minyaaa($102)aak … 010611


Harapan dunia yang menginginkan harga minyak tak lagi bergejolak, sepertinya sia-sia, karena harga emas hitam ini belakangan kembali ‘memanas’ menyusul bakal ditemukannya solusi atas krisis utang Eropa, yang berimbas pada menguatnya euro terhadap dolar AS.

Dengan melemahnya dolar AS, maka harga komoditas yang berdenominasi dolar, termasuk minyak, menjadi diuntungkan karena harganya akan lebih murah sehingga layak untuk diburu.

Harga minyak mentah untuk pengiriman Juli melonjak US$2,11, atau 2,1%, menjadi US$102,70 per barel di New York Mercantile Exchange. Ini merupakan level penutupan tertinggi sejak 10 Mei.

“Lompatan harga minyak kali ini lebih karena respons terhadap melemahnya dolar AS,” ujar Jim Ritterbusch dari Ritterbusch and Associates di Illinois.

Minyak sempat kehilangan tenaga setelah indeks perumahan menunjukkan kejatuhan harga perumahan pada Maret, yang menegaskan terjadinya resesi dua digit untuk pasar perumahan.

Pada Mei, harga minyak mentah merosot 9,9%, yang merupakan penurunan tertajam sejak Mei 2010.

Menguatnya dolar hampir selama Mei membuat investor beristirahat untuk tidak bertransaksi yang mengaitkan melemahnya dolar dengan meningkatnya harga komoditas. Serangkaian aksi untuk meredam gejolak pasar dilakukan untuk mengatasi spekulasi pada produk perak dan energi mampu mendinginkan sentimen terhadap minyak.

“Ini hanyalah situasi perdagangan yang volatile, menjelang terbitnya data makroekonomi penting pekan ini, dan rencana pertemuan OPEC pada 8 Juni mendatang,” kata Ritterbusch.

Ia mengatakan OPEC akan bergerak terbatas dalam pertemuan nanti, melebihi pada pertemuan-pertemuan sebelumnya.

OPEC tidak dapat menaikkan produksi terlalu besar karena ini akan berisiko pada anjloknya harga, tapi kartel minyak ini juga tidak dapat menurunkan produksi terlalu besar karena akan melambungkan harga terlalu tinggi, sebut Ritterbusch.

Sementara faktor yang mendorong menguatnya euro, Wall Street Journal menyebutkan bahwa Jerman membatalkan rencananya untuk melakukan penjadwalan utang Yunani lebih awal, sehingga akan memberikan jalan bagi negeri para dewa ini untuk mendapatkan paket bantuan baru.

“Apakah Anda berpikir ini merupakan akhir dari krisis Yunani atau hanyalah awal … persepsi ini sangat bullish bagi minyak dan komoditas lainnya,” papar Phil Flynn, analis dari PFG Best.

Indeks dolar turun menjadi 74,650, dari posisi Senin di level 74,941.

Melemahnya dolar menguntungkan bagi komoditas yang berdenominasi dolar karena harganya akan menjadi lebih murah bagi pemegang mata uang selain dolar.

http://www.imq21.com/news/read/32750/20110601/045217/Ups-Minyak-Lompat-ke-Level-US-102-70.html

Sumber : IMQ JAKARTA

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: