gugatan @elsa … 120811


Elnusa Petrofin kena gugatan
Oleh Erwin Tambunan

bisnis indonesia

Published On: 11 August 2011

JAKARTA :Pemasok ban untuk keperluan PT Elnusa Petrofin Pare-Pare menggugat perusahaan tersebut membayar ganti rugi materiel dan immateriel sebesar Rp1,33 miliar karena melakukan perbuatan ingkar janji.

“Penggugat telah memasok bank merk Dunlop sebanyak 235 unit yang nilainya Rp423 miliar dengan harga Rp1,8 juta per unitnya. Namun masih ada sisa pembayaran sebesar Rp303 juta yang belum dibayar Tergugat II, PT Elnusa Petrofin Pare-Pare,” kata Kuasa Hukum Murtati, Jimmy Andarias Suman yang membacakan gugatannya di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, hari ini.

Pemasok ban itu juga menggugat PT Elnusa Petrofin sebagai Tergugat I yang berkantor pusat di Graha Elnusa lantai 12 Jl.TB.Simatupang Kav.1 B Cilandak, Jakarta Selatan.

Menurut Penggugat, Tergugat II memang sempat melakukan pembayaran pertama melalui giro bilyet sebesar Rp20 juta pada 17 Junuari 2011. Pembayaran ketiga pada 6 Februari 2011. Namun giro No.234426, ternyata tidak ada dananya. Pembayaran ketiga dan keempat dilakukan dengan setoran ATM Mandiri No.126-00-0428895-6 pada 25 Februari 2011 dan 12 Maret 2011 yang nilainya masing-masing Rp50 juta.

Tergugat I, kata Penggugat, kemudian menolak melaksanakan kewajiban membayar utangnya dengan alasan prosedur pembelian ban tersebut tidak sesuai dengan cara baku di PT Elnusa Petrofin Jakarta atau Tergugat I tidak mau bertanggung jawab atas kewajiban pembayaran utang tersebut.

Dalil Tergugat I yang melemparkan tanggung jawab pembayaran utang kepada pemimpin cabang yang sebelumnya, Utomo yang tidak menjabat di perusahaan itu lagi merupakan alasan yang tidak masuk akal. “Padahal barang-barang milik Penggugat berupa ban merek Dunlop telah habis digunakan untuk kepentingan para Tergugat di daerah Pare-Pare.”

Tanggung jawab pembayaran kepada pemimpin cabang yang teklah keluar dari perusahaan itu merupakan tindakan yang keliru. “Karena Penggugat tidak berurusan secara pribadi dengan Pak Utomo, tetapi dengan PT Elnusa Petrofin sebagai suatu perseroan.”

Penggugat telah berkali-kali meminta pembayaran kepada Tergugat I, akan tetapi Tergugat I selalu mengelak dengan alasan yang tidak masuk akal. “Apabila ada persoalan intern antara para Tergugat resikonya jangan dibebankan kepada Penggugat.”

Majelis hakim menunda sidang hingga 15 September 2011 karena Kuasa Hukum Tergugat I dan Tergugat II tidak menghadiri sidang pembacaan gugatan oleh Penggugat. (faa)

Advertisements

1 Comment (+add yours?)

  1. bobi
    Oct 31, 2011 @ 20:50:08

    tolong pihak elnusa petrofin berbenah mengenai management dicabangyg ada didaerah2x…krn saya waktu itu ada didalam elnusa petrofin…dansaya sampaikaget …betapa hancurnyanya management elnusa waktu itu…malah lebih baikdari pembukuan tokosaya…kalau alasan iprosedur..yg dipakai..itu tidak masuk akal…karena prosedur memang sepertiitu yang sudah berjalan dari tahun 2009… jgnlah alasan PO(purchase order) tdkada, pihak elnusa petrofin tdk mau bertanggung jawab..krn memang tdk ada PO ..jadi aturannya, pihak jakarta sdh mengetahui memang spt ituadanya….kalauada prosedur yang salah kenapa tdkdirubah dari hasilaudit tahun2010…sedangkanlaporan ban tiap bulan dilaporkan kejakarta…jgn membuat alasan yg karena kesalahan dariperusahaan yg tdkbenar..karenakorbanbukan murtatisaja..tapi masih ada beberapaorang yg dirugikan karena tdk terkontrolnya/kurangnyapengawasan dari pusat…karena waktu itu pihak pimpinan elnusa beralasan ..PERTAMINA BELUM MEMBAYAR TUNGGAKAN KE ELNUSA CAB.pare-pare…jadi pembayaran tersendat…dan sudah 3 bulan pertamina belum melakukan pembayaran daridesember 2010s.d februari 2011..jadi pemasok ban waktuitu percaya dgn alasan itu…untuk pihak darimurtati sudah diterima giro perusahaan elnusa petrofin yang jumlahnya Rp 150jutarupiah ternyata kosong ketika akan dicairkan…elnusa petrofin sudah melakukan PENIPUAN ketika membayar dgn giro kosong…banyak pihak2x lain yg dirugikan jadinya..ada pihaklain sampai menggadaikan rumahnya untukbisnis ini…jadi pihak elnusa haruslah melakukan kewajiban pembayaran yang menjadi hak korban..karena tolong pihak elnusa cek lagi laporan dari pare2x dari mana pembelian ban dari bulan januari 2011 s.dmaret 2011..janganlahpihak elnusa petrofin mengambil hak dari korban..

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: