

Rosan menuturkan, proyek conveyor belt nantinya akan menelan biaya sebesar US$200 juta. “Kami akan membangun conveyor belt sepanjang 43 kilometer atau merupakan conveyor belt terpanjang di Indonesia nantinya,” tuturnya.

Sementara untuk proyek power plan sebesar 2×20 MegaWatt (MW), lanjut Rosan akan menelan investasi sebesar US$80 juta. “Kedua proyek ini diharapkan bisa selesai pada awal 2015.

Terkait masalah pembiayaan untuk kedua proyek ini, menurut Rosan, semua akan diambil dari internal kas perseroan. “Meskipun investasinya sangat besar, tapi kami masih memiliki cukup dana untuk membiayainya dan tidak ada kendala untuk itu. Saat ini cash kita lebih dari US$500 juta,” ungkapnya. [ast]

Berau Coal Turunkan Target Produksi

Oleh: Charles MS
pasarmodal – Rabu, 15 Agustus 2012 | 08:29 WIB

INILAH.COM, Jakarta – PT Berau Coal Energy Tbk (BRAU) merevisi target produksi tahun ini dari sebelumnya sebesar 23 juta ton menjadi hanya 22 juta ton.

“Rencana awal produksi kita tahun ini sebesar 23 juta ton dikurangi menjadi 22 juta ton,” ujar Presiden Direktur Berau Coal Rosan P. Roeslani di Jakarta, Selasa (14/8/2012) malam.

Menurutnya, revisi produksi ini dilakukan karena terjadinya pelemahan permintaan batubara dunia akibat krisis ekonomi yang terjadi saat ini. “Kita lakukan ini (revisi produksi) karena kita tidak ingin memaksakan diri untuk menggenjot produksi dengan mengorbankan margin harga yang kecil. Selain itu, kita juga akan tetap menjaga kualitas,” tuturnya.

Rosan mengutarakan untuk pasar terbesar perseroan saat ini, yaitu China diperkirakan akan terjadi penurunan ekspor dari 46% tahun lalu menjadi hanya 40%-45%. Namun, lanjutnya, secara revenue tidak terjadi penurunan, tapi tetap berada di atas 46%.

Ada pun permintaan batubara terbesar Berau Coal berasal dari negara-negara Asia seperti China, India, Vietnam, Thailand, Hong Kong.

Perseroan juga telah merealisasikan belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar US$59 juta per Juli 2012 dari target US$155-200 juta tahun ini. Sementara untuk operational expenditure (opex), telah terealisasi US$73,3 juta dari target sebesar US$150-160 juta tahun ini. [ast]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: