minyaaa($106)aak … 130411


Harga minyak mentah kini tak lagi berdaya dan bahkan pada perdagangan Selasa (12/4), ditutup di level terendah dalam dua pekan akibat pesimisme tinggi terhadap pertumbuhan ekonomi AS serta lesunya permintaan minyak.

Untuk kontrak pengiriman Mei, harga minyak mentah jenis light sweet anjlok US$3,67, atau 3,3%, menjadi US$106,25 per barel di New York Mercantile Exchange. Itu merupakan level penutupan terendah sejak 30 Maret.

Secara persentase, penurunan itu adalah yang terendah dalam satu hari perdagangan dalam sebulan, setelah sehari sebelumnya anjlok 2,5%. Bahkan sejak Jumat pekan lalu, m
Harga minyak mentah sudah rontok 5,8%.

“Kita sudah overvalued,” ujar Tom Bentz, analis di BNP Paribas Commodities di New York. “Secara teknikal harga minyak memang perlu terkoreksi.”

Harga minyak berpotensi melemah lagi pada perdagangan Rabu (13/4), tapi laporan dari American Petroleum Institute bisa memberikan sentimen positif, terutama untuk produk minyak, dan ini dapat memberikan support.

API melaporkan adanya peningkatan cadangan minyak mentah sebesar 500 ribu barel pada pekan yang berakhir pada 8 April. Sementara untuk cadangan bensin turun 4,6 juta barel dan cadangan minyak suling turun 3,7 juta barel.

Para investor kini tengah menunggunangka resmi cadangan minyak dari Departemen Energi yang akan dirilis besok.

Menurut perkiraan para analis yang dirangkum oleh Platts, cadangan minyak mentah akan bertambah 1,6 juta barel. Penurunan diperkirakan juga terjadi pada cadangan bensin sebesar 1,3 juta barel, sementara minyak suling tak berubah.

Lesunya kinerja perdagangan dan pertumbuhan ekonomi AS, seperti diperkirakan para analis, juga menjadi landasan bagi investor untuk melepas kepemilikan mereka.

Investor juga bereaksi terhadap perkiraan supply-and-demand dari beberapa asosiasi minyak internasional dan berita bahwa Arab Saudi telah memangkas produksi sebesar 500 ribu barel per hari.

International Energy Agency mengatakan dalam laporan bulanannya bahwa tingginya harga minyak telah berimbas pada turunnya permintaan selama Januari dan Februari.

IEA juga mengatakan produksi minyak global turun 700.000 barel per hari menjadi 88,3 juta barel per hari pada Maret akibat berkurangnya pasokan minyak mentah dari Libya.

http://www.imq21.com/news/read/27276/20110413/043230/Ekonomi-AS-Lesu-Minyak-Anjlok-di-Level-US-106.html

Sumber : IMQ JAKARTA

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: