adro diekspektasikan @2900 … 211111


Prediksi Sepekan ke Depan
Money Flow Tunjukkan Pelemahan IHSG

Oleh: Ahmad Munjin
Pasar Modal – Senin, 21 November 2011 | 09:45 WIB

INILAH.COM, Jakarta – Laju IHSG dalam sepekan ke depan diperkirakan melemah. Indikator money flow menunjukkan hal itu. Pilihlah saham-saham yang berbasis domestic demand.

Pada perdagangan Jumat (18/11) Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG ) ditutup melemah 37,75 poin (1%) ke level 3.754,5. Harga intraday tertingginya mencapai 3.792,16 dan terendah 3.745,14. Begitu juga dengan indeks saham unggulan LQ45 yang turun 9,33 poin (1,39%) ke level 66,924.

Kepada Riset Onix Capital Bagus Hanantomengatakan, koreksi indeksakhir pekan lalu, lebih dipengaruhi oleh faktor eksternal. Dalam sepekan ke depan,ia memperkirakan, IHSG berpeluang melanjutkan pelemahannya. Hanya saja, pelemahan tersebut dalam kisaran yang tipis.

Karena itu, lanjutnya, pasar tidak perlu terlalu risau dengan pergerakan harian. Sebab, saham-saham yang berbasis domestic demand bakal mulai kembali diakumulasi investor. “Tapi, dilihat dari sisi indikator Money Flow Index (MFI) belum ada tanda-tanda IHSG akan rebound,” katanya kepada INILAH.COM, di Jakarta, akhir pekan ini.

Menurutnya, indikator ini menunjukan kekuatan arus kas (uang). Saat ini,kata dia, indikator ini menunjukan masih adanya pelemahan di pasar uang. Begitu juga pada instrumen-instrumen bebas risiko seperti obligasi sehingga bisa mendorong indeks melemah dalam sepekan ke depan.

“Jadi, kita tidak hanya melihat pergerakan saham melainkan juga arus kas baik instrument pasar uang, instrument bebas risiko seprti obligasi, valas, dan perbankan,” ungkapnya. Namun demikian, Bagus tidak menentukan batasan pelemahannya hingga berapa.

Sementara itu, lebih lanjut ia menilai, krisis Eropa masih membutuhkan waktu untuk bisa selesai. Sebab, penguatan indeks dalam beberapa hari terakhir pun di pekan lalu lebih dipicu oleh euphoria pasar atas pergantian kabinet di Yunani dan Italia.

“Tapi, kondisi riil ekonomi Eropa belum mengalami perubahan. Itu butuh waktu sehingga berpengaruh pada pergerakan IHSG,” timpalnya.Menurutnya, Eropa sedang menghadapi lapisan besar dari krisis utang.

Di atas semua itu,dia merekomendasikan positif saham yang jadi domestic player seperti PT Astra Internasional (ASII) dengan target jangka panjang Rp80.000 untuk 2012. Lalu,PT Bank Rakyat Indonesia (BBRI) dengan target Rp7.800; PT Adaro Energy (ADRO) dengan target Rp2.900;

PT Indo Tambang Raya (ITMG) dengan target Rp53.500; dan PT Holcim Indonesia (SMCB) dengan target Rp2.200untuk 2012 meski harus direvisi lagi untuk SMCB. “Saham-saham itu atraktif karena cukup murah. Koreksi saat ini, bisa dimanfaatkan untuk akumulasi beli saham-saham tersebut,” imbuh Bagus.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: