elsa @NO dividen :( … 010612


Merugi, Elnusa Tak Bagi Dividen
Elnusa merugi karena tender yang ditunda dan tidak terealisasi.
Jum’at, 1 Juni 2012, 13:20 WIB
Nur Farida Ahniar, Sukirno

VIVAnews – Perusahaan penyedia jasa migas PT Elnusa Tbk (ELSA) tak lagi membagikan deviden tahun buku 2011 akibat mengalami kerugian sebesar Rp42,77 miliar sepanjang 2011.

Vice President Corporate Secretary Perseroan, Heru Samodra, mengatakan pencatatan rugi bersih itu diakibatkan tender yang ditunda dan tidak terealisasi. Faktor persaingan usaha yang semakin tinggi juga menjadi penyebabnya.

“Tidak ada pembagian dividen, karena perusahaan membukukan kerugian Rp42,77 miliar, hasil usaha rugi,” kata Heru, seusai Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan di kantornya, Jakarta, 1 Juni 2012.

Tahun lalu Elnusa membagikan dividen untuk tahun buku 2010 sebesar Rp19,1 miliar dari laba bersih Rp63,9 miliar atau pay out ratio 30 persen. Hal itu setara dengan Rp2,66 per saham.

Kerugian Elnusa juga akibat pelaksanaan kontrak yang tertunda ataupun tidak terealisasi secara penuh dan kompleksitas pelaksanaan operasional proyek di lapangan. “Tahun lalu kontrak yang tidak teralisasi sekitar US$7 juta dari total Rp1,9 triliun,” ungkapnya.

Meski laba turun, namun total pendapatan usaha konsolidasi 2011 tercatat Rp4,71 triliun atau naik 12 persen dibandingkan tahun sebelumnya Rp4,21 triliun.

Pemegang saham juga memutuskan mengangkat komisaris utama yaitu Andri T Hidayat dan menambah komisaris yaitu Toni Gunawan

Target Pendapatan Rp5,6 Triliun

Elnusa menargetkan meraup pendapatan sebesar Rp5,6 triliun tahun ini. Pendapatan itu berasal dari kontrak yang ditargetkan mencapai US$310 juta atau Rp2,85 triliun.

Sedangkan nilai kontrak yang sudah di tangan hingga Mei ini mencapai US$231 juta. Dari nilai tersebut, sebanyak US$128 juta berasal dari divisi Geoscience Services, US$16 juta dari divisi Drilling Services dan US$84 juta divisi Oilfield Services. “Prospek sisanya US$92 juta,” kata Heru.

Perseroan juga optimistis tahun ini mencatatkan keuntungan, tak seperti tahun lalu. Beberapa indikasinya yaitu harga pokok penjualan turun, perbaikan proses bisni oleh internal, terutama dari sisi efisiensi biaya produksi. “Dari sisi cashflow membaik,” ujarnya. (umi)

• VIVAnews

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: