anti OMDO (3) … 200412


3 BUMN bentuk usaha patungan panel surya

Oleh Gita Arwana Cakti

Kamis, 19 April 2012 | 22:03 WIB

bisnis indonesia

JAKARTA: Tiga BUMN akan membentuk perusahaan patungan (joint venture) untuk memproduksi panel sel surya (solar cell) dengan nilai investasi awal diperkirakan sebesar US$30 juta.

Deputi Bidang Usaha Infrastruktur dan Logistik BUMN Sumaryanto Widayatin mengatakan tiga perusahaan itu adalah PT Wijaya Karya Tbk, PT Jasa Marga Tbk, dan PT Perusahaan Listrik Negara (PLN).

“Nanti 3 BUMN itu akan bentuk joint venture untuk memproduksi solar cell di Indonesia. Kebutuhan investasi awal sekitar US$30 juta dan akan dipenuhi dari BUMN tersebut,” ujarnya hari ini.

Dia menjelaskan dalam joint venture tersebut, Wijaya Karya dan PLN dinilai sudah menguasai produksi solar cell, adapun untuk pembeli produk tersebut (off taker) adalah PLN dan Jasa Marga.

“Wika kan memiliki kemampuan untuk itu [produksi solar cell], nanti PLN dan Jasa Marga akan menjadi off taker-nya. Karena Indonesia memiliki sumber daya alam yang besar untuk itu,” tuturnya.

Dia mengatakan bahan baku untuk produksi solar cell adalah pasir kuarsa, dan saat ini Indonesia memiliki sekitar 75 miliar ton. Untuk tahap awal, Sumaryanto menargetkan dapat memproduksi sebesar 30 megawatt hingga akhir tahun ini. (sut)
Tiga BUMN Bergandengan Produksi “Solar Cell”
Ester Meryana | Tri Wahono | Kamis, 19 April 2012 | 20:56 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com – Deputi Bidang Infrastruktur dan Logistik Kementerian BUMN, Sumaryanto Widayatin, mengatakan, tiga Badan Usaha Milik Negara (BUMN) akan membentuk usaha patungan memproduksi solar cell.

Ia pun berharap nantinya produksi ketiga BUMN tidak hanya memenuhi pasar lokal tetapi juga bisa diekspor. “Solar cell ini adalah future energi primer yang akan berlanjut karena dikasih gratis dari Tuhan. Kenapa enggak kita mulai. Yang kita mulai cuma 10 persen dari merakit saja,” terang Sumaryanto, di Jakarta, Kamis (19/4/2012).

Ia mengatakan, Indonesia sanggup memproduksi solar cell karena mempunyai bahan baku, yakni pasir kuarsa, yang berlimpah. Indonesia disebut punya pasir kuarsa hingga 75 miliar ton.

“Jadi ke depan kita harus berani investasi itu dan kita harus ekspor solar cell itu,” tegas dia.

Untuk memproduksi solar cell, Sumaryanto menyebutkan diperlukan tiga BUMN dengan bentuk usaha patungan. Tiga BUMN tersebut yakni PLN, Wijaya Karya (Wika), dan Jasa Marga.

“Kalau kebanyakan (BUMN) nanti repot. Ya sudah 3 itu dulu,” sebutnya.

Sekarang ini, kata dia, Wika masih dalam tahap merakit solar cell yang dibeli dari luar. Dengan kata lain, Wika hanya menikmati 10 persen nilai tambah di hilirnya.

Untuk itu, Indonesia perlu mandiri dengan memproduksi sendiri solar cell. Dibutuhkan investasi 30 juta dollar AS untuk menghasilkan produk yang bisa menghasilkan listrik 10 megawatt ini.

“Kita mau kita mandiri, kalau mandiri kita ekspor solar cell itu. Karena apa? Kita punya kuarsa banyak sekali 75 miliar ton,” pungkas Sumaryanto.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: