elsa SIAP ke meja IJ0 … 230611


Pembobolan Dana Nasabah, Bank Mega Tetap Tolak Mengganti

Kamis, 23 Juni 2011 | 04:16 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta – Manajemen PT Bank Mega Tbk menyatakan tetap menolak mengganti dana nasabahnya, PT Elnusa Tbk dan Pemerintah Kabupaten Batubara, Sumatera Utara. Alasannya, pihak bank merasa tak pernah merasa kebobolan.

“Yang kebobolan adalah Elnusa dan Kabupaten Batubara,” kata Direktur Utama Bank Mega J.B. Kendarto, dalam rapat dengar pendapat bersama Komisi Keuangan Dewan Perwakilan Rakyat kemarin.

Dalam rapat tersebut, Komisi juga memanggil manajemen Elnusa, Pemerintah Kabupaten Batubara, dan Bank Indonesia untuk dimintai keterangan.

Seperti diketahui, dana dua nasabah Bank Mega cabang Jababeka, Cikarang, raib dibobol beberapa waktu lalu. Masing-masing deposito sebesar Rp 111 miliar milik Elnusa dan Rp 80 miliar milik Pemerintah Kabupaten Batubara. Polisi menetapkan enam tersangka, termasuk Direktur Keuangan Elnusa, Kepala Cabang Bank Mega Jababeka, dan dua pejabat Pemerintah Batubara.

Gara-gara kasus itu, Bank Indonesia menjatuhkan sanksi kepada Bank Mega, yakni melarang Bank Mega menerbitkan deposito on call baru, dilarang membuka kantor cabang baru, dan penerbitan rekening penampung (escrow account) sebesar Rp 191 miliar.

Kendarto menjelaskan Bank Mega telah melakukan mekanisme transfer dana Elnusa dan Batubara sesuai dengan prosedur perbankan yang benar. Namun, dia mengakui adanya keterlibatan sindikat kejahatan perbankan. “Jika terbukti melibatkan pemilik, Bank Mega akan menyerahkannya pada proses hukum yang berlaku,” ujarnya.

Dia memastikan dana milik dua nasabah itu berbentuk deposito on call. “Tunggu penyelidikan polisi,” kata Kendarto saat dicecar apakah ada sertifikat penempatan deposito on call tersebut oleh Elnusa dan Batubara.

Direktur Utama Elnusa Suharyanto dan Bupati Batubara O. K. Arya Zulkarnain membantah semua keterangan Kendarto. “Tidak ada itu deposito on call. Kami menempatkan dalam bentuk deposito berjangka,” kata Arya.

Dalam rapat itu, Suharyanto menunjukkan lembaran sertifikat yang menunjukkan pihaknya menempatkan dana dalam bentuk deposito berjangka. “Kami selalu meminta dalam deposito berjangka,” ujarnya.

Suharyanto menyatakan perintah pengalihan dana oleh Direktur Utama Elnusa itu adalah fiktif. Menurut dia, pihak kepolisian telah memastikan bahwa seluruh tanda tangan untuk pencairan di Bank Mega itu nonidentik alias palsu.

Baik Elnusa maupun Pemerintah Batubara meminta Dewan turut mendesak Bank Mega mengembalikan dana mereka. “Kami ingin dana itu kembali. Apalagi itu kan uang rakyat,” kata kuasa hukum Pemerintah Batubara, Wa Ode Nur Zainab.

Anggota Komisi dari Fraksi Partai Golkar, Edison Betaubun, mengatakan pembobolan terjadi karena lemahnya atasan melakukan pengawasan. Namun, ia meminta Komisi agar tidak membuat keputusan terkait dengan kasus ini, termasuk melakukan langkah politik dengan membentuk panitia kerja terkait dengan pembobolan dana nasabah Bank Mega. Menurut dia, kasus ini sudah menjadi domain aparat penegak hukum. “Biarkan proses hukum berjalan,” ujarnya.

Pada akhir rapat, Komisi akan melanjutkan pembahasan dengan memanggil Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan, Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan, serta PT Harvestindo Asset Management untuk dimintai keterangan.

Anggota Komisi Keuangan, Arif Budimanta, mendesak Bank Indonesia mencairkan escrow account kepada Elnusa dan Pemerintah Batubara. “Dana Pemerintah Batubara dan Elnusa harus dikembalikan karena itu termasuk dana negara,” kata politikus dari PDI Perjuangan ini.

Dana yang ada pada Elnusa termasuk ke dalam uang negara karena saham mayoritas Elnusa dimiliki oleh Pertamina. Sementara, dana Pemerintah Batubara merupakan dana yang berasal dari anggaran pendapatan dan belanja daerah.

Menurut Deputi Gubernur Bank Indonesia Halim Alamsyah, pencairan dana Elnusa dan Batubara dilakukan jika sudah ada jalan keluar antara bank dan nasabah, baik melalui jalur hukum maupun mediasi. “Karena ada sengketa antara Bank Mega dan nasabah (Elnusa dan Batubara), maka harus diselesaikan dulu,” ujarnya.

AKBAR TRI KURNIAWAN | ADITYA BUDIMAN | AGUSSUP

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: