brau beri dividen lebe GEDE … 180612


Senin, 18 Juni 2012 | 14:17 WIB
Berau Coal Bagi Dividen US$ 26,7 Juta

TEMPO.CO, Jakarta – PT Berau Coal Energy Tbk membagikan dividen sebesar US$ 26,7 juta atau 20 persen dari total laba bersih perusahaan 2011 sebesar US$ 133,9 juta. “Rasio pembayaran dividen sama seperti tahun lalu, tapi laba lebih besar dari tahun lalu, sehingga pembagian dividen lebih banyak dibandingkan tahun lalu,” ujar Direktur Utama Berau, Rosan P. Roslani, Jakarta, Senin 18 Juni 2012.

Tahun lalu perusahaan membagikan dividen sebesar Rp 123,9 miliar atau setara Rp 3,55 per saham. Pembagian dividen dengan tahun buku 2010 ini merupakan 20 persen dari laba bersih 2010.

Laba sepanjang tahun lalu meningkat 169,66 persen menjadi US$ 133,97 juta dibandingkan 2010 sebesar US$ 49,68 juta. Ini dipicu dari peningkatan pendapatan dari US$ 1,05 miliar dari 2010 menjadi US$ 1,65 miliar di 2011.

Saat ini harga penjualan batu bara menurun karena kondisi perekonomian global. Saat ini harga jual sebanyak US$ 78,8, turun tipis dari sebelumnya US$ 81 per metrik ton. “Dulu harga sempat US$ 120-125 per metrik ton. Namun penurunan kali ini masih bisa diatur karena indeks yang masih bagus,” katanya.

Meski harga penjualan kurang bagus, perusahaan tetap menargetkan penjualan mencapai 22 juta ton. Dari total itu sebanyak 90 persen sudah terkontrak. Sedangkan 80 persennya telah memiliki ketetapan harga.

Rosan mengatakan target produksi batu bara perseroan pada tahun ini mencapai 23 juta metrik ton. Perseroan belum merevisi target produksi ini meski hujan terus terjadi dapat mengganggu produksi.

Sementara itu, untuk merealisasi produksi pada tahun ini perseroan mengalokasikan belanja modal sebanyak US$ 186 juta. Sampai tengah tahun ini setidaknya sebesar US$ 87,3 juta dari total belanja modal yang sudah terealisasi. “Nilai ini setara dengan 45 persen dari dana yang kami anggarkan,” katanya.

Nilai belanja modal tahun ini termasuk dari anggaran belanja modal yang diplot perusahaan selama empat tahun sebesar US$ 620 juta. Keseluruhan belanja modal ini digunakan untuk pembangunan infrastruktur.

Tahun ini emiten dengan kode BRAU berniat membangun pembangkit listrik mulut tambang yang berada di Berau, Kalimantan Timur, dengan kapasitas 2×20 megawatt. Selain membangun PLTU, BRAU juga akan memulai pembangunan overland conveyor di tambangnya.

Untuk pembangunan keduanya Rosan memperkirakan perusahaannya akan menghabiskan dana mencapai US$ 300 juta. “Saat ini sedang tender, diputus pemenangnya pada Agustus. Kami berharap bisa secepatnya dibangun. Setidaknya pada November,” kata Rosan.

Menurut dia, sampai sekarang 80 persen yang mengikuti tender merupakan perusahaan asing. Antara lain, conveyor sebanyak tujuh perusahaan dan PLTU sebanyak enam perusahaan.

SUTJI DECILYA

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: