brau PUNYA 346 jT, BO … 200711


Medio 2011, Produksi BRAU Capai 56% Target

Oleh: Charles MS
Pasar Modal – Rabu, 20 Juli 2011 | 05:25 WIB

INILAH.COM, Jakarta – PT Berau Coal Tbk (BRAU) telah mencatatkan produksi sebesar 56% dari total target produksi 2011 sebesar 20 juta ton.

Sementara untuk kuartal 2-2011, produksi yang dicapai sudah sebesar 93% target. Menurut Bambang, Main Engineer BRAU, produksi tersebut berasal dari 3 area penambangan, yaitu Lati, Binungan, dan Sambarata di Berau, Kalimantan Timur. Per Desember 2009, ketiga area tersebut memiliki cadangan batubara sekitar 346 juta ton terdiri dari Lati 151 juta ton, Binungan 143 juta ton, dan Sambarata 53 juta ton.

Bambang menjelaskan dari luas area tambang 118,4 ribu hektar yang dimiliki BRAU, yang sudah digarap baru sekitar 10 ribu hektar. Beberapa area yang masih belum tergarap di antaranya Panan Area, Kelai Area, Parapatan Area, dan Birang Area.

BRAU juga telah berhasil melakukan reklamasi seluas 1.441,51 hektar area tambang yang sudah selesai digarap per September 2011.

Untuk dana CSR, Perseroan mencadangkan dana sebesar Rp27,94 miliar di 2011. Sebagian besar dana CSR ini digunakan untuk pendanaan pendidikan atau Rp4,7 miliar selain untuk kesehatan dan nutrisi Rp1,63 miliar, sisanya untuk lingkungan dan budaya, kontribusi sosial.

BRAU juga memberikan royalti sebesar 13,5 persen dari pendapatan.
PT Indonesia Pusaka Berau akan membangun pembangkit listrik di Lati, Berau, Kalimantan Selatan dengan kapasitas 14 megawatt (MW). Sebelumnya di Lati juga sudah dibangun pembangkit listrik 14 MW.

Direktur Keuangan PT Indonesia Pusaka Berau, Choeruddin Noer mengungkapkan, nantinya kapasitas pembangkit listrik di Pati akan menjadi 28 megawatt yang terbagi menjadi 4 pembangkit yang masing-masing berkekuatan 7 MW.

“Akan bangun pembangkit 2×7 MW lagi sehingga nanti menjadi 4×7 MW,” katanya ketika dihubungi oleh wartawan Rabu (19/7/2011).

Untuk saat ini, pembangkit berkekuatan 7 MW sudah rapung dan akan diresmikan Agustus 2011 mendatang. Sisa pengerjaan masih dalam proses tender dan diperkirakan baru akan selesai 18 bulan mendatang.

“Yang 1×7 sedang ditender. Butuh waktu 18 bulan sehingga kebutuhan listrik di Kabupaten Berau dan sekitarnya dapat terpenuhi,” tuturnya.

Dana yang dibutuhkan untuk membangun pembangkit listrik yang baru, Choeruddin menjelaskan, membutuhkan dana sebesar Rp 140 miliar.

Choeruddin mengharapkan, Berau Coal dapat memberikan komitmennya untuk memasok batubara sampai 200.000 ton di 2014. “Untuk memenuhi pasokan itu, pasokan batubara sampai 2014 kita mengharapkan ada tambahan lagi sehingga menjadi 200 ribu ton,” imbuhnya.

Di tempat berbeda, Public Relation Manager PT Berau Coal, Bintoro Prabowo mengatakan, pihaknya baru dapat memenuhi kebutuhan batubara sampai dengan 100.000 ton per tahunnya. Bahkan sampai saat ini, serapannya belum 100%, hanya sekitar 80.000 ton per tahun.

“Semua tergantung daya serapnya nanti. Tapi kami siap menyuplai 100.000 ton,” timpalnya.

Indo Pusaka Berau merupakan perusahaan joint venture dengan tiga pemegang saham yaitu:

PT Indonesia Power anak perusahaan PLN

Pemerintah Kabupaten Berau

PT Pusaka Jaya Baru

Sumber: detikcom

Keamanan kerja di pertambangan harus menjadi prioritas. Salah satu yang dilakukan untuk mengurangi risiko kecelakaan kerja di perusahaan tambang adalah dengan menandai mobil-mobil operasional dengan bendera setinggi 4 meter.

Seperti yang dilakukan oleh PT Berau Coal misalnya dengan menempatkan alat keselamatan yang diberi nama Boogiy Whape. Alat tersebut dipasang di mobil jenis SUV untuk memberi tanda keberadaan mobil tersebut kepada mobil-mobil yang lebih besar sehingga bisa terhindar dari kecelakaan kerja.

“Namanya boogiy whape, tingginya minimal 4 meter. Harus ada bendera dan warnanya harus mencolok,” kata Manajer Publik Relation PT Berau Coal, Bintoro Prabowo dalam kunjungan ke tambang Beraucoal, Kalimatan Selatan Selasa (19/7/2011).

Mobi-mobil SUV dioperasikan oleh para pekerja PT Berau Coal untuk berpindah tempat dari satu titik tambang ke titik lain yang berada di daerah tambang. Jumlah mobil SUV yang dimiliki berjumlah ratusan.

Selain dengan boogiy whape, mobil-mobil SUV juga dilengkapi dengan radio panggil. Radio tersebut selain untuk berkomunikasi dengan mobil SUV dan kantor pusat, radio panggil tersebut digunakan untuk menandakan keberadaan mobil SUV ke mobil-mobil yang lebih besar.

Bintoro menjelaskan, areal pertambangan yang berupa hutan belantara membuat sulitnya sinyal telepon seluler. Karena itu, lebih cocok menggunakan radio panggil, tapi radio panggil pun memiliki banyak kekurangan.

“Ketika masuk side-side tertentu, ada chanel khusus, jadi harus ganti chanel. Jenis mobil juga ada yang khusus. Unit yang besar chanelnya beda. Jadi kalau dekat sama mobil gede kita harus nyesuaian sama chanel mereka,” paparnya.

Sumber: detikcom

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: