energi terbarukan : OMDO (3) … 240511


Pemerintah Susun Aturan Tata Niaga Bioenergi
Selasa, 24 Mei 2011 | 11:16
investor daily
JAKARTA – Untuk mendorong pengembangan bioenergi, pemerintah berencana menyusun aturan yang menyinergikan tata niaga dan kebijakan harga energi jenis ini.

Dirjen Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM Luluk Sumiarso mengatakan, selama ini peraturan yang ada baru mengatur mengenai bahan bakar nabati (BBN) dan pengembangan energi baru untuk kelistrikan. Dalam aturan yang baru, pemerintah akan menyinergikan aturan yang di dalamnya akan memuat kebijakan tata niaga dan penentuan harga bioenergi baik untuk listrik maupun bahan bakar.

“Kita akan merevisi Peraturan Menteri (Permen) No 31 Tahun 2009 sehingga tidak hanya mengatur mengenai pembelian energi baru berupa listrik oleh PLN tetapi juga dalam bentuk bahan bakar,” jelas dia dalam jumpa pers Indo Bioenergy 2011, di Jakarta, Senin (23/5).

Tata niaga kedua pola pengembangan energi baru ini, yaitu listrik dan bahan bakar, akan disusun meniru skema produsen listrik swasta (independent power producer/IPP). Keduanya akan dijual menuju grade, untuk bahan bakar dijual ke PT Pertamina, dan listrik ke PT PLN.

Luluk menegaskan, pihaknya akan menyelesaikan rancangan revisi Permen 31/ 2009 ini secepatnya. “Kita usahakan maksimal minggu depan rancangan permen ini sudah jadi,” kata dia.

Selama ini, potensi bioenergi di Indonesia masih sangat minim dimanfaatkan. Untuk biomassa, dari potensi yang diperkirakan mencapai 49.810 megawatt (MW), yang dimanfaatkan baru sekitar 1.600 MW atau 3,25% dari potensi.

“Karena itu melalui event Indo Bioenergy ini pemerintah ingin menyinergikan usaha para produsen bioenergi sehingga bisa mendorong peningkatan pemanfaatan energi jenis ini,” jelas dia.

Menurut Luluk, berkembangnya pemanfaatan bioenergi ini akan meningkatkan ketahanan energi nasional sekaligus menyediakan energi bersih bagi masyarakat. Alasannya, selain biomassa, Indonesia juga kaya akan bioenergi jenis lain.

Sebagai penghasil kelapa sawit, Indonesia punya potensi menjadi produsen biodiesel terbesar. Hingga saat ini kapasitas terpasang biodiesel baru mencapai 3,9 juta kiloliter (kl) per tahun. Kemudian, dengan memanfaatkan potensi biogas, negara diperkirakan bisa menghemat sekitar 700 ribu ton elpiji atau setara dengan 900 juta liter minyak tanah. (c05)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: