minyaaa(KURA$)aak … 050312


JAKARTA – Tingkat pengurasan cadangan minyak Indonesia mencapai delapan kali laju pengurasan di negara-negara penghasil minyak utama dunia seperti Arab Saudi dan Libya.

Menurut Kepala Divisi Humas, Sekuriti, dan Formalitas BP Migas Gde Pradnyana Indonesia yang memiliki cadangan hanya sekitar empat miliar barel memproduksikan minyak rata-rata satu juta barel per hari. Artinya, reserve to production ratio Tanah Air hanyalah empat. Angka ini jauh di bawah Arab Saudi dan Libya.

“Dengan cadangan minyak mencapai 265 miliar barel, Arab Saudi hanya memproduksi minyak rata-rata delapan juta barel per hari atau tingkat reserve to production ratio-nya mencapai 35. Sementara Libya, yang memiliki cadangan minyak 46 miliar barel dan tingkat produksi sebesar 1,5 juta barel per hari, memiliki reserve to production ratio sebesar 30,” demikian disampaikan Gde Pradnyana seperti dikutip dari situs Kementerian ESDM, Jakarta, Senin (5/3/2012).

Gde menegaskan, artinya selama ini Indonesia menguras cadangan minyak kita kurang lebih delapan kali lebih cepat dari Arab Saudi dan Libya. Dengan kata lain cadangan minyak kita delapan kali lebih cepat habis dari dua negara tersebut. Laju pengurasan minyak kita sudah tergolong sangat tinggi jika dibandingkan negara penghasil minyak lain.

Penemuan cadangan minyak yang berukuran cukup besar di Indonesia umumnya terjadi di Indonesia barat. Misalnya lapangan Minas, Duri, dan terakhir Cepu.

Pengurasan cadangan Minas sudah dilakukan sejak tahun 1950-an dan mencapai puncaknya tahun 1975 sampai 1976 dengan tingkat produksi di kisaran 250 ribu barel per hari dan menjadi penyumbang terbesar terhadap produksi nasional 1,5 juta barel per hari. Sejak itu produksi dari Minas terus menurun dan kini hanya menghasilkan sekitar 70 ribu barel per hari.

Penurunan dari Minas ini masih ditutupi dari pengurasan cadangan Duri yang dimulai sekitar tahun 1980-an dengan tingkat produksi sebesar kurang lebih 400 ribu barel per hari dan membuat produksi nasional kembali mencapai puncaknya di tahun 1995- 1996 dengan produksi sebesar 1,6 juta barel per hari. Selanjutnya lapangan Duri-pun terus menurun produksinya seiring dengan menipisnya jumlah cadangan yang tersisa. Kini kedua lapangan Minas dan Duri hanya menghasilkan sekitar 360 ribu barel per hari.

Penemuan (discovery) lapangan minyak lainnya ukurannya jauh lebih kecil. Sebaliknya eksplorasi yang belakangan ini gencar dilakukan di Indonesia timur menghasilkan penemuan cadangan-cadangan gas dalam jumlah besar, bukan minyak. Misalnya Tangguh, area deepwater Selat Makassar (Gandang, Gendalo dan Gehem), Masela (Laut Timor), dan terakhir oleh Genting Oil di Bintuni.

Dari dua kenyataan itu maka cadangan terbukti minyak nasional kita terus menyusut dalam 10 tahun ini dari 4,3 miliar barel menjadi 3,9 miliar barel. Sementara cadangan gas kita masih tetap tinggi, lebih dari 104 triliun kaki kubik.

“Industri hulu migas adalah industri pencarian (eksplorasi) dan pengurasan (eksploitasi) cadangan migas. Alam tidak bisa dipaksa untuk menghasilkan minyak ataupun gas, tetapi kita hanya bisa mencari di mana cadangan-cadangan tersebut berada dan kemudian mengurasnya dengan berbagai cara,” tutur Gde.

Dia menambahkan dengan konsumsi bahan bakar minyak (BBM) nasional yang saat ini sudah diatas 1,2 juta barel per hari dan kemampuan kilang domestik hanya 700 ribu barel per hari, maka sisa kebutuhan BBM masih harus diimpor. “Ini tidak bisa dihindari, seandainyapun produksi minyak mentah kita kembali ke 1,6 juta barel per hari maka impor BBM tetap tidak bisa dihindari,” ujarnya.

http://economy.okezone.com/read/2012/03/05/19/587028/ri-kuras-minyak-8x-lebih-cepat-dari-arab-libya

Sumber : OKEZONE.COM

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: