adro berlaba, TURUN seh … 310311


Jangan Berspekulasi di Saham ADRO

Oleh: Ahmad Munjin
Pasar Modal – Kamis, 31 Maret 2011 | 04:27 WIB

INILAH.COM, Jakarta – Laju saham ADRO, Kamis (31/3) diprediksi naik. Positifnya ekspektasi kinerja keuangan kuartal I/2011 dan peralihan 50% energi nuklir ke batu bara menjadi katalisnya. Long term buy!

Pengamat pasar modal Irwan Ibrahim mengatakan, tren pergerakan saham PT Adaro Energy (ADRO) hingga 2020 akan terus menguat. Sebab, kebocoran reaktor nuklir di Jepang memicu pemikiran baru, bahwa 50% energi nuklir akan dialihkan ke batu bara. Pasalnya, rata-rata reaktor nuklir yang ada sekarang sudah tua di atas batas aman 20-an tahun.

Kondisi itu memicu besarnya permintaan batu bara sehingga positif pengaruhnya bagi kinerja emiten di sektor ini termasuk ADRO. Dia merekomendasikan beli saham ini untuk investor jangka panjang.

Untuk spekulasi sebaiknya dihindari. “Untuk spekulasi lebih baik masuk ke saham-saham lapis dua dan tiga. Jangan berspekulasi di saham ADRO,” katanya kepada INILAH.COM.

Pada perdagangan Rabu (30/3) saham ADRO ditutup melemah Rp50 (2,19%) jadi Rp2.225 dari level sebelumnya Rp2.275. Harga intraday tertingginya mencapai Rp2.300 dan terendah Rp2.225. Volume transaksi mencapai 60,9 juta unit saham senilai Rp137,7 miliar dan frekuensi 2.655. Berikut ini wawancara lengkapnya:

Setelah melemah Rp50, bagaimana Anda memperkirakan laju saham ADRO hari ini?

Saya melihat potensi kenaikan di saham PT Adaro Energy. Salah satunya karena momentum berakhirnya kuartal pertama 2011. Kinerja sektor energi pertambangan batu bara diperkirakan sangat baik di kuartal pertama termasuk emiten ini. Sebab, harga batu bara naik tajam. Karena itu, faktor fundamental untuk semester pertama 2011 pun sudah diekspektasikan positif.

Akan bergerak di kisaran berapa?

ADRO berpeluang mengarah ke level resistance Rp2.300 dan Rp2.200 sebagai level support-nya.

Bagaimana dengan kinerja emiten untuk full year 2010?

Pada April ini, emiten akan melaporkan kinerja keuangan 2010 lalu. Kondisi itu sangat mendukung bagi investor dan fund manager untuk terus melakukan aksi beli di saham ini. Sebab, ada ekspektasi, kinerja untuk full year 2011 pun akan membaik.

Karena itu, tren pergerakan saham ADRO dan saham-saham di sektor batu bara secara umum akan terus menguat. Sebab, banyak fund manager dan investor dari Singapura dan Hong Kong yang memburu saham di sektor ini.

Bagaimana dengan harga batu bara yang stagnan di level US$123 per metrik ton?

Meski harga batu bara dalam tiga pekan terakhir stagnan, trennya ke depan menguat ke level US$150 per metrik ton pada Juli 2011. Selain faktor perang di Timur Tengah dan Afrika Utara yakni Libya, kenaikan harga batu bara juga dipicu oleh faktor bocornya reaktor nuklir di Jepang.

Seberapa besar, kebocoran reaktor nuklir Jepang bisa mendongkrak harga batu bara?

Sangat besar. Sebab, kondisi itu memicu muncuatnya pemikiran baru, bahwa 50% dari pembangkit listrilk tenaga nuklir yang ada sekarang, secara bertahap akan dihilangkan. Energi nuklir akan dikonversi ke batu bara dan gas. Bukan hanya di Jepang, tapi juga di seluruh dunia.

Usia reaktor yang ada sekarang sudah tua, rata-rata sudah mencapai di atas batas aman 20 tahun sehingga harus diganti. Itu akan dilakukan secara bertahap. Karena itu, penggunaan energi akan kembali ke batu bara dan gas.

Sementara itu, untuk beralih ke Bahan Bakar Minyak (BBM) sudah tidak mungkin karena harganya yang mahal. Kenaikan batu bara pun akan terjadi secara bertahap dan kinerja saham batu bara akan terus membaik hingga 2020.

Kalau begitu, Anda punya level target di saham ini?

Saya menargetkan harga saham ADRO di level Rp4.200-4.500 hingga akhir Juni 2011.

Lantas, apa rekomendasi Anda?

Saya merekomendasikan beli saham ini untuk investor jangka panjang. Untuk spekulasi sebaiknya dihindari. Untuk spekulasi lebih baik masuk ke saham-saham lapis dua dan tiga. Jangan berspekulasi di saham ADRO. [mdr]
Saham Adaro Energy (ADRO) yang bergerak di bidang Pertambangan Batubara disarankan Hold (Neutral Rating) dengan target harga di Rp 2600.

Hal itu dikutip dari hasil riset analis Fonny Surya, Credit Suisse

Sumber : IPS RESEARCH
Laba Bersih Adaro Turun 49%
Kamis, 31 Maret 2011 – 11:50 wib
Widi Agustian – Okezone

JAKARTA – PT Adaro Energy Tbk (ADRO) mencatatkan penurunan laba bersih sebesar 49 persen menjadi Rp2,2 triliun pada akhir tahun 2010 dibandingkan tahun 2009 sebesar Rp4,37 triliun.

“Penurunan laba kotor dan kenaikan biaya keuangan serta kenaikan amortisasi goodwill dan biaya demurrage luar biasa yang terjadi pada tahun 2010 telah mengakibatkan laba bersih Adaro Energy turun,” jelas Presiden Direktur Perseroan Garibaldi Thohir dalam keterangan tertulisnya kepada okezone di Jakarta, Kamis (31/3/2011).

Pendapatan usaha bersih perseroan turun delapan persen jadi Rp24,69 triliun dari sebelumnya Rp26,94 triliun. Tapi, beban pokok pendapatan naik tujuh persen menjadi Rp16,96 triliun dari sebelumnya Rp15,9 triliun.

Alhasil, laba kotor perseroan ikut turun sebesar 30 persen menjadi Rp7,7 triliun dari sebelumnya yang sebesar Rp11,04 triliun. Marjin kotor turun jadi 31 persen dari 41 persen.

Laba usaha turun 32 persen jadi Rp6,77 triliun dari sebelumnya Rp9,9 triliun. marjin usaha turun jadi 27 persen dari sebelumnya 37 persen. Ebitda juga turun 27 persen jadi Rp8 triliun dari sebelumnya Rp11 triliun.

Total aset turun empat persen jadi Rp40,6 triliun dari sebelumnya Rp42,36 triliun. Sementara total kewajiban juga turun 12 persen jadi Rp21,97 triliun dari sebelumnya Rp24,85 triliun.(wdi)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: