akuisisi berlanjut @adro … 191011


Adaro dan Bukit Enim Energi kian kuasai Lahat

Oleh Irvin Avriano A.

Selasa, 18 Oktober 2011 | 18:42 WIB

bisnis indonesia

JAKARTA: PT Adaro Energy Tbk menambah porsi 46% saham PT Bukit Enim Energi (BEE) senilai US$46 juta dari tiga perusahaan asing.

Dalam keterbukaan informasi kepada bursa Efek indonesia, Direktur Utama Adaro Garibaldi Thohir mengatakan pembelian dilakukan melalui anak usaha Adaro, PT Alam Tri Abadi.

Ketiga penjual saham BEE, tuturnya, adalah Lucky Star Corporation, Oriental Holdings Ltd, dan BrightPatch Corp.

“Setelah transaksi tersebut, Adaro memiliki 61,04% saham BEE,” ujar Boy Thohir dalam keterbukaan itu.

Selain Adaro, pemilik lain saham BEE adalah anak usaha PT United Tractors Tbk yaitu PT Pamapersada Nusantara 20%, Triputra Utama Selaras 13,92%, dan PT Bumi Alam Sejahtera 5,04%.

Manajemen perusahaan juga menyatakan transaksi tersebut tidak termasuk transaksi material atau benturan kepentingan.

“Investasi kami di BEE merupakan bagian dari prakarsa kami untuk membangun pijakan yang kuat dan membuka potensi batu bara di Sumatra Selatan.”

BEE adalah perusahaan tambang batu bara greenfield di Muara Enim, Sumsel, dan memiliki jaringan transportasi lokal dan akan melengkapi akuisisi logistik yang baru dilakukan Adaro.

Perusahaan itu memiliki izin usaha pertambangan (IUP) selama 20 tahun sejak Maret 2011 di area seluas sekitar 11.130 hektare.

BEE akan mulai menilai sumber daya dan cadangan mulai tahun depan.

Sebelumnya, emiten berkode ADRO itu membeli 35% saham perusahaan jasa pertambangan batu bara PT Servo Meda Sejahtera (SMS) senilai Rp200 miliar dari PT Servo Infrastruktur.

Pembelian SMS dilakukan melalui PT Alam Tri Abadi, yang 99% sahamnya dimiliki Adaro.

SMS melakukan pengangkutan batu bara dan pemuatan batu bara ke atas kapal melalui dua anak usahanya.

Pada perkembangan terkait, PT Bukit Asam Tbk mengonfrontasi Adaro tentang masalah (dispute) di kuasa pertambangan eksplorasi (KP) di Kabupaten Lahat.

Sekretaris Perusahaan Bukit Asam Achmad Sudarto menegaskan kembali bahwa klaim Adaro tidak ada masalah di KP Lahat milik PT Mustika Indah Permai adalah tidak benar.

Achmad mengatakan masih terjadi perbedaan pendapat karena izin Mustika terkait dengan pemberian izin KP Bukit Asam yang statusnya sedang ditingkatkan menjadi eksploitasi oleh pemerintah kabupaten. (faa)

PT Adaro Energy Tbk (ADRO) melalui anak perusahaannya PT Alam Tri Abadi (ATA) telah mengakuisisi 46 persen kepemilikan PT Bukit Enim Energy (BEE) milik Lucky Star Corporation, Oriental Holdings Ltd and BrightPath Corp senilai USD46 juta pada 14 Oktober 2011 lalu.

“Investasi kami di BEE merupakan bagian dari prakarsa untuk membangun pijakan yang kuat dan membuka potensi batu bara di Sumatera Selatan (Sumsel),” ungkap Presiden Direktur Adaro Energy, Garibaldi Thohir dalam siaran persnya kepada okezone, Rabu (19/10/2011).

Dikatakannya, akuisisi ini, bersama dengan dua akuisisi lain yang telah diumumkan sebelumnya, merupakan bagian dari komitmen perseroan untuk mengembangkan cadangan batu bara di wilayah tersebut.

Pada saat yang bersamaan, akuisisi tersebut dapat memberikan manfaat kepada masyarakat setempat. “Investasi ini akan membantu kami dalam pencapaian visi kami untuk menjadi kelompok perusahaan tambang dan energi Indonesia yang terkemuka,” tukasnya.

Selain itu, setelah dilakukan transaksi tersebut, perseroan memiliki 61,04 persen saham BEE. PT Pamapersada Nusantara (PAMA) memiliki 20 persen, PT Triputra Utama Selaras memiliki 13,92 persen, dan PT Bumi Alam Sejahtera (BAS) memiliki 5,04 persen.

Sekadar Informasi, BEE merupakan perusahaan pertambangan batu bara yang tengah mengembangkan proyek batu bara greenfield di Muara Enim, Sumatera Selatan.

BEE merupakan pemegang Izin Usaha Pertambangan (“IUP”) selama 20 tahun yang berlaku sejak Maret 2011 dan mencakup area seluas sekira 11.130 hektare (ha). Area ini memiliki jaringan transportasi lokal, yang akan melengkapi akuisisi perusahaan logistik batu bara di Sumatera Selatan yang baru-baru ini dilakukan oleh Adaro Energy.

Perseroan pun telah melakukan uji kelayakan geologis sebelum menyelesaikan proses pembelian dan berpendapat bahwa IUP ini memiliki potensi pertambangan batu bara terbuka.

Marston, konsultan pertambangan internasional terkemuka, turut membantu melakukan studi potensi geologi batu bara, yang menjadi dasar dilakukannya penilaian atas proyek ini. Dibutuhkan kegiatan pengeboran tambahan dan juga analisis batu bara sebelum pernyataan mengenai sumber daya dan cadangan yang sesuai dengan JORC dapat diterbitkan. Kegiatan pengeboran dan analisis batu bara untuk mendukung pernyataan JORC akan dilakukan pada 2012.

BEE merupakan salah satu dari beberapa peluang akuisisi, yang sejalan dengan pertumbuhan organik, akan membantu Adaro Energy untuk mencapai kapasitas produksi 80 juta ton per tahun dalam jangka menengah sebagai perusahaan yang terus menciptakan nilai yang berkelanjutan untuk jangka panjang dari batu bara Indonesia.

http://economy.okezone.com/read/2011/10/19/278/517265/adaro-akuisisi-46-saham-bukit-enim-usd46-juta

Sumber : OKEZONE.COM

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: