pemilik adro selamatkan bank … 120611


Bank Pundi Lulus dari Pengawasan Intensif BI

Oleh: Akbar Junisa Surya
Pasar Modal – Minggu, 12 Juni 2011 | 11:59 WIB

INILAH.COM, Jakarta – Bank Indonesia (BI) memutuskan untuk menurunkan status pengawasan Bank Pundi Tbk (BEKS) (Sebelumnya Bank Eksekutif) dari pengawasan intensif menjadi normal.

Seperti diketahui sebelumnya Bank milik Social Entepreneurship, Sandiaga Uno ini masuk dalam pengawasan intensif BI karena tingkat rasio kredit bermasalahnya yang melampaui batas yang ditentukan oleh BI. Namun sekarang Bank ini berhasil menurunkan tingkat Non Performing Loan-nya (NPL) menjadi 4,36% per kuartal I 2011, dibanding posisi kuartal I 2010 sebesar 6,83%.

Pencabutan status pengawasan intensif ini didasari pada surat pemberitahuan BI tertanggal 28 April 2011 di Jakarta. Terhitung sejak Minggu (11/6/2011) Bank Pundi dinyatakan telah lepas dari pengawasan intensif BI dan kembali ke status pengawasan normal.

“Dengan ini diberitahukan bahwa bank Pundi dikeluarkan dari status pengawasan intensif (intensive supervision) dan kembali ke status pengawasan normal terhitung sejak tanggal surat ini sebagaimana dimaksud Peraturan Bank Indonesia (PBI) NO.13/3/PBI/2011 tanggal 17 Januari 2011 tentang Penetapan Status dan Tindak lanjut Pengawasan Bank,” demikian isi surat yang ditandatangani oleh Direktur Direktorat Pengawasan Bank 1 Boedi Armanto itu.

Namun BI tetap meminta Bank Pundi untuk tetap melakukan beberapa langkah yang harus dilakukan guna memperbaiki kinerjanya. Diantaranya adalah Bank Pundi diwajibkan menyelesaikan seluruh kredit bermasalahnya dan AYDA sesuai dengan target yang ditetapkan sebelumnya.

Selain itu, Bank Pundi juga harus meningkatkan kemampuan Account Officer kredit kepada Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dan Funding Officer Dana Pihak Ketiga (DPK) sehingga target Rencana Bisnis Bank tahun 2011 dapat tercapai. BI juga mengharuskan kepada perseroan agar meningkatan monitoring dan sistem pengendalian Internal dalam pemberian kredit sehingga dapat meminimalkan jumlah kredit bermasalah.

Realisasi rencana penambahan modal sebesar Rp500 miliar melalui proses right issue pada tahun 2011.
Berdasarkan laporan keuangan Bank Pundi per Maret 2011 tercatat beberapa kinerja yang cukup meningkat signifikat setelah resmi diakuisisi oleh Recapital.

Rasio Kecukupan Modal (CAR) Bank Pundi melonjak dari minus 8,6% di Maret 2010 menjadi 22,48% di Maret 201. NPL tercatat menurun dari 6,83% per Maret 2010 menjadi 4,36% di Maret 2011. Pada periode yang sama juga, kredit Bank Pundi meningkat dari Rp815 miliar menjadi Rp997 miliar. Sedangkan Dana Pihak Ketiga (DPK) meningkat 100% dari Rp989 miliar menjadi Rp1,9 triliun di Maret 2011. [hid]

Minggu, 12/06/2011 10:35 WIB
Bank Milik Sandiaga Uno Keluar dari Pengawasan Intensif BI
Herdaru Purnomo – detikFinance

Jakarta – PT Bank Pundi Tbk (Sebelumnya Bank Eksekutif) akhirnya telah keluar dari pengawasan intensif Bank Indonesia (BI). Bank milik Sandiaga Uno ini berhasil menurunkan tingkat rasio kredit bermasalah (Non Performing Loan/NPL) dari 6,83% di Maret 2010 menjadi 4,36% di Maret 2011.

Berdasarkan surat pemberitahuan BI tertanggal 28 April 2011 yang diperoleh detikFinance di Jakarta, Minggu (12/6/2011) Bank Pundi telah lepas dari pengawasan intensif (intensive supervision) dan kembali ke status pengawasan normal.

“Dengan ini diberitahukan bahwa bank Pundi dikeluarkan dari status pengawasan intensif (intensive supervision) dan kembali ke status pengawasan normal terhitung sejak tanggal surat ini sebagaimana dimaksud Peraturan Bank Indonesia (PBI) NO.13/3/PBI/2011 tanggal 17 Januari 2011 tentang Penetapan Status dan Tindak lanjut Pengawasan Bank,” demikian isi surat yang ditandatangani oleh Direktur Direktorat Pengawasan Bank 1 Boedi Armanto itu.

Walapun telah dikeluarkannya Bank Pundi dari status pengawasan intensif, BI tetap meminta beberapa langkah yang harus dilakukan oleh perseroan.

Adapun langkah-langkah tersebut adalah :

Penyelesaian seluruh kredit bermasalah dan AYDA sesuai dengan target yang ditetapkan.
Peningkatan kemampuan Accounr Officer kredit kepada UMKM dan Funding Officer dana pihak ketiga sehingga target Rencana Bisnis Bank tahun 2011 dapat tercapai.
Peningkatan monitoring dan sistem pengendalian Intern dalam pemberian kredit sehingga dapat meminimalkan jumlah kredit bermasalah.
Realisasi rencana penambahan modal sebesar Rp500 miliar melalui proses right issue pada tahun 2011.

Berdasarkan laporan keuangan Bank Pundi per Maret 2011 tercatat beberapa kinerja yang cukup meningkat signifikat setelah resmi diakuisisi oleh Recapital. Rasio Kecukupan Modal (CAR) Bank Pundi melonjak dari minus 8,6% di Maret 2010 menjadi 22,48% di Maret 201.

NPL tercatat menurun dari 6,83% per Maret 2010 menjadi 4,36% di Maret 2011. Pada periode yang sama juga, kredit Bank Pundi meningkat dari Rp 815 miliar menjadi Rp 997 miliar. Sedangkan Dana Pihak Ketiga (DPK) meningkat 100% dari Rp 989 miliar menjadi Rp 1,9 triliun di Maret 2011.

(dru/dru)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: