pembobolan elsa, simpang siur … 250411 (PLIS SUSPEN …)


Minggu, 24/04/2011 17:50 WIB
Dibobol Rp 111 Miliar, Elnusa Diperiksa Otoritas Bursa
Whery Enggo Prayogi – detikFinance

Jakarta – Bursa Efek Indonesia (BEI) akan meminta keterangan manajemen PT Elnusa Tbk (ELSA) terkait kasus pencairan deposito secara ilegal di Bank Mega. Kasus ini melibatkan oknum direksi perseroan yaitu Direktur Keungan Elnusa Santun Nainggolan.

“Karena jumlahnya material mungkin kami akan mengundang mereka,” kata Direktur Penilaian Perusahaan BEI Eddy Sugito dalam keterangan tertulisnya kepada detikFinance, di Jakarta, Minggu (24/4/2011).

Hingga kini, pihaknya masih menunggu keterangan dari manajemen Elnusa atas permasalah yang menimpa perseroan. “Kami tunggu keterangan, kasusnya seperti apa,” ujar Eddy.

Manajemen Elnusa, melalui Direktur Utamanya, Suharyanto berencana akan melaporkan kasus tersebut bersama-sama Bank Mega ke Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK), Senin (25/4/2011).

“Senin rencananya kita lapor ke Bapepam. Iya termasuk (BEI). Penjelasan yang kami sampaikan, tidak jauh dari yang kami paparkan saat ini, tentang kabar pencairan dana deposito,” kata Suharyanto.

Komunikasi formal antara perseroan dengan Bank Mega, selaku pihak penyimpan dana deposito telah dilakukan Kamis lalu. Namun belum ada penjelasan rinci, atas mekanisme sistem atau prosedur yang berlaku di Bank Mega.

“Belum ada keterangan tertulis dari mereka. Tapi dari Kamis kemarin, pemberitaannya sudah ramai sekali. untuk itu kita mau jelaskan,” tegas Suharyanto.

Pihak kepolisian saat ini tengah mendalami penyelidikan. Kuat dugaan Direktur Keuangan PT Elnusa Santun Nainggolan ‘bermain mata’ dengan Kepala Cabang Bank Mega Jababeka-Cikarang berinisial IHB.

Mereka berdua, bersama 3 orang lainnya, Komisaris PT Discovery berinisial AJ, Dirut PT Discovery berinisial IL dan RL, dan seseorang yang belum diketahui indentitasnya telah ditetapkan sebagai tersangka.

RL sendiri adalah buronan dalam kasus pembobolan dana Pemkab Aceh di Bank Mandiri Cabang Jelambar, Jakarta Barat senilai Rp 220 miliar

Suharyanto menegaskan, Elnusa sama sekali tidak mengenal, atau bekerja sama dengan PT Discovery. “Kita tidak tahu mereka siapa. Ini harus digaris bawahi, Elnusa tidak memliki hubungan apa-apa dengan PT Discovery,” imbuhnya.

Ia pun percaya, kasus ini tidak berdampak negatif kepada kinerja saham ELSA di pasar saham. Perseroan telah melakukan komunikasi intensif kepada seluruh kreditur, dan meyakinkan bahwa raibnya dana Rp 111 miliar tak pengaruhi operasional Elnusa.

“Saya pikir tidak ada pengaruh negatif. Kami punya project di 2011, dan semuanya aman,” pungkasnya

(wep/hen)
Senin, 25/04/2011 06:46 WIB
Bank Mega Bantah Terlibat Pembobolan Dana Elnusa
Herdaru Purnomo – detikFinance

Jakarta – PT Bank Mega Tbk (Bank Mega) membantah ada oknum pegawainya yang terlibat dalam pembobolan dana milik PT Elnusa Tbk (ELSA). Bank milik Chairul Tanjung itu menyatakan menegaskan telah menjalankan prosedur yang berlaku terkait pencairan rekening deposito milik Elnusa.

Sekretaris Perusahaan Bank Mega, Gatot Aris Munandar justru menuding kasus pembobolan tersebut dilakukan oleh Direktur Keuangan ELSA sendiri tanpa bantuan oknum pegawai bank.

“Perbuatan tersebut dilakukan secara kolaborasi dengan beberapa pihak dan melalui Bank Mega sebagai perantara transaksi. Dalam proses menjalankan transaksi tersebut, Bank Mega telah menjalankannya sesuai dengan prosedur yang berlaku,” ujar kepada detikFinance di Jakarta, Senin (25/04/2011).

Terkait dugaan adanya oknum pegawai Bank Mega yang dituduhkan hal tersebut tidak benar. Menurutnya kasus pembobolan ini, sambung Gatot adalah murni kepentingan pribadi yang diduga dilakukan oleh Direktur Keuangan ELSA.

“Kasus ini adalah kasus pembobolan PT. Elnusa yang diduga dilakukan oleh Direktur Keuangan PT. Elnusa sendiri dengan modus menggunakan dana perusahaan untuk kepentingan pribadi dengan cara menginvestasikannya di pihak ketiga yang bergerak dalam bidang pengelolaan investasi dengan harapan hasil investasinya digunakan untuk kepentingan pribadi,” jelasnya.

Seperti diketahui, Manajemen ELSA mengungkapkan ada pencairan deposito berjangka milik ELSA di Bank Mega tanpa sepengetahuan manajemen Elnusa. Dugaan sementara, ada oknum ‘dalam’ Elnusa, yakni Direktur Keuangan Santun Nainggolan yang mencairkan dana melalui bantuan orang dalam Bank Mega.

Dana yang dicairkan oleh direktur keuangan Elnusa mencapai Rp 111 miliar, bukan Rp 161 miliar seperti pada dikabarkan sebelumnya. Selisih dana Rp 50 miliar, sempat dicairkan ELSA secara resmi dan telah diterima dengan baik atas perintah manajemen.

Berikut keterangan kronologi pembobolan dana versi manajemen Elnusa yang disampaikan Direktur Utama Elnusa Suharyanto, di Hotel Dharmawangsa, Jakarta, Minggu (24/4/2011) :

Perseroan, sebagai mana lazimnya perusahaan lain menempatkan dana cadangan mereka dalam berbagai bentuk, salah satunya deposito berjangka di Bank Mega. Elnusa menaruh dana Rp 161 miliar di bank milik Chairul Tanjung itu mulai 7 September 2009, di kantor cabang Jababeka-Cikarang. Total deposito terbagi menjadi lima bilyet, dengan jangka waktu beragam satu hingga tiga bulan.

“Seluruh dana telah ditransfer Elnusa dan diterima baik oleh Bank Mega,” jelas Manajemen ELSA dalam keterangan tertulisnya.

Dokumen penempatan deposito telah ditandatangani oleh pejabat Elnusa yang berwenang, serta Kepala Cabang Bank Mega Jababeka-Cikarang. Pada periode tersebut hingga saat ini perseroan melakukan perpanjangan penempatan, pada saat jauh tempo dari masing-masing bilyet. Bank Mega juga terus membayar bunga deposito setiap bulannya.

Terhitung sejak 5 Maret 2010, total deposito Elsa menjadi Rp 111 miliar karena ada pencairan Rp 50 miliar secara resmi atas perintah manajemen perseroan.

Masalah mulai muncul saat Selasa (19/4/2011), kepolisian bertandang ke kantor Elnusa dan menanyakan perihal penempatan dana deposito di Bank Mega. Manajemen Elsa mengakui ada penempatan dana perseroan di Bank Mega.Pada hari itu juga, secara bersama-sama, manajemen Elnusa dan polisi melakukan mengecekan ke kantor cabang Bank Mega Jababeka Cikarang. Namun hasilnya, dari keterangan lisan Kacab Bank Mega, deposito perseroan telah dicairkan.

Saat ditanyakan lebih lanjut, Kacab Bank Mega Jababeka menyampaikan dokumen pencairan telah dibubuhi tanda tangan Direktur Utama dan Direktur Keuangan.

Menurut manajemen Elnusa tanda tangan direktur utama Elnusa telah dipalsukan. Hal itu menjadi semakin aneh, karena faktanya yang menandatangani pencairan deposito adalah Dirut yang sudah tak lagi menjabat yaitu Eteng A. Salam.

“Empat bilyet pada saat penempatan masih memakai tandatangan Pak Eteng, tapi bilyet kelima Rp 10 miliar, sudah tandatangan saya. Dan itupun sudah dicairkan pakai tanda tangan Pak Eteng. Untuk itu kami minta pertanggungjawaban Bank Mega,” jelasnya.

Saat ini, pihak kepolisian tengah mendalami kasus ini. Sehingga manajemen ELSA belum dapat memberi keterangan tambahan atas perkembangan pemeriksaan. Kronologis di atas juga dilakukan bersama-sama antara manajemen dan kepolisian.

(dru/qom)

Minggu, 24/04/2011 13:01 WIB
Direktur Keuangan Elnusa Dipecat Terkait Pembobolan Deposito
Whery Enggo Prayogi – detikFinance

Jakarta – Dewan Komisaris PT Elnusa memberhentikan sementara Direktur Keuangan Santun Nainggolan. Hal ini terkait dugaan pembobolan rekening deposito milik PT Elnusa senilai Rp 111 miliar.

“Saat ini Direktur Keuangan sementara diberhentikan, melalui keputusan Dewan Komisaris,” kata Direktur Utama Elnusa Suharyanto dalam press confrence di Hotel Dharmawangsa, Jalan Brawijaya, Jakarta, Minggu (24/4/2011).

Untuk menggantikan tugas Direktur Keuangan, manajemen telah menunjuk sementara Direktur SDM dan Umum Lusi untuk merangkap tugas sebagai direktur keuangan Elnusa.

Pihak manajemen Elnusa juga memastikan bahwa hilangnya dana deposito Rp 111 miliar tidak mempengaruhi kinerja perseroan. Penempatan deposito ini sedianya merupakan dana operasional cadangan untuk tiga bulan ke depan

“Uang ini adalah buffer stock cash, 3 bulan operasional perusahaan. Sampai saat ini tidak ada pengaruh. Kami memiliki banyak project yang dikerjakan di 2011. Kami tetap dipercaya. Besok (Senin) kami menemui kreditur untuk menjelaskan,” ujar Direktur SDM dan Umum Lusi.

Deposito awal perseroan yang ditempatkan di Bank Mega pada tanggal 7 September 2009 nilainya Rp 161 miliar. Pada 5 Maret 2010, sebagian dana sebesar Rp 50 miliar telah dicairkan hingga total deposito yang seharusnya masih tersimpan adalah Rp 111 miliar.

Manajemen ELSA memang menyatakan terkejut bahwa dana penempatan dalam bentuk deposito Rp 111 miliar telah cair. “Hari Selasa, polisi datang dan menanyakan apakah Elnusa punya deposito d Bank Mega, Cabang Cikarang. Namun berdasarkan keterangan lisan dari Kepala Cabang telah dicairkan. Kami sangat terkejut, dana tidak ada,” ucapnya.

Sebelumnya, aparat dari Fiskal, Moneter dan Devisa (Fismondev) Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya menangkap Direktur Keuangan PT Elnusa, Santun Nainggolan terkait pembobolan rekening PT Elnusa. Santun diduga terlibat dalam pembobolan rekening perusahaannya sendiri senilai Rp 111 miliar.

“Tersangka dijerat dengan pasal penggelapan jabatan, perbankan dan money laundering,” kata Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya Kombes Yan Fitri Halimansyah.

(wep/hen)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: