minyaaa($94)aak … 150512


IMQ, Jakarta — Pada perdagangan Senin (14/5), minyak mentah merosot ke level terendah sejak medio Desember, terpukul oleh komentar menteri perminyakan Arab Saudi serta eskalasi politik di Yunani yang membuat dolar AS kian menguat.

Minyak mentah untuk pengiriman Juni anjlok US$1,35, atau 1,4%, menjadi US$94,78 per barel di New York Mercantile Exchange, yang merupakan level terendah sejak 19 Desember. Selama bulan ini minyak mentah anjlok hingga 9,6%.

Kejatuhan harga minyak ini menyusul pernyataan Menteri Perminyakan Arab Saudi Ali al-Naimi, yang menyebutkan harga minyak sudah terlalu tinggi dan minyak Brent seharusnya berada di level US$100 per barel.

Sementara harga minyak mentah Brent untuk kontrak Juli melorot 77 sen menjadi US$111 per barel di ICE Futures London.

Sebelumnya, emas berjangka pada perdagangan Senin (14/5) ditutup melemah ke level terendahnya sejak akhir Desember setelah investor lebih memburu dolar AS menyusul tak menentunya kondisi politik dan ekonomi di Yunani.

Emas untuk pengiriman Juni merosot US$23, atau 1,5%, menjadi US$1.561 per ons di Comex, divisi dari New York Mercantile Exchange, dan ini merupakan level terendah sejak 29 Desember.

Investor meninggalkan emas karena mereka lebih memilih dolar AS untuk mengamankan aset setelah greenback terus menguat setelah situasi zona euro kian tak menentu, terutama di Yunani.

Menguatnya dolar AS cenderung menekan komoditas berdenominasi dolar seperti emas.

Dolar AS menguat Senin (14/5), yang mendorong indeks dolar memasuki sesi ke-11 berada di zona positif dan sekaligus penguat terlama sejak 2008. Penguatan dolar ini berkat kondisi politik dan ekonomi Eropa yang tak menentu yang menekan euro.

Indeks dolar ICE mencapai level 80,612, naik dari 80,296 pada penutupan akhir pekan lalu, sementara euro melorot ke posisi US$1,2840 dari akhir pekan lalu US$1,2920.

Namun terhadap yen Jepang, dolar melemah, dengan posisi beli ¥79,86, turun dari ¥79,94 pada akhir pekan lalu.

Poundsterling Inggris juga menguat terhadap dolar AS, dengan posisi beli US$1,6097, dari posisi akhir pekan lalu US$1,6076.

Sedangkan dolar Australia diperdagangkan di 99,72 sen dolar AS, setelah sebelumnya berada di level 99,55 sen dolar AS.

Dolar Australia mencapai level US$1,0026 pada akhir pekan lalu.

http://www.imq21.com/news/read/64554/20120515/050148/Saudi-Bikin-Minyak-ke-Level-Terendah-Sejak-Desember.html

Sumber : IMQ21.COM

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: