minyaaa($93)aak … 180611


Minyak Tergelincir, Kontrak Jatuh 6% Sepekan

Oleh: Asteria
Ekonomi – Sabtu, 18 Juni 2011 | 08:52 WIB

INILAH.COM, San Francisco – Minyak mentah berjangka turun tajam pada penutupan Jumat (17/6), menambah pelemahan pekan ini di tengah berlanjutnya kekhawatiran perlambatan pertumbuhan global dan berkurangnya permintaan.

Minyak untuk pengiriman Juli turun US$ 1,94, atau 2% ke level US$ 93,01 per barel di New York Mercantile Exchange. Itu level penutupan minyak terendah sejak 18 Februari, dan yang membawa kerugian mingguan ke 6,2%, terburuk sejak pekan yang berakhir 6 Mei.

Harga minyak naik tipis pada sesi sebelumnya, setelah jatuh hampir 5% pada Rabu.Ini adalah fakta bahwa minyak tidak dapat secara signifikan bouncing pada Kamis, setelah aksi jual membayangi pedagang pada Jumat.

Menurut Matt Smith, analis energi dari Summit Energy di Kentucky, ada kepercayaan yang hilang dalam harga minyak. “Akan ada semacam resolusi akhir pekan ini untuk Yunani, bisa lebih baik atau buruk, Tapi semua orang hanya kehilangan minat membeli minyak.”

Harga cenderung menguji level support US$ 90 per barel. “Ada potensi menguat terbatas pekan depan,” tambah Smith.

Beberapa kabar baik terhadap krisis Yunani menjadi berita utama Jumat. Presiden Prancis Nicolas Sarkozy dan Kenselir Jerman Angela Merkel, dalam konferensi pers bersama, berjanji untuk menjaga stabilitas euro.

Kekhawatiran kegagalan utang Yunani membuat pasar bergolak, memicu keraguan tentang pemulihan global. Ketakutan akan utang dan kegelisahan makroekonomi mendorong aksi di pasar minyak, membayangi kondisi fundamental yang ada.

Seorang analis di Barclays mengatakan, fundamental masih dalam pengetatan, dengan penurunan tajam dalam prediksi pasokan non-OPEC. “Sedangkan permintaan global yang tangguh menunjukkan kemungkinan peningkatan selisih pasokan pada kuartal ketiga, dengan menurunnya persediaan dan kapasitas cadangan dunia.”

Dislokasi antara minyak mentah West Texas Intermediate yang diperdagangkan NYMEX dan ICE Brent telah mendorong selisih Brent-WTI ke rekor tertinggi di atas US$ 23 per barel pekan ini. Kontrak Agustus untuk minyak mentah Brent turun 81 sen menjadi US$ 113,21 per barel di ICE Futures Eropa, London.

Selisih ini disebabkan masalah logistik di Cushing, Oklahoma. Daya tarik minyak mentah Brent di AS sebagai pengganti minyak Libya dan permintaan spekulatif, setelah OPEC gagal untuk meningkatkan kuota, ujar analis pada Capital Economics.

Menurutnya, penumpukan di Cushing telah menekan harga, tapi masalah akan mereda seiring waktu. “Perbedaan antara dua benchmark akan berada di bawah US$ 10 per barel pada akhir tahun,” ujarnya.

Indeks dolar, yang dibandingkan dengan 6 mata uang kuat lainnya, jatuh 75,005 dari 75,476 perdagangan sebelumnya. Koreksi dolar AS terjadi menyusul penguatan Euro setelah pertemuan Sarkozy-Merkel. [ast]

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: