adro @$75 jt … 270412


Topsaham – PT Adaro Energy Tbk (ADRO) RUPST juga menyetujui pembagian dividen final 2011 sebesar USD183,92 juta. Total pembagian dividen 2011 adalah sebesar USD259,09 juta atau 47,08 persen dari laba bersih perseroan 2011.

Direktur ADRO, David Tendian Jumat (27/4) menyebutkan dari jumlah tersebut sebanyak USD75,17 juta dialokasiakn sebagai dividen interim yang telah dibayarkan pada 9 Desember 2011,sedangkan seperti yang disebutkan diatas sebedar USD183,92 juta telah dibayarkan sebagai dividen tunai.

Total pay out ratio untuk dividen 2011 adalah sebesar 47,1 persen, yang merupakan pembayaran dividen tertinggi dan terbesar sepanjang sejarah perseroan. Jadwal pembayaran dividen tunai akan dilakukan 30 hari, setelah pengumuman pembagian dividen tersebut dikeluarkan. Selain itu sisa laba perseroan sebesar USD285,76 juta akan dimasukkan perseroan sebagai Laba Ditahan.

Sedangkan sebesar USD5,50 juta, digunakan sebagai dana cadangan sesuai dengan ketentuan Pasal 70 UU Perseroan Terbatas No.40 tahun 2007.

Adaro juga mampu mepertahankan posisi keuangan konsolidasian yang kuat dengan rasio utang bersih terhadap EBITDA sebesa 1,05x dari 1,16x di 2010, rasio utang bersih terhadap total ekuitas yang sehat sebesar 0,63x dan aksis terhadap kas dan fasilitas pinjaman ban yang belum terpakai sebesar USD1,26 miliar (fasilitas pinjaman bank yang belum terpakai USD700 juta).

Sekadar informasi, per 31 Desember 2011 total aset perseroan tercatat sebesar USD5,66 miliar atau naik 27 persen dibandingkan 2010, total kewajiban naik sebesar 32 persen menjadi USD3,22 miliar. Total ekuitas perseroan tumbuh sebesar 20 persen menjadi USD2,44 miliar. Peningkatan total ekuitas tersebut terutama disebabkan adanya peningkatan laba ditahan dari laba bersih tahun buku 2011.

http://www.topsaham.com/new1/index.php?option=com_content&view=article&id=6571:adaro-energy-membukukan-laba-bersih-2011-usd552-juta-&catid=3:head-line-news&Itemid=61

Sumber : TOPSAHAM.COM

PT Adaro Energy Tbk (ADRO) akan membagikan dividen senilai total US$ 259,1 juta. Dari jumlah tersebut dividen final sebesar US$ 183,9 juta dan dividen interim sebesar US$ 75,2 juta yang telah dibagikan pada Desember 2011

“Total pay out ratio kami 47,1 persen dari laba bersih tahun buku 2011 yang tercatat US$ 552 juta,” kata Direktur Keuangan ADRO, David Tendian, usai Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) di Jakarta, hari ini.

Dia mengatakan, dividen final akan dibagikan pada Juni mendatang.

Selain membahas deviden David mengatakan, RUPS juga menyepakati dividen interim untuk tahun buku 2012 sebanyak US$41,6 juta.

Sementara Presiden Direktur Adaro, Garibaldi Thohir mengatakan, dividen yang akan dibagikan pada tahun buku 2011 ini merupakan yang tertinggi dalam sejarah perseroan menjadi perusahaan terbuka.

“Manajemen ajukan sehingga para pemegang saham bisa menikmati hasil yang kami upayakan dan hasilnya sangat bagus,” ujarnya.

Sebagai informasi, pada 2011 perseroan berhasil mencatat laba bersih sebesar US$ 552 juta atau meningkat sekitar 124 persen dari laba bersih di 2010 yang tercatat US$ 247 juta.

Pendapatan usaha pada 2011 tercatat US$ 3,99 miliar atau meningkat 47 persen dari pendapatan usaha pada 2010 yang tercatat US$ 2,72 miliar.

http://www.beritasatu.com/ekonomi/44940-adaro-tebar-dividen-us-259-1-juta.html

Sumber : BERITASATU.COM

JAKARTA – Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT Adaro Energy Tbk (ADRO) menyepakati pembagian dividen total senilai US$259,1 juta atau sekitar Rp2,38 triliun yang terbagi atas dividen final US$183,9 juta (Rp1,69 triliun) dan dividen interim yang telah dibagikan Desember 2011 lalu US$75,2 juta (Rp691,9 miliar).

“Dengan total pay out ratio tahun buku 2011 sebesar 47,1% dari laba bersih yang tercatat senilai US$552 juta, merupakan pembayaran tertinggi dan terbesar bagi perseroan dalam sejarah sebagai perusahan publik,” ujar Direktur Keuangan ADRO, David Tendian pada paparan publik perseroan di Jakarta, Jumat.

David menambahkan untuk dividen final ini akan dilakukan perseroan pada Juni 2012.

Selain melakukan pembagian dividen tahun buku 2011, dalam RUPST juga disepakati pembagian dividen interim pada tahun buku 2012 yang akan dibagikan sebesar US$41,6 juta.

Terkait kinerja sepanjang tahun lalu, emiten tambang batubara ini membukukan laba bersih sebesar US$552 juta atau melonjak 124% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya sebesar US$247 juta.

Seiring kenaikan laba bersih, pendapatan usaha pada 2011 tercatat sebesar US$3,99 miliar atau tumbuh 47% dibandingkan periode yang sama 2010 senilai US$2,72 miliar.

Per 31 Desember 2011, total aset perseroan tercatat sebesar US$5,66 miliar (Rp52,08 triliun) atau naik 27% dibandingkan 2010, sedangkan total kewajiban perseroan tercatat mencapai US$3,22 miliar (Rp29,6 triliun). (ant/gor)

http://www.investor.co.id/marketandcorporatenews/adaro-akan-bagi-dividen-rp238-triliun/34961

Sumber : INVESTOR DAILY
ips research:
PT Adaro Energy Tbk (ADRO) membukukan laba bersih pada Quarter 1 2012 sebesar 1,11 triliun. Hal ini lebih baik bila di bandingkan dengan periode yang sama di tahun 2011 sebesar 944,4 miliar. Dengan demikian, laba bersih per saham setara dengan Rp 34.88 per lembar.

Berikut Laporan keuangan ADRO Quarter 1 2012 :

Last Price 1,810
Share Out. 32.0 B
Market Cap. 57894.6 B

Balance Sheet
Cash 4703.1 B
Total Asset 52699.9 B
S.T. Borrowing 1254.3 B
L.T. Borrowing 17793.5 B
Total Equity 23521.5 B

Income Statement
Revenue 8408.4 B
Gross Profit 2732.8 B
Operating Profit 2405.6 B
Net. Profit 1114.8 B
EBITDA 2405.6 B
Interest Expense 282.0 B

Ratio
EPS 34.88
PER 51.89x
BVPS 735.37
PBV 2.46x
ROA 2.12%
ROE 4.74%
EV/EBITDA 30.03
Debt/Equity 0.81
Debt/TotalCap 0.45
Debt/EBITDA 7.92
EBITDA/IntExps 8.53

Pada 2012 ini, perseroan menganggarkan capex sekitar US$ 600-US$ 700 juta.

Hingga kuartal I-2012, PT Adaro Energy Tbk (ADRO) telah menyerap dana belanja modal (capital expenditure/capex) 2012 sebanyak US$ 175-US$ 200 juta.

Menurut Direktur Keuangan Adaro David Tendian, dana yang terserap sudah digunakan untuk biaya operasional seperti perawatan dan perbaikan infrastruktur dan pelabuhan.

“Kami perkirakan besarannya seperti itu karena ini masih awal tahun,” katanya usai Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) di Jakarta, hari ini.

Sebagai informasi, pada 2012 ini, perseroan menganggarkan capex sekitar US$ 600-US$ 700 juta.

Presiden Direktur ADRO, Garibaldi Thohir, mengungkapkan, kebutuhan capex 2012 akan lebih banyak digunakan perseroan untuk membiayai kebutuhan internal khususnya Adaro Indonesia untuk penambahan alat berat.

http://www.beritasatu.com/pasarmodal/44969-kuartal-i-adaro-serap-capex-us-200-juta.html

JAKARTA. PT Adaro Energy Tbk (ADRO) semakin serius mengincar proyek pembangunan pembangkit listrik tenaga uap (PLTU). Setelah berhasil mendapat megaproyek PLTU West Java 2×1000 MW dan PLTU Kalimantan Selatan 2×100 MW, ADRO kembali mengincar dua proyek PLTU. Kedua proyek yang sedang diincar tersebut, yaitu Sumatera Selatan 9 dan Sumatera Selatan 10.

“Untuk PLTU Sumsel 9 nanti kapasitasnya 2×650 MW, dan yang Sumsel 10 berkapasita 1×650 MW,” kata Direktur ADRO Adaro J. Mamuaya, Jumat (27/4). Lebih lanjut, Andre menuturkan, perusahaan listrik negara (PLN) baru akan melakukan tender pemilihan untuk proyek tersebut pada September 2012

Menurutnya, saat ini, ADRO sedang dalam proses pembicaraan dengan beberapa pihak untuk membentuk konsorsium guna mengikuti tender tersebut. Perusahaan-perusahaan yang sedang melakukan pembicaraan adalah yang berasal dari Jepang dan Korea sama seperti konsorsium di dua PLTU yang sudah di dapat ADRO. Mereka adalah J-Power, Itochu yang berasal dari Jepang dan East West Power asal Korea.

“Selain mereka, juga masih ada beberapa perusahaan asal Jepang dan Korea seperti Mitsui dari Jepang yang sebelumnya membentuk konsorsium dengan kami,” jelas Andre.

ADRO kemungkinan akan menggaet dua hingga tiga perusahaan asing untuk masuk ke konsorsium tersebut. Dan siapa saja yang akan digandeng ADRO untuk mega proyek tersebut baru akan terjawab pada Mei mendatang.

Lanjut Andre, nantinya PLN akan membuka tender untuk kedua proyek tersebut. Sehingga total nilai dari PLTU Sumsel 9 dan Sumsel 10 diperkirakan mendekati US$ 3 miliar hingga 3,5 miliar. “Nilai investasinya akan mendekati PLTU West Java yang sekitar US$ 4 miliar. Dan nanti konsorsium untuk Sumsel 9 akan sama dengan Sumsel 10,” imbuhnya.

Sebagai catatan, ADRO dengan konsorsium Itochu dan J-Power tahun lalu sudah mendapatkan mega proyek West Java dengan kapasitas 2×1000 MW yang akan memakan investasi US$ 4 miliar. Proyek ini akan mulai dilaksanakan di awal 2013 dan diperkirakan membutuhkan waktu lima tahun untuk pembangunannya.

Dan di awal tahun ini, PLN telah menunjuk ADRO yang menggandeng East West Power untuk membangun PLTU Kalsel dengan kapasitas 2×100 MW yang investasinya sebesar US$ 400 juta. Saat ini perusahaan tambang batubara ini sedang melakukan pembicaraan untuk pembiayaan dengan sektor perbankan. Rencananya, awal tahun depan, akan memulai konstruksi pembangunan dan membutuhkan waktu tiga tahun untuk selesai.

http://investasi.kontan.co.id/news/adro-incar-pltu-sumsel-9-dan-sumsel-10

Sumber : KONTAN.CO.ID
JAKARTA. Setelah mendapatkan mega proyek powerplant west Java 2×1000 mega watt, PT Adaro Energy Tbk (ADRO) kembali mendapatkan proyek pembangunan powerplant di Kalimantan Selatan.

“Awal tahun ini, kami sudah dapatkan letter of intens untuk proyek IPP PLTU Kalsel 2×100,” kata Direktur ADRO Andre J. Mamuaya saat dijumpai di Jakarta, Jumat (27/4).

Lebih lanjut, Andre bilang, di proyek tersebut, ADRO menggandeng perusahaan asal Korea Selatan yaitu East West Power. “Komposisi kepemilikan di proyek tersebut, kami mayoritas dengan 65%, dan sisanya mereka,” beber Andre.

Setelah adanya letter of intens tersebut, konsorsium masih akan melakukan pembicaraan dengan pihak perusahaan listrik negara (PLN) mengenai harga jual listrik dari powerplant tersebut.

Total proyek yang akan berada di mulut tambang ADRO yang terletak di Tabalong Kalimantan Selatan mencapai US$ 400 juta. Dalam waktu dekat, ADRO sedang menjajaki pinjaman untuk pendanaan proyek tersebut. “Saat ini kami sudah melakukan pembicaraan dengan Korea EximBank dan ada satu lagi yang mirip seperti JBIC tapi di Korea,” jelas Andre. Nantinya dari pinjaman ini dana yang terkumpul akan mencapai US$ 320 juta.

Rencana akan mulai dibangun konstruksinya di awal 2013 dan targetnya pembangunanya mencapai 3 tahun. “Untuk kontrak EPC akan dikerjakan Hyundai Engineering,” imbuh Andre. Adapun, pasokan batubara juga akan berasal dari tambang batubara milik ADRO yang mencapai 3 juta ton.

http://investasi.kontan.co.id/news/adro-raih-proyek-ipp-kalsel-senilai-us-400-juta

Sumber : KONTAN.CO.ID

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: