elsa KEKURANGAN … dana : 030612


ELSA mengantongi proyek senilai US$ 230 juta
Oleh Amailia Putri Hasniawati – Sabtu, 02 Juni 2012 | 09:53 WIB

JAKARTA. Kendati tengah menghadapi persoalan likuiditas, PT Elnusa Tbk (ELSA) tetap berupaya memperoleh sejumlah kontrak baru. Sekretaris Perusahaan ELSA, Heru Samoedra mengatakan, hingga akhir Mei 2012, ELSA telah mengantongi proyek yang nilainya sekitar US$ 230 juta.

“Kontrak itu terdiri dari kontrak geosciences senilai US$ 128 juta dan oilfield services sebesar US$ 84 juta,” ujar dia, Jumat (1/6). Tahun ini ELSA menargetkan bisa membukukan kontrak senilai US$ 321 juta. Dengan demikian, sisa kontrak yang ditargetkan tersisa US$ 92 juta.

Heru optimistis, ELSA mampu memenuhi target perolehan kontrak baru. Jadi, “Target pendapatan bisa tercapai,” ujar dia.

Sepanjang 2012, emiten itu menargetkan bisa mengantongi pendapatan hingga Rp 5,6 triliun. Jika dibandingkan dengan pendapatan tahun lalu yang sebesar Rp 4,71 triliun, berarti ELSA mengejar kenaikan pendapatan 18,89% year-on-year.

ELSA tahun ini juga mengandalkan pendapatan dari jasa hulu minyak dan gas (migas). Heru memperkirakan, dari lini bisnis itu, ELSA mencetak Rp 2,85 triliun.
Heru berharap, tahun ini ELSA mencetak laba bersih. Namun, ia mengaku belum bisa menyebutkan nilainya.

Maklum, tahun ini perseroan akan terbebani dengan beban keuangan yang diperkirakan lebih besar dari tahun lalu. Hal itu lantaran besarnya kebutuhan dana yang harus ditutupi dari pinjaman perbankan guna mendanai kegiatan proyek-proyeknya.

ELSA tidak bisa mengandalkan hanya dari kas internalnya. Per akhir Maret 2012, nilai kas dan setara kas yang dimiliki ELSA hanya Rp 917,46 miliar. Sedang kebutuhan dana untuk proyek-proyeknya lebih dari Rp 2 triliun.

Perseroan ini pun mengandalkan pinjaman perbankan. Hingga kuartal I 2012 total pinjaman yang sudah ditarik ELSA sebesar US$ 112,4 juta. Selama tiga bulan pertama di 2012, beban keuangan ELSA senilai Rp 31,91 miliar, atau naik 60% daripada periode yang sama tahun lalu. Sebelumnya, ELSA menargetkan bisa mengantongi laba bersih sebesar Rp 111 miliar pada tahun ini.
Jakarta – Perusahaan jasa energi migas yang juga anak usaha PT Pertamina, PT Elnusa Tbk (ELSA) mengejar kontrak baru di 2012 sebanyak US$92 juta dari total target US$320 juta.

Sekretaris perusahaan Elnusa Heru Samodra mengatakan, saat ini perseroan sudah mengantongi kontrak senilai US$230 juta. “Kami akan genjot proyek agar target tercapai,”katanya di Jakarta akhir pekan kemarin.

Lebih lanjut Heru menuturkan, kontrak yang sudah diraih antara lain geoscience sebesar US$128 juta, drilling services US$16 juta dan oilfield services sebesar US$84 juta. Maka dengan raihan kontrak yang sudah dicapai dan pentargetan kontrak baru tersebut, perseroan berharap dapat meraih pendapatan Rp 5,7 triliun di akhir 2012.

Dia menambahkan, perseroan optimis tahun ini mencatatkan keuntungan, tak seperti tahun lalu yang mencatatkan rugi. Alasannya, harga pokok penjualan turun, perbaikan proses bisnis oleh internal, terutama dari sisi efisiensi biaya produksi dan kemudian didukung cashflow membaik.

Tidak Bagi Dividen

Sementara itu, hasil rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) Elnusa menyetujui tidak membagikan dividen 2011 karena perseroan mencatatkan rugi bersih sebesar Rp 42,77 miliar pada 2011. Angka tersebut jauh merosot dibanding laba pada 2010 yaitu sebesar Rp 63 miliar. Padahal, perseroran sebenarnya mencatatkan pendapatan yang lebih tinggi, yaitu R p4,71 triliun pada 2011 ketimbang 2010 senilai Rp 4,21 triliun.

Kata Heru, rugi bersih tersebut antara lain, pertama, tender proyek yang ditunda maupun tidak terealisasi, tingkat persaingan usaha semakin tinggi, pelaksanaan kontrak tertunda, dan kompleksitas pelaksanaan operasional proyek di lapangan.

Selain itu, Elnusa juga berharap Bank Indonesia (BI) dapat mendorong Bank Mega agar mengembalikan dana sebesar Rp1 11 miliar ke PT Elnusa Tbk. “Bank Mega mengajukan banding, dan kami juga minta ke BI untuk membayar dana Rp 111 miliar ke Elnusa,hingga kini proses hukum terus berjalan,” ujar Heru.

Menurutnya, pengembalian dana senilai Rp 111 miliar dapat dari Bank Mega, dapat memberikan kontribusi positif ke perseroan. “Kami pun berharap, BI dapat mendorong Bank Mega untuk menyelesaikan kewajibannya,” pungkasnya. (didi)

http://www.neraca.co.id/2012/06/03/elnusa-bidik-kontrak-baru-us92-juta

/Sumber : NERACA.CO.ID

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: