elsa TIDAK bertanggungjawa … b: 220312


INILAH.COM, Jakarta – PT Elnusa Tbk (ELSA) mengklarifikasi rumor pasar tentang aksi Exxon Mobil, yang dikabarkan sedang mengakumulasi saham perseroan.

Menurut Division Head of Corporate Secretary PT Elnusa Tbk Heru Samodra, pihaknya tidak pernah memberikan informasi kepada pihak manapun terkait berita tersebut. “Karena itu, PT Elnusa Tbk tidak bertanggung jawab atas kebenaran maupun pengaruh atas informasi tersebut,” katanya.

Sebelumnya disebutkan, bahwa perusahaan migas terbesar AS, Exxon Mobil, sedang “mengumpulkan” saham ELSA melalui pembelian langsung di pasar. Diperkirakan, target pembelian Exxon Mobil untuk saham ELSA berada pada level Rp 500.

Ketertarikan utama disebabkan oleh peningkatan peluang ELSA mencetak laba bersih yang bertambah pada tahun ini seiring dengan meningkatnya harga jual minyak mentah yang terjadi secara global.

Selain rencana pemerintah yang akan menaikkan harga jual bahan bakar minyak premium per 1 April mendatang.

http://pasarmodal.inilah.com/read/detail/1843432/elnusa-klarifikasi-rumor-exxon-borong-saham-elsa

Sumber : INILAH.COM
INILAH.COM, Jakarta- Tekanan masih dirasakan pelaku pasar saham, terkait pengetatan kredit yang dilakukan Bank Indonesia. Apa rekomendasi strategi dari para analis?

Teuku Hendri, analis pasar modal dari Danpac Securities menyarankan pelaku pasar untuk beralih ke saham-saham lapis dua (secondliner), terutama sektor migas. “Hal ini untuk mengantisipasi terus meningkatnya harga minyak mentah dunia,”katanya kepada INILAH.COM.

Pada penutupan perdagangan dinihari tadi, harga minyak mentah untuk pengiriman Mei, kontrak bulan depan yang baru, naik US$ 1,20, atau 1,1%, ke level US$ 107,27 per barel.

Saham lapis dua dinilai menarik, apalagi bila mengingat tekanan turun masih akan berlanjut di saham sektor perbankan, properti dan ASII sebagai penggerak market. Situasi ini menyusul pengetatan aturan kredit properti dan perumahan oleh Bank Indonesia.

Beberapa saham pilihan Teuku adalah Elnusa (ELSA) dan AKR Corpindo (AKRA), “Investor bisa trading di emiten-emiten ini,” ujarnya.

Senada dengan riset JP Morgan, yang menyarankan investor untuk beralih ke emiten sektor migas. Menurutnya, pelaku pasar sebaiknya memanfaatkan trend naik harga minyak mentah dunia dan situasi pelemahan rupiah dengan beralih ke sektor yang diuntungkan oleh pelemahan mata uang RI. “Saham sektor migas menjadi pilihan menarik saat ini,”ungkapnya.

Disebutkan bahwa kinerja IHSG sebenarnya relatif sangat lagging dibanding indeks saham negara berkembang lain dalam indikator MSCI Index. Hal ini dipicu depresiasi rupiah dan kemungkinan inflasi menembus 8%, menyusul rencana kenaikan BBM.

“Inflasi rendah selama ini pun membuat sektor yang berbasis domestik konsumen, outperformed market dan mendorong penguatan IHSG,”katanya.

Namun, rencana kenaikan BBM dan peraturan kenaikan DP otomotif dan properti, akan menurunkan permintaan konsumen. “Sektor-sektor seperti bank dan otomotif pun akhirnya menjadi penggerak turun IHSG,”paparnya.

Sementara Reza Priyambada, analis pasar modal dari Indosurya Securities mengatakan, saat ini tidak banyak sektor yang tersisa untuk peralihan portofolio, “Karena investor kini tengah melihat sampai seberapa jauh inflasi bisa diredam,”ujarnya.

Menurutnya, investor sudah memperkirakan akan terus terjadi tekanan pada saham-saham siklikal, yang terkait dengan perkembangan suku bunga dan kekuatan daya beli pasar domestik. Di sisi lain, spekulasi investor pada saham-saham komoditas energi dan logam juga mulai mengendur, karena China merevisi turun pertumbuhan ekonominya.

Di tengah situasi ini, Reza melihat pola trading masih bisa menjadi pilihan di jangka pendek, dengan fokus pada saham sektor agrikultur. “Hal ini karena soft comodity cenderung lebih stabil kenaikan harganya daripada harga minyak yang spekulatif,”ujarnya.

Pilihan Reza untuk sektor agri adalah Lonsum (LSIP) dan Sampoerna Agro (SGRO). Sedangkan pilkhan untuk saham defensif adalah Indofood CBP Sukses Makmur (ICBP), Tiga Pilar Sejahtera Food (AISA), dan Unilever (UNVR),”Rekomendasi trading untuk saham-saham ini,”tutupnya.

http://pasarmodal.inilah.com/read/detail/1843409/apa-strategi-investor-hari-ini

Sumber : INILAH.COM
Exxon Mobil Minati ELSA, Target Rp 500

Oleh:
Pasar Modal – Rabu, 21 Maret 2012 | 08:02 WIB

INILAH.COM, Jakarta – Saham PT Elnusa (ELSA) diyakini akan segera mengarah ke level Rp500 per lembarnya.

Salah satu perusahaan migas terbesar dari Amerika Serikat yaitu Exxon Mobil dikabarkan sedang “mengumpulkan” saham ELSA melalui pembelian langsung di pasar.

Ketertarikan utama Exxon membeli ELSA disebabkan oleh peningkatan peluang ELSA mencetak laba bersih yang bertambah pada tahun ini seiring dengan meningkatnya harga jual minyak mentah yang terjadi secara global.

Hal ini ditambah rencana pemerintah yang akan menaikkan harga jual bahan bakar minyak premium per 1 April mendatang.

Diperkirakan, target pembelian Exxon Mobil untuk saham ELSA berada pada level Rp 500. Harga per lembar saham ELSA pun diyakini akan menyentuh level itu dalam waktu dekat ini.

Pada perdagangan Selasa (20/3/2012) kemarin ELSA ditutup menguat ke level Rp 265 atau naik 20 poin (8,16%). Jumlah transaksi mencapai senilai lebih dari Rp 68,79 miliar. [ast]

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: