elsa KALAH TELAK … 260411


Mega Tolak Ganti Dana Elnusa
Oleh Rika Novayanti
Published On: 25 April 2011

JAKARTA: PT Bank Mega Tbk menolak disebut mengalami kebobolan dana Rp111 miliar dan menolak mengganti dana PT Elnusa Tbk yang telah dicairkan dari deposito bank tersebut.

Sebelumnya PT Elnusa melaporkan telah kehilangan dana deposito sebesar Rp111 miliar dari kantor cabang Bank Mega Jababeka.

Selain itu, Eteng A. Salam, Mantan Direktur Utama Elnusa juga melaporkan pemalsuan tanda tangan berkaitan dengan kehilangan dana tersebut.

Direktur Utama Bank Mega J. B Kendarto menegaskan perseroan telah menjalankan prosedur pembukaan rekening dan pencairan dana sesuai dengan aturan yang berlaku.

Saat ini pihaknya masih menunggu hasil penyelidikan dari pihak kepolisian. karena “Kami tidak kebobolan, yang kebobolan adalah Elnusa yang dilakukan oleh pihak internal Elnusa sendiri. Bank Mega hanya menjadi tempat transaksi pihak-pihak yang terkait,” jelasnya dalam konferensi pers di Gedung Bank Mega, hari ini.

Menurut Kendarto, awalnya Bank Mega enggan mengungkap hal tersebut kepada publik karena menyangkut persoalan internal Elnusa. Pihak Bank Mega juga enggan menyinggung keterlibatan Kepala Cabang Bank Mega cabang Jababeka yang saat ini telah dijadikan tersangka dalam kasus tersebut.

Suwartini, Direktur Risiko, kepatuhan dan Sumber Daya Manusia (SDM) Bank Mega, juga menolak dugaan adanya kesalahan sistem pencairan dana seperti yang dipertanyakan oleh Direktur Utama Elnusa Suharyanto.

Menurut Suharyanto, pencairan dana Elnusa sebesar Rp111 miliar tersebut ilegal karena menggunakan tanda tangan Eteng A Salam, yang tidak lagi menjabat sebagai Direktur Utama Elnusa sejak Juni 2010.

Padahal pencairan dilakukan di masa jabatan Suharyanto. Namun, menurut keterangan Suwartini, empat kali pencairan dana tersebut dilakukan pada masa Eteng, yaitu Rp50 miliar pada 16 September 2009, Rp50 miliar pada 6 Oktober 2009, Rp40 miliar pada 24 November 2009, Rp11 miliar pada 15 April 2010 dan hanya sekali dilakukan di masa jabatan Suharyanto yaitu Rp10 miliar pada 19 Juli 2010.

“Tidak ada penyalahgunaan tanda tangan. Transaksi dilakukan pada masa Pak Eteng, hanya sekali dilakukan sesudah masa Pak Eteng, dan tanda tangan sudah sesuai dengan specimen yang kami miliki,” tegas Suwartini. Namun, dia enggan menjelaskan tanda tangan siapa yang digunakan dalam pencairan terakhir pada 19 Juli 2010 tersebut.

Suwartini menambahkan pihak Bank Mega tidak pernah menerbitkan bilyet seperti yang dikatakan Suharyanto karena Elnusa menyimpan dana dalam bentuk penempatan berjangka pendek (deposito on call/ DoC) dengan tenor 1-8 hari.

Dampaknya, Bank Mega juga tidak membayar bunga deposito berjangka bulanan kepada Elnusa. Penempatan berjangka pendek itu diterima melalui rekening DoC Elnusa di Bank Mega cabang Jababeka dalam lima kali transaksi penerimaan, masing-masing Rp50 miliar pada 7 September 2009, Rp50 miliar pada 29 September 2009, Rp40 miliar 19 November 2009, Rp11 miliar pada 14 April 2010, dan Rp 10 miliar pada 19 Juli 2010.

Selanjutnya, ketika masuk masa jatuh tempo, pencairan DoC secara otomatis masuk ke rekening giro atas nama PT Elnusa di Bank Mega Cabang Jababeka.

J. Georgino Godong, Direktur Operasional Bank Mega mengungkapkan, sistem operasional prosedur (SOP) yang berlaku di Bank Mega telah diatur supaya setiap deposito yang telah jatuh tempo akan masuk secara otomatis ke rekening giro yang telah ditunjuk saat pembukaan rekening. Oleh karena itu dia bersikeras Bank Mega tidak bertanggung jawab terhadap dana DoC itu karena sudah dicairkan dan telah masuk ke dalam rekening giro yang semestinya.(mmh)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: